Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 47


__ADS_3

anet mencari nama kontak ambran di Hp nya dan menekan tombol memanggil di layar benda pipih itu.


tak butuh waktu lama ambran mengangkat nya . *Ya hallo, mengapa menganggu tidurku, ini masih tengah malam. bahkan Mataku ini baru saja terpejam* ucap ambran dengan suara serak khas bangun tidur. dia belum sadar siapa yang menelponnya.


*Assallamualaikum kak, maaf mengganggu tidurnya* ucap anet jadi tak enak hati. Namun ambran lansung duduk mendengar suara gadis yang dia bayangkan sebelum tidur tadi.


*Dek Anet, ada apa tumben nelpon malam mamal gini* tanya ambran.


*Kak, kak dea pinsan, bantu kami kak,* ucap anet yang mulai terisak.

__ADS_1


*Astaga, apa yang terjadi padanya. kenapa bisa pinsan begutu* ambran ikut panik mendengar dea pinsan.


*Aku juga tidak tau, pas buka pintu kamar kak dea udah pinsan duluan* anet sudah menangis kesugukan.


*Ya tuhan, ok, sekarang juga aku akan kesan. kabari pak satpam buat buak pagarnya.*Ambran lansung mematikan sambungan telponnya. lari ke kamar mandi, setelah itu, mencari jaket serta meraih dompet dan ponselnya yanga da di nakas.


Tak butuh lama, Ambran sampai ke rumah keluarga tan dengan berlari, pak satpam mengantarnya ke kamar anet. Ambran berdiri depan pintu kamar anet, hatinya teriris melihat anet yang sedang menangis sesugukan sambil memegang tangan dea yang terbaring lemah. Pak satpam menyadarkan Ambran *Ayo den masuk* ajak pak satpam. *Ah iya pak, Assallamualaikum* ucap ambran dan melangkah mengikuti pak satpam.


Ambran menggendong dea dan membawanya ke teras depan. di sana susah tersedia yang biasa dea pakai untuk berpergian. Anet membawa tas bahu yang biasa di pakai oleh dea saat kek kampus tadi pagi, tas tersebut anet temui di atas nakas dalam kamar dea, anet berpikir isi tas tersebut pasti barang penting dea, dan juga anet memasukan hp dea ke dalam tas itu.

__ADS_1


*Dek, buka pintunya, dan masuklah duluan, agar kepala dea bisa kau pangku*Ucap ambran pada anet. Anet mengangguk dan mengikuti ucapan ambran. saat dea sudah di dalam mbil bibi datang membawakan selimut untjk menutupi tubuh dea yang masih belum sadar itu.


Dalam perjalanan ke rumah sakit anet terus saja mencoba menyadarkan dea, tapi dea tetap setia dengan pinsannya. *Kak, bangun kak. jangan buat anet takut* kata itu berulang kali keluar dari mulut anet. Ambran hanya diam dan memperhatikan nya dari spion depan mobil itu. dalam hati ambran berkata *Kau benar benar wanita yang lembut dek, rasa sayangmu pada dea begitu besar, padahal klian tak sedarah.* Ya ambran sudah tau apa hungungan dea dan anet sebenarnya dari roby sahabatnya. katena dea sendiri yang bercerita pada roby tentang semua itu.


Sesampai di rumah sakit, dea lansung di bawa ke IGD oleh para perawat dan dokter, semntara dea dan ambran menunggu di ruang tunggu depan IGD dengan cemas, bagaimana tidak, dea sudah hampir 45 menit di dalam sana. dan tak ada satupun yang keluar dari ruangan itu. Ambran meraih tangan Anet, *Sabar ya, doakan saja yang terbaik buat dea,* ucap ambran, anet hanya mengangguk lemah. tak lama kemudian toby datang dengan nafas tersenggal, sejak mendapat pesan singkat dari Ambran tadi pikirannya kacau dan panik memikirkan dea sang kekasih hati.


**Bersambung.....


Jangan lupa koment nya bundsist. selamat pagi selamat beraktifitas. di hari kamais manis ini๐Ÿ˜†

__ADS_1


luve you bundsist๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


__ADS_2