Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 105


__ADS_3

Puncak


Jam menunjukkan pukul 1 dini hari, anet terbangun, mendengar suara seseorang melewati kamarnya.


*Siapa mlaam malam gini yang belum tidur, apa itu maling ya* gumam anet.


Tanpa rasa takut dia melangkah ke pintu kamar dan membuka sedikit pintu kamarnya.


*Kak dea* panggil anet dan menghampiri dea yang sudah melewati kamarnya.


-


Dea yang seang tertidur pulas, tiba tiba terbangun karena merasa perutnya tak enak.


*Kamu lapar nak* ucapnya sambil melengelus perut buncit yang usia kandungannya memasuki bulan ke 8.


Di lirik nya robi sang suami yang tertidur dengan sangat nyenyak.


*Sudahlah, aku ke dapur sendiri saja. kesian pasti dia capek bangat* gumam dea dan melangkah keluar kamar.


Dari kamar yang melewati ruang keluarga sampai di dapur tak ada satu orang pun yang ia jumpai.


*Semua pada nyenyak bangat kek nya, tapi wajar sih disini suasana nya damai bangat* lirihnya lagi.


Setelah selesai minum dea lansung kembali ke kamarnya, namun di lihatnya jendela di ujung lorong pemisah kamar nya dan anet serta kamar ambran terbuka karena tertiup angin.


*Kak dea* anet memanggilnya.

__ADS_1


*Dek, kau belum tidur*


*Aku kebangun dengar langkah kaki kakak.* ucap anet dan menyampari dea. *Kakak mau kemana malam malam gini. di luar cuacanya gerimis loh, anginnya juga lumayan kuat* sambung anet.


*Kakak dari dapur, ambil cemilan. tiba tiba lapar, trus pas mau ke kamar liat jendela itu kebuka* anet melirik ke arah yang di tunjuk dea.


*Ooh, mgkin lupa di kunci mang kardi kak, ya udh beiar adek aja yang tutup. kakak ke kamar aja, istirahat kesian ponakan ku* anet mengelus perut dea dan kemudian melangkah dan menutup jendela yang terbuka.


Saat berbalik badan anet terkaget melihat dea sudah bersender di dinding kamar nya meringis kesakitan. lansung berlari menghampiri dea.


*Kakak, kaka kenapa, mana yang sakit kak*


*Dek, perutku sakit sekali. panggil robi dek, tolong* pinta dea sambil menahan sakit.


*oke, kakak tahan sebentar ya.* anet pun berlari menuju kamar dea dan robi, berkali kali dia mengetuk pintu. setelah robi keluar dan anet memberitahu dea kesakitan dan dengn cepat robi menghampiri dea.


Sementara dea sudah tak sanggup lagi dengan rasa sakitnya. *Sabar ya honey, kita ke rumah sakut sekarang* robi mencoba menenangkan dea.


*Aku gak kuat lagi bay, panggil anet sekarang juga* pinta dea.


*Aneeeeett, Aaneeet, dek cepatlah kemari* Triak robi kencang.


Semua berlari menghampiri dea dan robi, anet sudah bersimpuh di kaki dea. *Kakak tahan ya, sepertinya kakak mau lahiran* ucap anet, dia mengetahui itu karna melihat cairan yang keluar dari daster bawah dea.


*Kalau begitu cepat kita ke rumah sakit sekarang, robi cepat angkat istrimu, mabran bantu robi* perintah paman.


Mami dan bunda ikut panik melihat dea kesakitan dan berteriak. *Aku gak kuat lagi, ini udah mau keluar kek nya* teriak dea.

__ADS_1


Anet melihat bunda yang menutup badannya pakai selimut, karena memang bunda suka kedinginan kalau lagi hujan. anet berdiri dan menghampiri bunda yang panik.


*Bunda, anet pinjam selimutnya ya. kak ambran, paman dan papi menjauh lah dahulu* pinta anet.


Setelah para lelaki sedikit menjauh, robi menopang kepala dea di pahanya dan menggenggap tangan sang istri yang bercucuran keringat dingin.


*Bunda, mami bantu anet ya.* anet menutup bagian tubuh dea dari dada sampai bawah dan membuka kaki dea lebar.


*Kakak, tarik nafas yang dalam, trus keluarkan*


Dea mengikuti anjuran anet, setelah tiga kali mengambil nafas, dea berterika kencang dan menggigit tangan robi kuat.


*Aaaaaaaahhhhhh*


*Sedikit lagi kak* seru anet di bawah sana.


*Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh*


*Oweek oweeekk, oweeeekk* suara bayi laki laki tampan yang baru keluar dari tempat persemayam nya selama 8 bulan.


*Alhamdulillah* ucap semua yang ada disana. dea melepas gigitan nya pada tangan robi. dan tersenyum melihat anet yang memangku bagi merah mungil bersimbah darah nya itu.


Bersambung.....


Aah, akhirnya anak dea lahir juga walaupun dalam usia kandungan masih 8 bulan dan prosesnya juga gak sulit.


Anet juga jadi bidan dadakan, padahal bunda sama mamiebih pengalaman dalam soal melahirkan, tapi mereka hanya bisa terbengong melihat dea kesakita.

__ADS_1


Anggap author sok tau ya. maklum belum oernah melahirkan.


__ADS_2