
*Anet, kenapa kau diam saja sejak kita meninggalakan rumah mu, apa kau belum siap untuk melanjutkan impian mu ?.* Tanya sekretaris des.
*Ah bukan begitu kak dea, Aku hanya teringat kejadian beberapa tahun lalu saja.* Anet menjawab dengan senyum manis di bibirnya.
*Apakah aku boleh mengetahui kejadian apa itu, bukan apa apa, sepertinya kau sangat misterius di mataku, begitu banyak yang ingin ku tanyakan pada mu sebenarnya, tapi jika kau tak ingin menceritakannya juga tidk masalah. is ok wae.* setretaris dea tersenyum dan terdengar lucu di ujung ucapannya, seperti lagu saja bilang IS OK WAE🤭😁
Flashback...
*Mamaaaaa awaaaaasss.*
Anet berteriak sekuat mungkin, namun apa daya tubuh nya yang mungil dan teriakannya yang tak begitu kuat terdengar dari kejauhan, di tambah lagi hiruk pikuk ramainya jalanan pada saat itu. tak mampu menyadarkan sang ibu bahwah ada bahaya yang akan menimpanya.
__ADS_1
Ya, sang ibu ingin menjemput anet di sekolahnya, namun karena jauh jika putar balik, maka mama nya memutuskan untuk berhenti dan parkir di depan sebuah tokoh yang kebetulan tutup pada saat itu, dan berniat untuk menyebrang saja ke sekolah anet. namun saat mama ingin menyebrang sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi dan naas tak dapat terelakkan lagi, mama anet terbentur dan terpental sejauh empat meter akibat tabrakan mobil tersebut.
Semua yang yang berada di pinggiran jalan itu sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi, tak terkecuali Anet yang dengan jelas menyaksikan sendiri kejadian tersebut di depan matanya.
semua orang berkerumun melihat korban tabrak lari itu, badan anet yang mungil mencoba menerobos gerumunan irang dewasa dengan susah payah, ia menangis dan saat mendapatkan tubuh mamanya sudah terguling tak berdaya di aspal anet lansung memeluk dan mencium ibunya dengan isakan dan terikan yang menyayat hati bagi siapa saja yang melihat nya. baju seraga yang berwarna biru muda itu pun habis terkena noda darah sang mama.
*Mama, mama, buka matanya, kenapa mama tidur dari tadi, anet udah sama mama, ini darah di kepala mama banyak sekali, ayo ma bangun.* Anet menggoncang goncang tubuh sang mama, memeluk dan mencium pipi sang mama.
sesampai nya di rumah sakit, para dokter dan suster itu lansung membawa mama anet ke ruanga dan memeriksa nya.
*Bu guru, apakah mama anet sakitnya parah, kenapa mama anet berdarah banyak begitu* anet bertanya kepada buk kepsek.
__ADS_1
*Tidak sayang, mama anet tidak apa apa, sekarang kita berdoa saja ya, biar mama anet cepat sehat.* bu kepsek mencoba menenangkan anet, dan memberikan pelukan hangat pada anak berusia 5 tahun itu.
Tak lama kemudia Ayah anet datang dengan sedikit berlari, dia menemukan anet sedang menangis sesugukan di pelukan bu kepsek. dengan pakaian yang penuh bercak darah.
Ayah anet tau kecelakaan ini tetjadi karena buk kepsek memerintahkan kepada salah satu guru anet untuk mengabari ayah nya anet bahwa mama anet mengalami kecelakaan.
*Anet sayang.* Papa mulai berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anet yang duduk di kursi tunggu itu.
*Papaaaa....* Anet masih mennagis kesugukan lansung berdiri dan memeluk sang papa.
Bersambung....
__ADS_1