Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 39


__ADS_3

*Jadi kau mengelabuhi mereka yang akan menyantap mu selama ini, Bagaimana bisa kau melakukannya* tanya yuda penasaran.


Namun tangan nya mulai masuk di bagian bokong siska..


*Tentu saja aku bisa melakukannya sayang,* siska semangkin berani pada yuda, dan sengaja memancing yuda.


*Aku mencampurkan obat tidur pada tamu ku dan sebelum mereka menyantapku mereka akn ku minta minum terlebih dahulu, tentu saja dengan air yang sudah ku sediakan.* siska menjelaskan semua kelakuannya pada yuda, tanpa ada beban dan rasa takut rahasianya akan di bongkar yuda pada zee. karena jujur siska sangat menggilai pria yang memangkunya saat ini pada saat pertama berjumpa di clab tadi.

__ADS_1


*Lalu mengenai ayah tiri mu,* yuda masih penasaran. *Dia belum sempat memasukkan terong nya dengan sempurna dalam sawahku, baju ujung nya saja sedikit, lalu aku menendangnya kuat,* jawab siska terjeda, Muka nya mulai merah padam mengingat perbuatan lelaki itu padanya. *Kenapa ?* tanya yuda.*Dia mengambil ciuman pertama ku dan sempat melihat seluruh tubuhku ini tanpa sehelai benang pun* jawab siska mulai berkaca kaca. padahal saat ini dia berada di atas seorang lelaki dewasa dengan hanya memakai pakaian dalam yang di tutupi handuk saja.


Yuda tergelak, *Honey, kau ini selain cerdas ternyata juga konyol ya* yuda mencubit gemas hidung siska. siska lansung menatap yuda heran dan mengerutkan keningnya. Namun sebelum siska bertanya kenapa, yuda menjawab *Kau lupa saat ini hanya memakai handuk ha, duduk di atas pangkuang lelaki dewasa pula* Yuda tertawa dan siska yang tetsadar lansung berdiri membelakangi yuda karena sangat malu rasanya.


Yuda berdiri dan memeluk siska dari belakang, siska terkejut dengan dua tangan yang melingkar di perutnya.* Sudah gak usah malu gitu,*Bisik yuda. Lalu yuda melepaskan lilitan handuk di tubuh siska. dan siska yang hanya menggunakan pakaian dalam itu lansung menutup gunung kembarnya dengan dua tangan. *Apa yang kau lakukan tuan* tanya nya.


Lama yuda memeluk siska, siska merasakan ada sesuatu yang mulai menonjol di bagian belakang bokong semoknya, bukannya takut siska malah mendorong sedikit pantatnya pada bagian itu, tentu saja yang punya merasakan itu. *Hey mengapa kau malah membangunkannya, nanti kalau dia minta di tanam di sawah mu bagaimana* tanya yuda dengan nafsu yang mulai naik.

__ADS_1


Siska tertawa dan melepas pelukan yuda, lalu duduk di tepi ranjang dengan sedikit membuka kaki nya, sehingga terlihat cetakan sawah yang tembam itu. yuda menelan ludahnya. *Kemarilah, kau mau melihatnya dengan jelas tidak?* pancing siska yang sebanarnya sudah bernafsu juga sejak tadi di atas pangkuan yuda.


Mendengar itu yuda lansung mendekati siska dan berdiri di hadapan siska, kepala siska pas di bagian terong yang sudah tegang itu, namun masih terlindung celana. siska dengan nakal menoel noel terong yang tersembunyi itu dengan telunjuknya *Ya tuhan, pasti sangat besar dan panjang* batin siska mulai gila.


*Hentikan honey, kau sangat nakal ternyata* Kata yuda sambil mengacak rambut basah siska. siska semangkin membuka lebar kakinya. *Sayang, jongkoklah, jika kau ingin melihat nya,* goda siska dengan memainkan telunjuknya pada dada bidang yuda.


Yuda pun berjongkok dan patuh saja dengan apa yang dikatakan siska. ..

__ADS_1


__ADS_2