Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 107


__ADS_3

*Mmm, nyesal tadi bilang janji* Ambran merajuk namun enggan melepas pelukannya.


*Hahaha, ada ya pakai acara nyesal gitu* anet meledek.


Pelukan ambran sedikit melonggar, dan dengan cepat anet membalikkan badannya, hendak kabur.


Namun bum sempat melangkah ambran dengan sigap menangkapnya lagi dan kali ini ambran memeluk anet dari depan.


*Ayo, mau kabur kemana ha*


*Sayang lepaskan, aku mau pakai baju dulu, dingin ni* bisik anet di telinga ambran dengan sedikit merengek.


*Kan udah di angatin yank, masa dingin lagi*


*Ya dinginlah, kan belum pakai baju, kalau aku masuk angin gimana*


Ambran melepas pelukannya dan meraih tangan anet.


*Oke, kamu aku lepaskan, tapi aku bantu ya pakaikan bajunya*


*Gak usah, kan aku bisa sendiri yank*


*Ya udah kalau gak mau aku pakaikan bajunya aku peluk aja lagi sampai siang* ancam ambran yang mulai memasang kuda kuda ingin memeluk anet kembali.


*Eeeetttzs, oke kamu boleh bantu tapi jangan ngintip ya*

__ADS_1


*Kalau aku gak kiat gimana pakaikannya* protes ambran.


*Ya udah deh terserah kamu aja. malas berdebat, nanti yang lain pada dengar kamu disini* anet menyerah, dia tahu ambran gak akan melampaui batas nya.


*Gitu dong, kan enak sama enak jadinya* ambran menang.


*Enak di kmu gak di aku* anet memberut.


*Sini mana yang mau di pakaikan dulu*


*ini, ini, ini, dan ini* Anet menyerahkan kacamata, segitiga biru, dan sepasang baju kaos dengan celna joger.


*Siap tuan putri* Ambran menuntun anet ke dekat tempat tidur dan di muali duduk di ujung tempat tidur, sementara anet berdiri di hadapannya.


*Satu lubang masuk, satu lagi sayang* ucap ambran menahan hasratnya melihat kaki jenjang yang mulus tanpa lecet sedikitpun.


*Sayang, aku pakai sendiri aja ya, aku malu* pinta anet, mukanya sudah merah seperti kepiting bakar.


*No sayang* Ambran menaikkan keatas kain mungil itu, dan * sayang gimana cara ngikat tali yang sebelahnya kalau kamu tutup handuk gini, kan aku jadi gak bisa liat* modus ambran.


Aduh, tibet amat dah pakai baju kali ni. jadi nyeaal gak bawa baju dalam kamarandi tadi. batin anet.


Tanpa malas berdebat, anet membuka handuknya dan memperlihatkan tubuh seksi nan menggoda iman itu. ambran meneguk ludahnya kasar melihat kemolekan anet.


*jangan bengok vepat pasangkan, dingin ni* anet membuyarkan lamunan ambran.

__ADS_1


Dengan cekatan ambran memakaikan pakaian anet tentunya harus berperang dengan hasrat dan perasaannya.


Mulai dari memasangkan segittiga, kaca mata, joger dan kaos anet.


*Ok, selesai sayang, gimana aku pandaikan masangin baju kamu* bangga ambran.


*Iya kamu pandai sayang, tapi ini pengait bra ku ko kamu pasang yang paling unung, kan jadi sempit bangat* anet mencoba memperbaiki lagi.


*Oh ya, sini aku perbaiki lagi sayang* Ambran kembali membalikkan badan dan mengangkat baju anet.


* ganti Yang nomor berapa yank,*


*Yang tengah aja deh, itu pas keknya*


*Oke, udah.* Saat ingin menurunkan baju anet, tanpa sengaja tangannya menyentuh buah pepaya mengkal anet.


*Aah, kenyal bangat* batin ambran.


Sebelum anet tau dia sedang menghayal ambran cepat cepat menuadarkan pikirannya. dan mengambil sisir di meja rias.


Anet bagikan boneka saja di perlakukan manja oleh ambran, dan membiarkan ambran membantunya mengeringkan rambut basahnya.


Bersambung.....


Udah mulai memanas ni dua insan...

__ADS_1


__ADS_2