
Setelah makam malam usai, Dodi meminta semua penghuni rumah untuk berkumpul di ruang keluarga termasuk ART dan juga satpam serta para supir pribadi keluarga Tan.
Setelah semua berkumpul, dodi lansung bicara dengan tegas *Seperti yang kita tau, di rumah ini ada tamu, tapi saya tidak mengganggap nya seorang tamu.* dodi menatap anet yang duduk di depannya dengan seksama.
*Ya tuhan, apakah aku membuat kesalahan, sehingga om dodi meminta semua berkumpul dan sekarang menantapku seperti seorang pencuri* Batin anet.
*Dia susah saya anggap anak saya sendiri, dan kalian semua bantu dan perlakukan sama seperti kalian memperlakukan dea.* lanjut dodi.
*Ha ? apakah ini mimpi, akukan orang baru di rumah ini, kenapa secepat itu mereka percaya kepadaku. dan kak dea ? dia kan cuma sekretaris di keluarga ink, tapi ternyata mereka juga sudah menggapnya seperti anak sendiri.* lagi lagi anet tak percaya dan hanya bicara dalam hati nya sendiri.
*Dan kamu anet, kamu jangan pernah sungkan untuk meminta bantuan kamindi rumah ini, katakan jika ada masalah, jangan kamu pendam sendiri, disini kami yang akan menjadi orang tua mu. jadi kami bertanggung jawab atas dirimu, apakah kamu mengerti dengan uang om katakan ini .? tanya dodi.
__ADS_1
*I iya om, anet ngerti, sebelum nya tetima kasih banyak atas semua kebaikan om, tante dan kak dea, tapi anet merasa anet sudah sangat menyusahkan kalian disini, anet juga dri kampung, dan maaf, kita belum saling kenal lebih jauh satu sama lainnya. apakah om dan tante tidak takut kalau anet akan membuat malu keluarga ini atau pun berbuat jahat kepada om dan tante ? Tanya anet sedikit takut dan menundukkan kepalanya.
* Jika saya sudah berkata seperti ini, maka saya sudah sangat mempercayai kamu, terkait rasa takut saya ataupun istri saya apabila suatu saat kamu menghianati kepercayaan kami. itu kita pikirkan lagi nanti.* Tegas dodi yang di angguki oleh amel.
*Dan buat semua yang bekerja kepada kami di rumah ini, kalian layani anet dengan baik ya, dia juga mahkota untuk kami sama seperti Dea.* tambah Amel.
*Baik nyonya* jawab semua pegawai bersamaan.
*Ded, Ah tuan, saya ingin bertanya, mobil baru di depan itu untuk siapa, Apakah untuk menambah koleksi lagi * tanya dea pada dodi.
dea hampir keceplosan untung amel segera melotit padanya, jika tidak tamat susah sandiwara meraka.
__ADS_1
* Ah iya hampir saya lupa, itu mobil untuk adek baru mu ini, nanti kamu ajak dia ke tempat kursus mengemudi. dan untuk sementara waktu sebelum dia pandai mengemudi dan memiliki sim. dia akan di antar supir.* jawab dodi.
*Kan supir di rumah cuma ada dua, satu untuk nyonya bawel, satu lagi untuk tuan tegas.* Protes dea menyeleneh.
Anet yang mendengar dea hanya bisa terkejut dengan sikap dea dan juga mengundang banyak tanya di benak nya, namun lagi lagi dia tak mau terlalu ikut campur dan banyak tanya. takut salah dan akan mengundang malasah.
*Dea kamu itu ya, saya potong uang jajanmu selama 1 tahun.* ucap amel yang sudah melangkah dan menjewer dea gemas namun tetap membuat telinga dea memerah.
Ni bocah mulutnya benar benar ya, udah lah sering keceplosan, ngasal, kocak juga. hadeee🤦♀🤦♀
Bersambung..
__ADS_1