Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 95


__ADS_3

Setelah mengabil dan membawa nya ke kamar dea, mami lansung meminta dea melakukan tespack. 5 menit mami menunggu dea di kamar dengan hati gelisa.


menit kemudian dea keluar dari kamar mandi.


*Mami.....* dea menangis di depan pintu kamar mandi.


*Ada apa incess, kenapa malah menangis* mami berdiri mengampiri dea dan mereka berpelukan.


*Sudah, jangan nagis lagi, kalau belum rezeki, insya allah besok juga masih ada harapan. kamu dan robi juga masih baru nikah.* sambung mami.


Dea melepas pelukan maminya dan memberikan hasil tespick kepada mami, seketika mami lansung menghambur lagi ke pelukan dea.


*Terima kasih ya Allah, kau memberikan aku cucu*


*Sayang, kau,,, kau hamil nak.* ucap mami depan muka dea dengan penuh berlinangan air mata. dea mengangguk dan kembali memeluk sang ibu.


...-...

__ADS_1


...-...


Di kantor anet.


*Pak juna, bisa minta tolong antar saya ke pabrik kita* pinta anet pada supir kantor yang biasa mengantarkna surat, barang barang penting bahkan mengantar para atasannya saat berpergian untuk sebuah pekerjaan kantor mereka.


*Baik buk, ayo silahkan masuk* pak jun memutari mobil dan duduk di belakng kemudi. anet pun sudah masuk dan duduk di kursi belakang.


*Pak jun, saya belum pernah ke pabrik kain kita, selama ini saya hanya mengecek jumlah barang yang di expor dan bahan bahan lainnya saja. apa pak jun sering juga ngantarin kak meli dulu saat mau cek lansung ke pabrik* tanya anet sambil menyelidiki dan menngetes kejujuran supir yang sudah bekerja sepuluh tahun lebih di perusahaannya ini.


*Kenapa sebentar ya pak jun, tapi mungkin hanya liat stok dan bahan baku aja kali ya*


*Gak tau juga buk, cuma setiap saya ngantar buk meli ke pabrik dia selalu membawa seperti botol kecil berukuran 500ml, setelah menyerahkannya pada kepala pekerja kami balik lagi ke kantor.* terang pak jun.


*Botol berukuran 500 ml. botol apa ya pak. selama saya kerja di sini gak ada yang nyuru saya bawa barang macam gituan ke pabrik* anet mangkin curiga.


*Saya kurang tau juga buk, tapi dari yang saya dengar waktu buk meli nelpon buk bendahara saat di perjalanan kami, buk meli seperti ketakutan saja dan hanya bilang baik dan baik saja*

__ADS_1


*Ooh, gitu. mungkin itu cairan buat nambah pewarna sestil aja pak.* anet berlagak sok tidak curiga di depan pak Juna. dan hal itu di angguki pak juna dan kembali fokus ke pekerjaannya membelah padat nya jalanan ibu kota si siang hari.


Setelah perjalanan sekitar 45 menit, mobil yang anet naiki sampai di pabrik, dan tanpa basa basi anet meminta orang kepercayaan di dalam pabrik lansung masuk ke dalam pabrik dan mengecek semua proses pembuatan kain serta stok bahan yang tersedia di gudang pabrik.


*Pak, ini cairan apa ya* tanya anet saat menemukan botol berukuran 500ml di rak penyimpanan dalam gudang penyimpanan untuk pembuatan bahan kain.


Cepat cepat pria berusia sekitaran 40an itu mengambil botol yang ada di tangan anet.


*Ooh. ini barang punya saya buk, ketinggalan di sini, pantas saya cari di rumah gak jumpa* bohong pria tersebut, namun anet tahu kalau pria di depannya ini sedng menyembunyikan sesuatu darinya.


*Ooh, ya sudah ini bapak bawa aja sekalian, biar gak lupa lagi. saya juga udah selesai cek bahan bakunya* ucap anet sambil tersenyum ramah, namun dalma.hati dan pikirannya masih berkata dan bertanya cairan apa itu.


Bersambung....


Alhamdulillah akhirnya bisa up lagi ya bundsist. πŸ™πŸ˜


karna dua hari gak up, maka hari ini author up beberapa bab deh✌✌

__ADS_1


__ADS_2