Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 130


__ADS_3

Semenjak kejadian di kantor anet beberapa waktu lalu, denada selalu berpikit keras untuk memisahkan ambran dengan anet.


*Aku harus memisahkan perempuan itu dari ambran*


*Lagian apa spesialnya perempuan itu di mata ambran, cantikan aku juga kemana mana. tubuh juga seksian aku*


Denada berdiri di depan kaca lemari yang ada di kamarnya sehingga memantulkan dirinya sendiri.


Setelah puas memuji diri sendiri tiba tiba dia memiliki sebuah ide untuk memisahkan anet dan ambran


*Aku memang cerdas dan selalu begitu selamanya* ucap denada setelah mendapat ide nya, dan menghubungi ambran.


tuuuutt..


tuuuuuttt...


*Ayo mbran angkat telponnya* anolog denada.


Di rumah nya, Ambran sedang membantu anet menyiram bunga di halaman belakang.


*Sayang, hp mu bunyi* tiak anet yang mendengar dering ponsel suamin nya yang di letakan di meja yang terbuat dari besi dan berukiran sedemikian rupa di samping kolam renang.


*Iya sebentar sayang* Ambran mematikan kran air dan mengambil ponsel nya.


*nomor baru, siapa ya* ambran bicara sendiri.


*Siapa yank, kok gak di angkat* tanya anet yang masih sibuk membersihkan rumput yang tumbuh dalam pot bunga.

__ADS_1


*Nomor baru yank, udah biarin aja. mana tau hanya menawarkan pinjol* ambran meletakkan kembali hp nya di meja. dan ingin kembali melanjutkan kegiatannya sore ini.


Namun baru beberapa langkah hp nya kembali berbunyi. mbuat langkahnya terhenti dan kembali merai ponsel nya.


*Sudah anggat saja. mana tahu penting* ucap anet sedikit berteriak karena bicara sambil menjauhi ambran.


*Iya baik la nyonya bos*


Ambran menggeser layar berwarna hijau di benda pipih itu.


*Halo, assallamulaikum*


*Waalaikum salam, mbran ini aku dena, bantu aku mbran, apertemenku di rampok. aku sangat ketakutan mbran.*


*Apa, apertemen mu di rampok, siapa yang merampok* tanya ambran kaget.


*Mana aku tahu, tadi aku ke luar sebentar cari makanan, pas pulang udah berantakan dan perhiasan ku sudah tidk ada di tempat nya*


*Siapa sayang,*


*Denada, apertemen nya kemalingan*


*Kok bisa kemalingan, emang gak di kunci ya* tanya anet penasaran.


*Ntah la. katanya tadi dia pergi cari makan lupa kunci pintu apertemennya. trus pas pulang apertemwnnya sudah kacau balau dan perhiasannya juga hilang* Jelas ambran pada sang istri.


*Sini biar aku yang bicara padanya* ambran memberikan ponselnya pada anet. dan anet menghidupkan speaker hp ambran.

__ADS_1


*Halo dena, ini aku anet.*


*Anet, aku kemalingan, bantu aku* denada berekting.


*Apa saja yang hilang dena, kau tidak apa apakan, kau aman kan* tanya anet yang mengikuti ekting denada, karena merasa ada yang aneh dengan denada.


*Aku baik baik saja, tapi apertemen ku berantakan dan perhiasan ku juga hilang*


*Ya sudah, sekarang kau tenang dulu ya. nanti kalau sudah tenang kau rapikan kembali apertemen mu, dan masalah perhiasan yang hilang. nanti bisa kau beli lagi ke tokoh perhiasan dengan model yang sama dan atau kau juga bisa ganti model dengan yang baru* tutur anet. dan ambran merasa istrinya sedang mengerjai denada.


*Kau bukannya simpati malah menasehatiku, dasar wanita kampung* umpat denada di seberang sana.


*Iya, aku emang wanita dari kampung, tapi aku tak sebloon diri mu dena. sudah ya, kami sedang sibuk. Assallamualaikum* Anet mematikan sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban denada.


*Sayang, kau mengerjai dena ya* tanya ambran sambil memeluk istrinya.


*Sayang, aku hanya kasih saran aja kok*


*Lagian mana mungkin apertemen elit bisa kemalingan, itu namanya sama dengan malingnya cari mati* sambung anet.


*Maksud mu sayang, aku tidak paham*


*Pak CEO ambran. di apertemen elit itu keamanannya terjamin, karena di setiap sudut di pasang cctv. kecuali di dalam apertemen nya. karna itu bersipat privasi yang punya apertemen.* anet menjelaskan panjang lebar agar suaminya mengerti.


*Sudah ayo mandi, udah mau magrib.*Sambung anetmelepas pelukan suaminya dan melangkah ke dalam rumah.


Sementara ambran masih memikirkan penjelasan istrinya barusan.

__ADS_1


*Iya juga ya, di rumah ini saja pakai cctv, apa lagi di apertemen elit seprti punya dena, tapi kenapa dena bisa kemalingan lagi ya. aaah jadi bingun aku mikirin nya.* Ambran melangkah kedalam rumah sambil menggaruk kepalanya sendiri tanpa ada rasa gatal yang menyerang.


Bersambung.....


__ADS_2