
Sang mentari mulai menampakan cahaya cerah nan menyilaukna mata, embun embun yang melekat di dedaunan mulai mengring.
Di rumah megah dan mewah yang tadi malam menjadi tempat peristirahatan gabungan bagi 3 keluarga besar yang membaur menjadi satu.
*Bapak bapak, ayo semuanya buka mata, ini sudah waktunya sarapan, sudahi mimpi indah kalian semua* sebuah suara mengusik kenyamanan para pria di yang masih setia dengan bantal mereka masing masing.
*Nga ngun mau na yo* oceh baby royan yang saat ini yang di pangkuh bella dan di sampingnya keponakan kecil ambran yang sangat imut.
Mendengar suara royan, semuanya mulai membuka mata mereka, robi lansung bangun dan menangkap tubuh mungil royan saat baby tampan itu menghambur pada sang ayah. sehingga hampir saja terlepas dari pangkuan bella, sementara anak perempuan yang berisia 3 tahun itu memeluk papi dodi.
*Hey sayang, papa di sini, kenapa malaheluk nya opa dodi* tegur rian sang ayah.
*No, Ai nak opa dodi je* balsa sang anak yang bernama liza.
*Aduh, kambuh penyakit anaknku pa, padahal aku sudah mengajarkan bahasa indo dan inggris yang baik, tapi tetap saja bahasa upin yang dia gunakan* keluh rian pada papa ambran sebagai mertuanya.
*Sudah biarkan saja, nanti juga dia akan pakai bahasa indonesia kok* sahut papi dodi, rian hanya bisa mengusap kasar wajah nya, melihat tingkah anak semata wayang nya itu.
Sementara para pria membersihkan diri, royan dan liza kembali bermain di ruang tamu, dan para wanita sibuk memasak dan menyajikan makanan di meja panjang yang di susun di halman belakang rumah.
Anet dan ambran yang berada di kmar juga sudah abngun dan siap bergabung dengan seluruh keluarga mereka. Ambran ke ruang tamu dan anet ke dapur.
__ADS_1
*Selamat pagi ibu ibu cantik, seeprtinya pada semangat ni mask sarapan pagi ini* anet menyapa dan ikut mengambil piring yang tertata di lemari untuk di bawa ke taman.
*Iya dong, jarang kan kita semua bisa kumoul gini* sahut dea. dan yang lain hnya mengangguk dan tersenyum.
*Gimana malam pertama nya lancarkan* tanya dea.
*Belum kak, semalam kita kecapean jadinya tunda dulu gituan nya* jawab anet santai dna jujur.
Mami yang sedang menggoreng telur memasang wajah lesuh.
*Kalau di tunda kapan kami para oma dapat cucu baru nya*
*Iya net, jangan nunda lama lama, biar liza sama royan ada teman main nya* Eci kakak nya ambran ikut bicara.
*Iya, iya. nanti kalau udah gak capek lagi kan juga bisa. pada rempong ya ni mak mak* anet
*Bik nah mana bun, kok gak kelihatan* tanya anet lagi, karena memang sejak tadi tak melihat bik nah yang sudah dia anggap ibu sendiri.
*Bik nah kita suruh istirahat saja, tu lagi santai di taman* tunjuk dea ke arah bik nah yang sudah duduk santai dengan para bapak bapak sambil berjemur.
*Bik nah memang seharusnya sudah pensiun, usiannya sudah hampir 65 tahun. Tapi katanya biasa kerja, kalau gak kerja malah badannya jadi pegal* Tutur anet lirih dan menatap wanita yang usia nya lebih dari setengah abad itu.
__ADS_1
Setelah semua selesai di masak dan di hidangkan di meja panjang, ambran dan rian menggelar karpet di rumput yang masih teduh karena sinar matahari masih terlindung oleh bangunan megah dua lantai itu.
Dan semua sudah berada di atas karpet yang di bentang, dengan makanan mereka masing masing. meja itu hanya di jadikan tempat meletakan kopi, teh, buah, cake, serta mangkok nasi besar tempat nasi goreng dan ada juga toples kerupuk serta yang lainnya.
*Liza, ayo sarapan dulu* panggil eci pada liza yang asik bermain balon bola milik royan.
Mendengar mami nya memanggil liza berlari menghampiri ibu nya dan duduk di antara maminya dan bella.
*Liza pimpin doa makan kita, bisa ya* pinta papa ambran.
*Baik opa* liza mulai menadahkan tangannya di ikuti semua yang ada di sana termasuk bby royan.
*Alaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa 'adzaa bannar,”.
Liza melafaskan doa makan dengan benar dan lancar, semua menyahuti doa liza *Aamiin*.
Bersambung....
*Alhamdulillah, bisa kembali Up. selamat malam bundaistku semua, apa kabar hari ini. semoga kita semua dalam keadaan sehat walafiat ya..😇😇
terima kasih masih setia dengan khayalan author yang suka ngaur. 🙏🤗*
__ADS_1
Love you😘😘😘😘