
*Anet, bangun* Ambran membangunkan anet yang tertidur duduk di kursi tunggu. namun yang di kejutkn bukannya membuka mata, malah membaringkan badannya ke kursi.
*Bro, gue ke dalam dulu, sebaiknya antar anet pulang saja, kesian dia.* ujap robi.
Ambran mengangguk, dan mencoba membangunkan anet lagi, namun karena beberapa kali mencoba, anet masih enggan membuka matanya, Ambran duduk dan menganggakat kepala anet, meletakkan ke atas pahanya sebagai bantalan. *Sebegitu ngantuknya kamu dek, sampai dalam posisi bwgini saja bisa tidur dengan nyaman* ucap ambran sambil tersenyum dan membelai pucuk kepala anet.
Seorang suster membawa troli pakaian dan sprai serta selimut bersih untuk pasien rumah sakit melintasi ambran, *Sus, sebetar.* suster itu pun berhenti *Ya pak, ada yang bisa saya bantu* tanya sang suster dengan ramah. *Mm, apakah itu selimut bersih* tanya ambran yang melihat tumpukan kain yang sudah rapi dan licin itu. *Ooh ,ini. iya pak, ini baru saja kami loundry dan akan kami antar ke kamar rawat inap.* Suster itu pyn melihat anet yang seperti kedinginan, karena memang di luar sedang hujan, di tambah AC di rumah sakit ini jyga selalu menyala 24 jam. *Ini pak, kesian istrinya seperti kedinginan begitu* suster itu memberikan 1 buah lipatan selimut pada ambran, padahal ambran belum memintanya.
*Aah suster tau saja maksud saya* ambran terkekeh sendiri. *Makasih sus* sambung ambran. dan suster itu pun hanya tersenyum lalu melangkaheninggalkan ambran yang sibuk menyelimuti tubuh anet yang hanya memakai piama lengan pendek tapi celana nya panjang itu.
*Tidurlah, aku akan menjagamu* ucap ambran seorang diri.
......*......
...*...
...*...
__ADS_1
*Bun. nanti siang gak usah masak ya, mas sepertinya gak sempat pulang, karna mau ke lokasi cek bahan dan perkembangan sampai dimana pembangunan villa* Paman memberitahu pada bunda yang sedang sibuk memasangkan dasi suaminya itu.
*Baiklah, kalau gitu nanti bunda mau nonton drakor aja sama bik yem* jawab bunda.
*Sejak kapan bik yem suka juga nonton drakor bun* tanya paman.
*Sejak bunda maksa bikyem nonton lah* jawab bunda enteng, paman mencubit hidung mancung bunda gemas. karena istrinya itu sejak pindah ke kota penyakit lamanya mulai kambuh. yang dulu suka nonton bolliwood sekarang pindah ke drakor, dulu suka kemall sekarang suka diam dirumah saja.
3 hari setelah anet pindha ke kota, paman dan bunda pun ikut pimdah ke kota, mereka tinggal dibrumah lama mereka yang sangat masih terurus itu. karena mereka meminta bik yem dan suami nya mang ucup untuk menjaga rumah mereka. tentu saja tanpa sepengetahuan anet.
*belum mas, mungkin belum bangun, karna tadi abis subuh bunda liat terakhir dia online sampai jam 2 dini hari.* jawab bunda.
*Ha, tumben tidur larut sekali dia. gak biasanya* paman heran dengan jawaban bunda.
*Mungkin banyak tugas kuliah, diakan mahasiswa baru mas* bunda tak ingin berburuk sangka.
*Mmm bisa jadi, ya sudah. mas berangkat sekarang aja ya, takut macet.* pamit paman.
__ADS_1
*Serapan nya mas, kan belum serapan* bunda memanyunkan bibirnya.
*Udah di siapin sam bik yem, nanti serapan di mobil aja* paman menjelaskan agar bunda tak merajuk, bisa hilang jatah malamnya nanti.
*Kapan bik yem menyiapkannya.* tanya bunda.
*Tadi saat bunda di kamar mandi, mas minta bik yem buatkan bontut aja* jawab paman. karena memang begitu adanya. *Ya udaj, hati hati di jalan mas, kabari kalau udah sampai ya* pesan bunda.
*Baiklah nyonya ratu yang super duper bawel* paman mencium kening bunda dan mengacak rambut bunda dengan gemas. lalu melangkah keluar kamar sambil terkekeh.
sementara bunda sibuk mengomel karena rambutnya yang sidah di tata menjadi berantakan kembali..
***Bersambung....
Selamat siang bindsist, happy weekand. bantu koment dan like nya dong, biar bisa dapat persetujuan kontrak dari pihak noveltoon.
love you bundsist semua 😘😘😘***
__ADS_1