
*Mam, dosaku terlalu banyak ya, sampai harus menderita seperti ini* tanya sella.
*Semua umat pasti berdosa sel, sudah kamu istirahat saja, mami mau beli makan ke luar sebentar*
Sella mengangguk dan menatap kepergian sang ibu dengan berlinang air mata.
Sejak dua bulan lalu dirinya hanya bisa berbaring saja tanpa bisa menggerakkan seluruh tubuhnya, untuk ke kamar mandi saja sella tak mampu.
*Ya tuhan, maafkan semua salah dan dosaku* lirih selah sambil menatap langit langit kamar rawatnya itu.
*Permisi nona, sekarang kita siap siap ke ruang operasi ya* (Pakai bahasa inggris)
Sella hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Namun sebelum sang suster lain datang untuk mendorong tempat tidur semoit nya, sella meminta sesuatu pada snag perawat.
*Sus, boleh pinjam ponsel mu,*
*Oh, ini nona, silahkan* ujar sang suster lalu melanjutkan pekerjaannya.
*terima kasih* ucap sella. suster itu pun tersenyum.
Sella mulai membuat sebuah vidio, dan tanpa ada rasa malu di hadapan sang perawat itu.
__ADS_1
Perawat itu pun mungkin sudah terbiasa jika menangani dan mengadapi pasien seperti sella sekarang ini.
*Nona, ini kertas sama pulpan nya mau di pkaai lagi, kalau tidak akan saya lembalikan di laci loker* tanya sang suster saat sella membuat vidio dirinya. sella hanya menggeleng saja, dan melanjutkan kegiatannya.
Selesai membuat vidio sella mengembalikan hp itu ke pemiliknya, dan berpesan jika terjadi sesuatu padanya nanti suster tersebut bisa memberikan rekaman itu pada keluarganya.
...----...
Di salam ruangan operasi para dokter ahli beda ternama sedang berusaha keras untuk membantu kepulihan sella.
5 jam berlalu, lampu tanda operasi berjalan pun mati, orang tua sella yang duduk di kursi tunggu dengan cemas berdiri melihat lampu itu padam.
Tak lama seorang dokter keluar *Bagaimana kondisi anak saya dok* tanya papi sella.
Sementara mami sella mulai lemas dan merosot terduduk di lantai rumah sakit.
*Mam, jangan begini, sella anak baik, dia pasti akan berasa di surga*
*Papi, maafkan aku, ini semua salah ku, aku tak bisa menjadi ibu yang baik utuk anak kiat, aku terlalu memberikan nya kebebasan, sehingga dia memilih jalannya sendiri dan sekatang kita kehilangan dia untuk selamanya, ini salah ku, salahku* ratap ibu sella menyalahkan dirinya sendiri.
Papi sella memeluk sang istri dan ikut menangis *Ini bukan salah mu, ini bukan salah siapapun, tapi ini jalan takdir anak kita*
Setelah semua proses pemakaman sella, papi dan mami sella ingin pulang ke rumah mereka, namun seorang perempuan memanggil mereka berdua.
__ADS_1
*Maaf tuan nyonya, saya menggangu* ucap wanita itu.
*Ya, ada yang bisa kami bantu nona* tanya papi sella.
*Kenalkan saya suster yang bekerja di rumah sakit dimana nona sella di rawat, saya mau memberikan ini* suster tersebut meberikan sebuah plasdisk pada papi sella.
*Ini apa,*
*Tuan liahat saja sendiri nanti, saya hanya menyampaikan pesan nona sella sebelum dia operasi* ucap sang suster.
*baiklah, terima kasih banyak sudah membantu kami merawat putri kami selama ini, maaf jika dia ada salah* ucap papi sella lagi.
*Sama sama tua, saya permisi* suster tersebut lergi meninggalkan orang tua sella.
Bersambung....
***Kira kira sella bikin vidio apa ya, ?
Btw, anggap aja akhir kisah sella pakai bahasa inggris ya, karna jujur author gak pandai bahasa inggris🤭🤦♀
Dan bagi yang tanya kenapa kisah sella di hilangkan, karna author masih punya banyak pengganti sella😂😂
Jadi bundsist tenang aja ya...
__ADS_1
love you bundsistku semua, bagi yang baru mampir semoga suka ya dengan kisah ini***.