Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 18


__ADS_3

*Kurang ajar, berani nya dia bermain di belakangku.* Seorang lelaki gagah berkulit putih dan hidung mancung sedang marah dan melempar Hp keluaran terbaru miliknya ke sembarangan arah..


BRAAAAAAAAAKKKK semua yang ada di atas meja kerjanya pun berhamburan melayang kemudian terhemoas ke lantai berserakan.


*Ada apa bos, apakah laporan yang saya serahkan tadi salah ?* tanya sang sekretaris yang berlari masuk ke ruangan bos nya. karena mendengar bunyi barang barang jatuh.


*Kamu hari ini pulang saja lebih awal, jangan lupa sebelum itu kau antarkan laporan laporan dan kontrak kerja sama kita dengan perusahaan Kodak ke mobil ku sekarang.* printah si bos..


*Baik bos, akan saya laksanakan.* sang sekretaris itu pun keluar dari ruangan CEO tanpan itu. dengan hati sedikit ketakutan karena baru kali pertama melihat sang CEO itu marah dan melempar apa saja yang ada di dekatnya.


Tak butih waktu lama, seluruh perintah si bos sudah di laksanakannya. namun dia tak lansung pulang, malah berdiri di lobi dekat resepsionis, sambil menunggu bos nya keluar.

__ADS_1


*Kenapa masih disini, aku kan sudah perintahkan kamu pulang cepat hari ini.* tanya sang CEO yang merasa bingung dengan sikap sekretarisnya itu. namun yang di tanya hanya diam dan menundukkan wajah nya saja walaupun posisinya dalam berdiri tegap. ada rasa takut di dalam dirinya, takut akan di pecat ataupun di potong gaji.


*Sudah, kamu tidak salah apapun, kerja kamu bagus, saya hanya ingin memberikan kamu waktu buat merawat ibu mu, dan ya, saya sudah lunasi biaya rumah sakitnya dan juga sudah saya transfer uang ke rekening mu untuk biaya sekolah 2 adik mu.* Lelaki gagah itu pun melengnggang kan kaki meninggalkan sang sekretaris yang masih terbengong tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan sang CEO itu.


*Kenapa kamu malah bengong giti, harusnya kamu senang dong, bis tampan kita udah bantu kamu dan keluarga mu,* seseorang yang menyadarkan sekretaris itu deri lamunannya, staf yang tadi kebetulan lewat di daerah lobih itu. tanpa sengaja mendengar pembicaraan bos nya.


*Berarti saya tidak bermimpi kan bg .* tanya seang sekretaris bernama Yuni itu.


* Tentu saja tidak. sudah sana pulang dan rawat ibu mu.* jawab staf lelaki tu.


Amran Prayoga, seorang CEO tampan yang terkenal di seluruh kalangan bisnis dalam bidang apapun. dia seorang pria kaya raya, namun memiliki sikap tegas dan dingin, membuat semua kolega bisnisnya selalu merasa tertantang untuk bekerja sama dengannya, dan tak jarang pula dia dimusuhi karena selalu memenangkan tender besar.

__ADS_1


tapi di balik sikap dingin dan cueknya itu sebenarnya dia meiliki hati yang lembut dan penyayang dengan keluarga.


Kepintaran dan sifat dingin itu ia warisi dari sang ayah yang telah lama meninggal karena serangan jantung. sedang kan ibunya tinggal di daerah tepatnya di kampung, dengan alasan ingin hidup damai tanpa banyak polusi.


*Leo, kau dimana ? ke rumahku sekatang juga.* perintah amran yang sesang menyetir pada seseorang bernama leo melalui telpon genggam kunonya,(Hp N*kia 1202) yang selalu ia bawa kemanapun. dan hanya ada nomor orang yang dia sanyang dan percayai di kontak hp buluk itu.


Tak berselang lama, Amran sampai di depan rumah minimalis namun elegan dan terlihat mewah. yang gerbangnya terbuka susah dibuka lebar oleh satpan yang berjaga di rumah itu.


*Selamat siang bos,* Sapa satpam tetsebut sambil menunduk hormat, namun di balas hanya dengan anggukan kepala oleh si bos.


**Bersambung,,,,

__ADS_1


Babang Amran kan kaya raya, tapi kok masih pakai Hp 1202 ya,??


Kira kira ada cerita menarik apa di balaik Hp butut itu ya pemirsaaaa ???🤔🤔**


__ADS_2