
Dikampung bunda.
Senja sudah mulai memudar, angin berhembus lembut sangat terasa nyaman. Bunda duduk seorang diri di teras depan rumah sambil menikmati senja nan indah itu, terukir senyim indah di wajah bunda. beliau membayangkan tingkah Anet nan selalu ceria setiap harinya, bahkan terkadang di saat sakit saja anet masih sanggup menghibur bundanya agar tidak perlu mengkhawatirkannya. bunda juga mengingat saat saat indah lainnya bersama anet.
*Jangan melamu bun, kucing tetangga barusan ngences gara sering melamun.* ledek paman.
*Maaass, masa aku di samaain dengan kucing tetangga sih.* bunda mencabikkan bibirnya.
*Hahaha abis sore sore malah senyim senyum sendiri begitu.* jawab paman.
*Aku ingat saat bersama anet, rasanya sekarang sejak 1 hari anet pergi ke kota, rumah ini sunyi mas.* bunda mulai lesuh.
Paman duduk di samping bunda dan merangkul bahu sang istri. *besok kita ke kota kalau bunda rindu bangat sama anet.* tawar paman.
*benarkah mas,* bunda bersemangat, namun semangat itu pudar kembali. * Tapi jangan besok mas, kasian Anet dia pasti sibuk mengurus pendaftaran kuliah nya, lagin baru tadi siang dia ke kotanya.besok saja kalau rindu ini sudah semangkin berat.* jawb bunda dengan senyum manisnya.
__ADS_1
*Oh iya bun, mas mau bilang sesuatu sama kamu, tapi janji ya jangan marahi mas nantinya.*
*Tergantung mas mau bilang apa, kalau mau bilang suka sama janda warung dekat simpang jalan, ya aku marah besar sama mas.* ucap bunda serius.
*Iii apaan sih bun, jauh bangat pikirannya, samoai pulak ke janda di simoang jalan, eh emang ada janda ya di simoanga jalna sana bun,* goda paman sambil tersenyum.
Bunda menghadap paman dan mencubit pinggang nya samoai pamn meringis kesakitan.
*Ampun bun, mas hanya bercanda, bukan itu yang mau mas bahas, sakit ini capitan kepitingnya.* paman mengelus pinggangnya yang emang terasa nyilu akibat ulah bunda.
*makanya cepatan bilang, jangan bercanda terus* bunda sewot.
*Maksudnya giman, yangbjelas dong mas kalau cerita, jangan gantung kek buah nangka.* Bunda penasaran dan terbawa emosi.
*Bunda masih ingatkan, bulan kemaren mas ke kota, liat perkembangan perusahaan sekalian juga ada rapat penting, ?* tanya paman.
__ADS_1
*Iya, sampai harus pura pura melaut lagi sama anet. kesian anak itu di bohongi terus sama kita dari kecil, dan kesihan juag gdari kecil di ajak hidup susah, lebih tepatnya pura pura kismin begini.* jawab bunda..
*Udah sewotnya ?? mau lanjut dengar gak ni ?.* tanya paman.
*Iya udah, lanjutkan.* printah bunda.
*Jadi pas mas rapat di salah satu restoran yang terdapat di dalam mall. tanpa sengaja menyenggol seorang perempuan, bunda tau perempuan itu siapa .?* tanya paman dengan menaik turunkan alisnya, sepaya bunda meletup letup. *J*ahil bangat ternyata paman iniπ€¦ββπ
*Mana aku tau, selingkuhan mas di kita kali, * jawab bunda ketus, dan paman lansung ketawa terbahak bahak melihat reaksi bunda.
*Mana mungkin mas berpaling dari istri secantik dan sebaik bunda ini.* rayu paman.
*Dia adalah amel bun, adek perempuan Almarhum papanya Anet yang hilang selama ini. dan ternyata dia gak hilang, tapi dia tinggal di luar negri sama suaminya dan mereka menetap disana, baru 2 tahun belakangan ini mereka pindah lagi ke indo, tapi juga masih sering bolak balik ke luar negri kamoung suaminya itu, karena suaminya adalah seorang oengusaha sukses no 2 se asian.* jelas paman.
* Trus Mas, lanjut cerutain lagi dong, kepo bunda ni.* cicit bunda, paman malah tertawa melihat tingkah bunda yang super kepo.
__ADS_1
Bunda ternyata lelah juga hidup dalam keperpurakan gays..π€π€
Bersambung....