Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 145


__ADS_3

*Kurang ajar, gara gara kecerobohan si sablak itu, aku jadi harus meringkuk di sini*


*Awas saja kau anita dan kau juga ambran, akan ku balas semua perbuatan kalian ini*


Bukannya sadar akan kesalahannya, denada selalu saja mengutuki ambran dan anet.dan tak pernah terima di hukum negini.


*


Sementara di sebuah tokoh buah. Dinda sedang memilih beberapa jenis buah untuk di bawa ke rumah anet, Rencananya mereka akan menghabiskan waktu libur ini untuk berkumpul bersama, tentu saja seluruh anggota keluarga anet dna ambran juga akan ikut bergabung.


Saat akan mengambil buah melon, tanpa sengaja jemari dinda berhimpitan dengan jemari seorang pria tanpan.


*Maaf, nona saja yang ambil, saya ambil yang ini saja* ucap pria tersebut.


*Ah, untuk anda saja tuan, tidak apa*


*No, sebagai seorang pria sejati tidak akan membuat seorang wanita kecewa, eh gak nyambung ya* ucap pria tanpan itu sedikit grogi.


*Hahaha, anda garing sekali tuan, baik lah jika anda memaksa, maka akan ambil melon ini.* dinda mengambil buah tersebut dan memasukkannya ke troli.

__ADS_1


*Dan, terima kasih tuan sejati haha* sambung dinda dan mendorong troli nya ke meja kasir.


*Dasar wanita comel* gumam pria itu sambil tersenyum.


*Tapi kok rasanya ada yang aneh ya di tubuh ku, kenapa aku jadi sangat kagum dengan kecantikan wanita tadi, dan jantung ku, kenapa kau berdetak begitu kencang* gumam nya lagi.


Saat di kasir, dinda sudah selesai dengan kegiatan bayar membayar nya dan sudah siap akan menuju rumah sahabatnya sekaligus bosnya. bersama dua adik dan ibunya juga..


Sayangnya saat di pertengahan jalan. mobil dinda tiba tiba mogok.


*Eeh eh, kok mati gini*


*Coba cek minyaknya kak*


*Aduuh, mana mungkin habis bensin, kan tadi kita udh isi bensin di spbu, trus seminggu lalu mobilnya juga batu di servis* omel dinda yang kesal karna di sudutkan.


*Klian berdua turun, coba dorong dulu mobil nya. ibu duduk aja di dalam* perinta dinda pada dua adik comel nya.


*Apaaaa, kok kita jadi kena getahnya sih kak* adik dinda nomor dua

__ADS_1


*iya, kan ini panas kak, kita pesan aja taxi online, dari pda dorong* jawab adek dinda paling kecil.


Karena tak ada yang mau turun dan mendorong mobil, mau tak mau dinda memesan taxi online, namun belum sempat memencet aplikasinya, sebuah mobil berhenti di depan mobil nya.


*Mobil siapa yang berhenti tu* adik dinda mulai khawatir.


*Iya, lihat baju nya hitam hitam lagi, topi nya juga hitam, kaca matanya pun sama. aduh malah ini jalan sunyi lagi* dinda juga ikut ketakutan melihat seorang pria berkostum serba hitam itu berjalan menuju mobil nya.


*Sudah, jangan cepat berparasangka buruk dulu, mana tau dia orang baik* tengah ibu dinda agar anak anak nya tidak terlalu panik.


*Tok, tok, tok, nona bisa buka kaca mobilnya* triak pria tersebut.


Dinda awalnya ragu, namun ibunya mengangguk tanda setuju. dan akhirnya sedikit kaca mobil di buka.


*Maaf, kenapa dengan mobil mu nona* tanya pria tersebut.


*Gak tau kak, tiba tiba mati dan gak bisa di idupin lagi* jahut dinda.


*Tunggu, kau yang tadi di swalayan ya* tanya pria itu lagi. dan membuka topi hudy dan kaca mata hitam nya.

__ADS_1


*Kak melon*


Bersambung.....


__ADS_2