Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 15


__ADS_3

*Apa tujuan mu untuk berkuliah di kota besar seperti ini,? kalau hanya untuk membuang waktu dan menghabiskan uang perusahaan kami, lebih baik kamu kembali saja ke desa, disana kamu akan kami beri modal udaha nantinya.* lagi lagi dodi berkata yang membuat hati anet semangkin tak karuan, ada dongkol, takut dna juga sedih mendengar perkataan tuan dodi.


Hening...


Hanya terdengar bunyi detik jam besar yang terpajang kokoh dan indah di salah satu didnding ruangan yang terdengar.


Namun beberapa detik kemudian. Dengan keberanian yang ntah datang dari mana, anet mengangkat kepala dan berkata * Insya allah saya siap menuntut ilmu di kota besar ini tuan, dan jika tuan tanya alasan saya, alasannya adalah, saya ingin mengembangkan bakat saya di bidang bisnis, saya juga ingin membuat paman dan bunda saya bahagia, karena mereka yang sudah sangat berjasa selama ini dalam hidup saya. selain itu jika saya sudah sukses dan punya perusahaan atau usaha sendiri, saya ingin membuat sebuah panti asuhan yang terletak dalam lingkungan sebuah pesantren.* Jawab anet dengan semangat yang tinggi dan untuk menyampaikan impian dan cita cita mullia nya itu sekaligus.


*Kenapa kamu ingin membangun panti asuhan dan pesantren .* tanya Amel.


*Karena sebenarnya saya ini hanya seorang anak yatim piatu nyonya.* Jawab anet tertunduk dengan mata yang mulai berkaca kaca.


sekretaris dea mendengar ucapan anet lansung merangkul pundak anet dan memeluk anet dari samping. dia merasa salut dengan anet yng memiliki cita cita semulia itu.


asekretaris dea memberi kode kepada amel dan dodi untuk memberi ide agar anet tidak larut dalam kesedihannya.

__ADS_1


Dodi dan amel saling melirik dan mulai tersenyum, tanpa di terlihat oleh anet, karena anet sudah mulai menangis dalam pelukan sekretaris dea, sedangkan dea berusaha menenangkan anet.


*Sudah, jangan bersedih lagi, saya akan membantu mewujudkan impian dan cita cita mu itu.* dodi mulai bersuara kembali.


Anet mengangkat kepalanya melihat dodi dan Amel bergantian, Amel membalas anganggukan dan tersenyum kepada Anet..


Anet berdiri lalu bersimpuh di kaki dodi dan amel secara bergantian. * Alhamdulillah, terima kasih banyak tuan, nyonya, saya janji tidak akan mengecewakan tuan dan nyonya.* anet bersungguh sunggh.


Amel yang tidak menyangka akan sikap anet lansung mengangkat bahu anet dan memeluknya dengan erat.


*Sudah, jangan bersedih lagi ya, semangat dong, masa mau mewujudkan cita cita pakai air mata.* Amel mencoba menghibur Anet. dan melerai pelukan mereka.


*Apakah kalian sudah makan malam .? tanya amel kepada sekretaris dea dan anet.


*Sudah nyonya, tadi sebelum kemari saya sudah makan dan kak dea yang traktir.* anet berkata jujur dan dea hanya tersenyum bangga.

__ADS_1


*Oh ya, tumben kamu baik de. *ucap dodi. yang di sertai tawa amel.


yang di tertawakan hanya memasang bibir bebek angsa (Lagu kali thor potong bebek angsa🤭😁).


*Ya sudah sekarang klian istirahat sana, kan pasti capek abis jalan jauh.* printah dodi dan di angguki oleh amel.


*Aku mau ke minimarket bentar mau beli cemilan dan ramen buat stok di kalau lapar tengah malam.* ucap sekretaris dea.


Anet merasa bingung dengan sikap sekretaris dea yang sepertinya sudah sangat dekat sama keluarga Tan ini, karena bicaranya seperti anak dan orang tua saja.bahkan tuan dan nyonya tan ini memanggilnya dengan sebutan nak. tapi anet tidak mau berpikir macam macam, mungkin karena sekretaris dea ini orang kepercayaan tuan dan nyonya tan saja.


Tuan dodi berdeham dan menatap dea dengan tajam.


Bersambung...


**Kira kira sekretaris dea takut gak ya sama tuan dodi, kan udah di tatap sadis..

__ADS_1


Trus perasaan anet bagaimana ya melihat tuan dodi begitu pada dea ???


ada yang tau** ??!


__ADS_2