
Villa
Embun pagi menyelimuti dedaunan di sekelililing villa, taman yang berbunga warna warni di samping villa sangat indah bermekaran.
Di sebuah kamar sepasang suami istri sibuk mengajak putra kecil mereka berbicara. padahal sang anak belum mengerti apapun saat ini.
Sementara di kamar bercat biru muda, seorang gadis asik menghayal dan membayangkan kejadian yang terjadi beberapa jam lalu.
*Ah, kenapa aku sangat tidak tahu malu, bisa bisanya tergoda dengan rayuan dia .
*Apa sudah saatnya aku menerima nya menjadi imam ku ya*.
*Tapi aku belum siap meninggalkan perusahaan, paman jo juga sudah mendesak pensiun*
*Aduh jadi galau sendirikan aku nya*
*Tapi ya sudah lah, kalau jodoh pasti gak akan kemana* gumamnya seorang diri*.
Sampai tetdengar ketukan pintu dari luar.
tok tok tok tok..
*Incess apa kau sudah bangun sayang* terdengar suara mami dari luar.
__ADS_1
*Ya mi, adek sudah bangun kok* sahut anet.
*Kalau begitu segera turun ya, kita sarapan bersama sekalian bahas kegiatan hari ini*
*Oke bosqu* sahut anet tanpa beranjak dari kasur empuknya ini.
-
Setelah semua berkumpul di meja makan, kecuali dea dan baby boy nya.
Semua sarapan dengan sangat hikmat, tanpa ada yang berbicara, hanya terdengar deting sendok dan garpu di piring mereka.
Sampai acara sarapan selesai, paman mulai membuka suara.
*Aku lihat di sudut sana ada kolam, dan di sampingnya ada sebuah pohon mangga yang rimbun dan sedang berbuah, bagaimana kalau kita mancing sambil bersantai disana saja* usul papi, yang kemarin sore sempat berjalan jalan melihat suasana sekeliling villa paman.
*Ide yang bagus pap, nanti biar adek bunda dan mami yang sediakan cemilan nya* sahut anet yang duduk di samping ambran.
*Iya, bunda juga kemarin sudah pesan bolu pisang dan keju sama teman bunda yang kebetulan buka toko cake di daerah sini, jadi ada yang kita kunyah nanti sambil memamancing*
*Wah, sepertinya pulang dari sini aku haris diet lagi ni,* sahut mami.
*Kenapa harus diet mi, kan mami gak gendut, hanya sedikit berisi saja* sahut anet menyeleneh.
__ADS_1
Semua tertawa mendengar ucapan gadis lawak ini.
*Sayang, gak boleh gitu ngomong nya, gak sopan* ambran memperingati sang kekasih. yang di kasih tahu hanya memonyong kan bibir nya.
*Calon mantu yang berbakti, good boy* mami mengacungka. jempol pada ambran.
*Robi mau ikut mancing juga, tapi siapa yang nanti jagain baby boy sama dea* Robi duduk dengan lesuh. Bagaimana tidak, hati harinya yang di sibukkan dengan bekerja mengurus perusahaan papi dan tetap menjadi asiaten pribadi ambran, saat di rumah harus menjadi suami siaga untuk sang istri.
*Kesiannya mantuku yang ganteng ini* mami mengusap kepala robi yang kebetulan memang duduk di samping nya.
*Kita gantian aja nanti jagain dea sama baby boy nya, biar robi bisa ikut menikmati liburan ini* usul ambran.
*Ahaaa, itu bunda setuju. tapi yang gantian para wanita dan robi aja. kalian bertiga gak usah*
Semua pun juga ikut setuju dengan ide ambran.
Semua sudah bersiap menuju kolam yang akan di jadikan wahana memancing hari ini, beberapa karyawan risort imut membantu mempersiapakan segala kepeluan keluarga besar ini.
Mami yang menjadi orang pertama untuk menjaga dea dan baby boy.
*Dea gak mau di kamar terus mam, mau ikut juga dengan kalian, kan dea kesini liburan juga*
Bersambung......
__ADS_1
Maaf kemarin tidak up, 🙏🙏