
* Trus Mas, lanjut cerutain lagi dong, kepo bunda ni.* cicit bunda, paman malah tertawa melihat tingha bunda.
*Trus dia nanyain keberadaan kakaknya dan juga anet, dan pas mas bilang kejadian yang menimpa keluarga kakaknya beberapa lalu, sehingga anet bisa tinggal sama kita. Amel sangat syok mendengarnya. dan dia menanyakan usia anet sekarang, ya mas bilang aja yang sebanarnya kalau anet akan lulus SMA, dan ingin melanjutkan kulaih di kota sesui jurusan yang anet mau ya itu bisnis, dan tanpa sengaja suaminya Amel si dodi datang, dan mendengar pembicaraan mas sama amel, lalu dodi menanyakan nama dan alamat sekolahnya anet, dan kebetulan lagi ternyata sekolah anet adalah salah satu sekolah yang selalu mengajukan siswa yang berprestasi untuk mendapat beasiswa dari perusahaan dodi.
*Ooh gitu ceritanya,* bunda mangut mangut tanda paham.
*Jadi sekarang anet akan tinggal sama amel di rumah mereka kan, bukan di asrama seperti yang di katakan kepala sekolah waktu itu, kali di asrama pasti makan dan waktu istirahat anet tidak akan terjaga dengan baik, apa lagi dia apaling susah bangun pagi .* cicit bunda yang awalnya semangat jadi murung kembali.
* Ya tentu saja, tapi bunda harus janji jangan beritahu anet dulu masalah ini, kita rahasiakan dulu,* perintah paman.
__ADS_1
*Kenapa begitu, inikan kabar baik untuk anet, kenapa menipunya terus menerus, ?! bunda tidak mau menipu anet lagi tentang siapa sebanarnya dia.
Pada saat kejadian malang yang mengakibatkan kedua orang tuanya tiada itu ,anet belum mengerti tentang kehidupan keluarganya. karena yang anet tau saat itu, setiap hari papanya pergi kerja dan mamanya juga sibuk bekerja di cafe cepat saji, anet tidak mengetahui kalau papa dan mamanya adalah pengusaha sukses. setiap pergi dan pulang sekolah anet di jemput supir dan dia bermain dalam rumah bersama pengasuhnya sampai papa mamanya pulang, dan jika weekand terkadang anet di ajak main ke pandai atau ke mall. itu saja yang dia ingat.
*Bukan begitu bun, sebentar lagi usia anet kan 18 tahun, jadi waktu itu lah waktu yang tepat untuk memberi tau dia semuanya, memberi tau seiapa dia sebenarnya, siapa kita dan seperti apa kehidupan keluraga besar kita sesungguhnya..* Paman menjelaskan agar bunda tidak slah paham.
*Huuuu, terserah klian saj lah, pusing dengan rencana klian ink, tapi yang penting sekarang Anak gadia semata wayangku itu aman selama hidup di kota.* jawab bunda.
* Benarkah mas, Ayo sekarang telopon supir suruh jemout kita disini.* jawab bunda semangat..
__ADS_1
*Mmmm ini sudah mau malam bun. besok saja, keaian supirnya jalan malam sendirian, kalau ada apa apa gimana, desa ini jauh loh,* saran paman.
* Ya juga ya, ya sudah terserah mas saja, adduuuhh udah belasan tahun gak pernah nginjak mall dan liburan ke puncak serta pantai, gegara harus acting.* bunda bicara sendiri sambil melangkah masuk ke dalam rumah yang di ikuti paman di belakangnya sambil menggaru tungkuk yang tidak gatal, namun merasa aneh melihat tingkah sang istri.
Tingkat kekepoan binda sangat tinggi ya. Bunda bunda sampai paman geleng geleng gituπ€ππ
Dan ternyata bunda sudah rindu shoping di mall dan pengen hilling jugaa..ππ
Ada yang mau ikut sama bunda shoping di mall dan hilling ke pantai gak ni !?ππ
__ADS_1
Bersambung...