
*Dena, terserah kau mau bilang apa. tapi perlu kau ketahui. Istri ku ini bukan gadis desa biasa seperti yang kau pikirkan. kau lihat lestoran ini begitu megah dan elit bukan, dan kau tau siapa pemiliknya* tanya ambran.
*Jelaslah aku tahu, ini adalah milik Anita persinta pewaris tunggal dari keluarga terkaya no 2 di negara ini. sama seperti gaun cantik ini pengeluaran terbaru dari anita persinta anita butiqeu, hils ku ini juga. dan tentunya dengan harga pantastis dong, gak kayak gaun perempuan desa itu.* jawab denada dengan bangga.
*Bagus kalau kau tahu siapa pemilik cafe and resto ini dan juga brand pakaian apa yang kau kenakan saat ini* ucap ambran yang masih setia dengan rangkulan tangannya di pinggang anet. sementara anet hanya tersenyum.
*Cukup dena sayang, kau sudah sangat mempermalikan dirimu saat ini, jangan tambah lagi. aku takut kau tambah teramat malu nantinya.* Gumam samuel.
* Tentu saja, apa kau lupa am, aku kan anak kolomerat juga, makanya aku sangat alergi memakai pakaian murahan apa lagi sampai makan makanan di pinggir jalan. beda bangat sama perempuan ini, sukanya makan bakso pinggir jalan. gak level bangat* sombong denada.
*Nona denada yang cantik, anak kolomerat yang banyak duitnya bisa beli makanan mahal, apa anda mengenal siapa sebenarnya anita persinta yang anda sebutkan tadi* Tanya anet yang mulai bosan dengan perdebatan ini. karena mengganggu oengunjung lainnya.
*Hei, perempuan. kau tidak kenal anita persinta ya. kalau begitu kau cek saja sosmed dia sedang viral saat ini, karena kehamilan anak pertamanya. tentinya dia sangat cantik, tidak seperti mu, kampungan.* denada masih belum sadar siapa anet.
*Cukup nona denada, sebaiknya anda pergi dari resto ini, karena anda telah membuat pengunjung di restoku ini merasa tidak nyaman* ucap anet. dan melangkah maju mendekati denada.
*Apa kau bilang ini reato mu, jangan mimpi di siang bolong deh, nanti malam saja ya mimpinya. malu sama matahari* ledek denada.
*Maaf nona, bu anet memang pemilik resto ini* selah salah seorang pelayan yang dari tadi berdiri tak jauh dari mereka.
*Hahaha, jangan membuat lelucuan disini. kau sama juga denga perempuan kampung ini. suka berhayal*
*Sayang, toling KTP dan seluruh kartu nama ku.* ointa anet pada ambran dan ambran memberikan 4 buah kartu kepada anet.
__ADS_1
*Terima kasih sayang* ucapa anet dengan senyum merekah pada ambran. dan ambran mengangguk membalas senyuman sng istri.
*Ini nona, silahkan di cek dan jangan lupa di baca juga dengan sangat baik dan teliti, biar tidak salah paham lagi* 4 kartu itu anet berikan pada denada.
*Anita tekstil*
*Cafe and resto anita*
*Anita butiqeu*
*Milk and cake anita*
Denada membaca satu persatu kartu yang anet berikan dan kartu yang terakhir. *Anita persinta*
*Iya, saya lah anita persinta yang tadi anda banggakan, karena memiliki resto dan butiq yang sering anada kunjungi* ucap anet santai.
*Tidak mungkin, ambran. peremouan ini berbohongkan*
*Dena, kau salah, dia memang pemilik semua itu* ucap ambran dengan senyum meyeringai.
*Ooooooooooooiii*
Semua meyoraki denada. membuat denada semangkin malu dan emosi di ubun ubun. dan meninggalkan resto tersebut.
__ADS_1
*Sudah ku duga, kau akan mendapatkkan karmanya dena, mmm. semoga kedepannya kau lebih sadar lagi* lagi lagi samuel bergumam dan ikut keluar dari resto itu.
Sementara anet dan ambran kembali berpelukan dan mendapat berbagai pujian serta tepuk tangan dari lengunjung resto dan juga staf nya.
Bersambung.....
***Alhamdulillah bisa up lagi.
Terimakasih banyak bmkepada bundsist yang masih setiap sama khayalan autor ini. semoga bundsist semua selalu dalam lindungan Allah ya.🙏🤗
Love you😘😘😘😘
Promosi lagi boleh ya..🤭😁
Follow akun sosmed author ya..
# Tiktok : Ny Prayoga / Deswahshop
#Fb : Destri wahyuni
# Ig : Destrydipra / Deswa
Tinggalkan jekak ya bundsist biar author tau kau kita berteman di noveltoon ini. biar author bisa folback bundsist juga.
__ADS_1
Makasih 🙏🙏***