
Di sepanjang perjalanan dinda hanya merengut karena samuel membuat nya penasaran berat tentang hadiah apa yang akan dia berikan nanti.
*Loh, kok gak belok. kan kita mau pulang beb* protes dinda tambah kesal pada sam.
*kata siapa aku mau antar kamu pulang* samuel sengaja membuat dinda tambah kesal, karena menurutnya muka dinda sedang kesal sangatlah lucu.
*Iiiiiizzz, menyebalkan* Dinda semangkin merengut, dan melihat ke arah jendela samping.
*Mau kemana sih ini, dari tadi gak nyampe nyampe, lagian sebesar apa tu hadiah sampai pantat aku harus pegal gini di mobil* gerutu dinda pelan, namun masih terdengar oleh sam.
*Jangan mengutuk bebz, nanti kamu akan nyesal udh ngutuk aku pas lihat hadiahnya* sam bukan nya marah malah hanya menggeleng dan tersenyum.
*Tau ah, capek. mending tidur.* Dinda mulai memejam kan matanya. sam hanya diam saja tak menanggapi lagi.
*
*Bu, ibu. kak sam bilang mereka akan sampai bentar lagi, ayo cepat kita sembunyi* triak adik bungsu dinda yangvbaru saja mendapat pesan dari samuel.
*Ngapain sembunyi sih dek, kan lampunya di matiin juga, gak akan kelitan kitanya dalam gelap kok* protes adek pertama dinda.
*Hehehe, iya juga ya kak.* adek bungsu malah cengengesan.
*Sudah jangan berdebat lagi, cepat matikan lampunya. dan mbak dan abang abang semua udah siap kan* tanya ibu dinda pada pekerja yang ada di dalam ruangan tersebut. semua mengangguk tanda siap.
Tak lama mobil yang di kendarai sam sampai di depan sebuah rumah minimalis, dua lantai yang terletak di pemungkiman warga yang mayoritas petani.
*sayangku, bangun, kita udah sampai* ambran mencoba mbangunkan dinda.
__ADS_1
Dinda mengeliat dan menyucek mata nya.
*Udah sampai ya, mmmm. Adem bangat pemandngannya* dinda kagum dengan pemandnagan sekitar nya.
*Eh, kita dimana, dan ini rumah siapa* tanya dinda baru sadar.
*kamu suka beb,* tanya sam setelah mereka sudah keluar dari mobil.
*Mmm, suka bangat. disini segar dan nyaman bangat* ucap dinda merentangkan tangan nya menghirup udara segar.
*Ini rumah siapa sih* lagi lagi dinda penasaran.
*Masuk aja dulu yuk, nanti kamu juga bakalan tau ini rumahnya siapa* ajak samuel.
Setelah daun pintu terbuka lebar, isi rumah nya terlihat gelap. tak ada cahaya sedikit pun. membuat dinda membalikkan badan ingin melangkah keluar karena takut.
*aku takut gelap, kalau ada hantu gimana*
*Hahaha kalau takut tutup aja mata mu beb*
Dinda menutup matanya dan mulai melangkah mengikuti tuntunan samuel.
Setelah melangkah beberapa langkah mata dinda terbuka dan lampu menyala dengan terang.
*Taaraaaaa* suara ibu, adik adik dinda.
*Ha. kok ibu disini, klian juga.* dinda semangkin bingung.
__ADS_1
Adik bungsu membuka tirai yang ada di belakang mereka, dan dinda di tuntun lagi ke arah tirai, persis berdiri di depannya.
*1,2,3* triak adek tengah.
HBD Adinda ke 25 tahun.
Dinda tertegun melihat tulisan ucapan untuknya. seumur hidup baru pertama kali ulang tahunnya di rayakan. biasanya hanya ucapan dan kue buatan ibu yang menemani.
Dinda menangis haru memeluk ibunya. Dan tak lama sam membawakan sebuah cake ulang tahun.
Setelah meniup dan menyuapi cake ke ibu, samuel dan adik adiknya, dinda mendapat hadiah dari ibu dan adik adik nya. tak lupa sebuah kejutan lagi dari samuel.
*Aku punya hadiah untuk mu beb, semoga kau menyukainya* samuel memberikan sebuah kotak kecil.
*Terima kasih, apapun isi nya aku akn menyukainya, kecuali isinya membahayakan keselamatan ku. aku akan buang* ucap dinda jujur dan bahagia mendapat hadiah dari samuel.
*Buka buka buka buka* sorak adik adik dinda dan para pelayan yang ada disana. dinda membuka kotak tersebut.
*Kunci, kunci apa ini* tanya nya bingung sambil memegang kunci itu.
*Itu ada surat nya kak. baca dong, jadi kepo* Ucap si bungsu antusias sekalian penasaran.
***Bersambung...
Assallamulaikum bundsist, maaf beberapa hari gak up, karna sibuk ngurus kerjaan kantor.
Dan bab ini kita gak bahas anet dan keluarga nya ya. karna kita habiskan kisah dinda dulu, biar gak bingung nantinya dengan alur ini.
__ADS_1
Terima kasih banyak masih setia sama author ya. n love you😘😘😘😘***