
Hari Adalah hari pertama anet bekerja di perusahaannya sendiri sebagai Kepala divisi bagian bahan expor inpor.
Dan nanda yang akhirnya menjadi sekretaris paman jo, tentu saja anet yang memintanya pada paman jo. karena nanda memang sangat berkopeten dalam bidangbitu, walaupun masih kuliah semseter akhir.
*Oke, mari kita mulai penyamaran kita. dan semoga tak ada yang mengeahui siapa aku sebenarnya* ucap anet menyemangati diri nya sendiri.
Anet berangkat ke kantor meniki motor metik berwarna biru muda dengan helm senanda.
Hal ini agar tak menimbulkan rasa curiga karyawan yang lainny.
Sesampai di parkiran kantor, Dinda sudah setia di menunggu di motor metik barunya, tentu saja motor itu hadiah dari paman jo. karena sudah bekerja dengan sangat baik selama 6 bulan ini sebagai sekretaris paman jo, dan jika paman jo tak dapat menghadiri rapat penting pemenang tender, dinda lah yang akan menggantikannya dan selalu berhasil memenangkan tender tender besar.
*Aneeeett, aaah rindu* Dinda sangat antusias menyambut kedatangan shabat sekaligus wanita yang suah sangat berjasa dalam hidupnya itu.
Anet berlari kecil dan memeluk dinda *Kau kalau ke kantor emang gini ya gayanya* tanya anet setelah melepas pelukan dinda dan menelitih setiap inti penmpilan dinda saat ini.
*Iya, aku punya pakaian yang murah murah saja, kalau beli yang mahal sih sayang duitnya. lagian ini juga bagus kok menurut ku sih* beber dinda.
*Aiiiz,, kau ini, aku bukan nya menyalahkan pakaian mu, malah aku takjup bangat sama kamu, stile mu oke juga. dan ini bisa mengalahkan stile anak Citayam loh.* ucap anet.
__ADS_1
*Hahaha kau selalu bisa buat aku melayang ya,*
*Ayo masuk, aku anta kau ke ruangan mu* ajak dinda dan di angguki anet.
Saat Anet dan dinda masuk ke dalam kantor berpapasan dengan banyak karyawan, ada yang baru datang. ada pula yang sudah hilir mudik menjalankan pekerjaan masing masing.
Anet memperhatikan satiap senyum setiap orang yang menyapa dinda dan juga dirinya, banyak yang terlihat senyum mencemooh kepada dinda dan ada pula senyum yang tulus untuk dinda.
Beruntung Anet suka membc buku buku tentang observasi bahasa tubuh, sejak dia kelas 1 SMP dulu. dan pernah menjadi informan kepala sekolah SMP tentang penggelapan dana sekolah waktu itu.
*Din, kau nyaman kerja di sini kan* tanya anet pada dinda.
*Mm, tentu saja, aku sangat beruntung bisa bekerja di sini, karena selain bosnya baik dan cantik, gaji ku juga lumayan besar, di tambah lagi bonus dari paman jo kalau aku bisa menang tender besar*
*Sudah ah. tadi semangat bagat pas awal cerita, mengikat dewa malah semangatnya. eh sekarang kok melempem kek kerupuk di siram air.*
*Ini semua rezeki dari tuhan din, kau tau bukan aku dulu juga sepertimu. bukan kah rezeki itu titipan dari tuhan, jadi kami yang Alhamdulillah di berikan rezeki sedikit berlebih dari mu, wajib membantu mu dn teman kita yang lainnya.* jelas anet.
Dinda lansung memuk anet, dan anet mebalas pelukannya. *Hemm, kalau mau curhat, bukan sini tempatnya, dasar orang susah* ucap seorang wanita yang mungkin 3 tahun lebih tua dari anet dan dinda. Anet melepas pelukannya pada dinda.
__ADS_1
*Maaf buk, dia teman kampus ku, kami lama tidak bertemu, ternyata hari ini dia bekerja disni juga* jelas dinda pada sang atasan.
*Bukan urusan saya, sekarang kamu kembi ke ruangan kamu* dinda meangguk patuh.
*Dan kamu, siapa nama mu*
*Anet bu, saja pengganti kepala devisi expor infor yang kemarin risein* Jawab anet sopan, walaupun wanita tersebut terlihat seperti merendahkannya.
*Oh, ruangan mu sebelah sana, bekerja yang jujur, dan jangan pernah mengurusi pekerjaan orang lain.*
*Baik buk, saya permisi* Anet berbalik badan dan baru beberapa lngkah wanita tadi memanggilnya lagi.
*Hey kau, tunggu dulu.* Anet berhenti dan wanita itu menghampirinya.
*Cincin mu dan kalung mu bagus, dimana kau mencurinya, uuplz sorry, maksud ku kau tak akan mampu membeli barang mewah dan mahal seperti itu, secara kau kan hanya orang...* wanita itu menganggung ucapannya dan memandang remeh anet.
*Oh ini, ini hanya mitasi yang saya beli di lasar buk, hanya seharga dua mangkok bakso, tapi kalau ibu mau, ini ibu ambil saja, nanti saya bisa beli lagi* anet bicara sambil ingin melepas kalung pemberian almarhum ibunya, dan cincin pemberian ambran.
* Yoeu, gak level bangat make mitasi gitu, bisa gatal kulit ku nanti* Wanita itu merasa jijik dan pergi meninggalkan anet begitu saja.
__ADS_1
*Kau target pertama yang akan ku awasi nona* gumam anet seorang diri.
Bersambung.....