
Sang surya berada tepatbdi atas kepala, seorang gadis remaja berseragam putih abu abu sedang mengupat sendiri di pinggir jalan yang tak terlalu ramai, mungkin karena cuaca yang sedikit terik membuat penduduk bumi enggan untuk keluar dari balik atap rumah mereka.
*Aaah, sial bangat sih, baru juga happi bisa pulang cepat, malah mogok ni mobil, gak ada ojek lagi. ini juga matahari, kok pakai terik segala. bisa belang deh ni muka sama badan* upat sang gadis kecil itu sambil menyender di depan mobilnya.
-
Saat ini dalam mobil sedannya anet mendengarkan lagu slow namun dengan volumen rendah, renacana nya saat ini dia akan berkunjung ke rumah bunda yang ada di kota, kebetulan jam kuliahnya sudah selesai dan bunda juga sudah mengirim alamat rumahnya melalui chat whappsap.
Dengan bantuan google map, anet melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun, saat di perjalanan ke rumah bunda, anet melihat seseoran di pinggir jalan sedang duduk di bibir trotoar dengan selonjoran, tak jauh dari gadia itu ada sebuah mobil terpakrkir rapi di atas kepalanya ia tutupi dengan blezer pink motif. Anet menepikan mobilnya tepat di depan mobil yang terparkir.
*Hay dek, kenapa dengan mobilmu* tanya anet yang bicara sambil melangkah ke arah gadia tanggung itu.
*Entahlah, tiba tiba saja mati, aku sudah coba star lagi tapi tetap tak mau hidup.* jawabnya cuek.
*Apakah kau sudah mengecek bensinnya, mungkin habis*
*Oh. ya ampun. aku belum mengeceknya,* Gadua itu bangun dari duduknya dan berlari mengecek benain mobilnya, dan ternyata benar, bensin mobilnya res.
*Ya tuhan, kau benar kak, ternyata bensinnya habis* gadis itu mulai bicara agak ramah pada anet, dan mata mereka sibuk menoleh ke sekeliling mencari penjual bensin eceran, karna pom bensin masih sangat jauh di depan sana.
*Bagaimana jika kau aku antar saja, kau kunci mobilmu dan tinggalkan saja di sini, biar nanti kakak suruh orang untuk mengambil mobilmu dan mengantar pulang.* tawar anet.
__ADS_1
Gadia itu terlihat ragu dengan tawaran yang anet berikan, bagaimana tidak dia baru saja mengenal orang ini, apa wanita di depannya ini bisa di percaya ??
Gadis berseragam sekolah itu melihat anet dari atas sampai bawah dengan seksama *Sepertinya orang baik* Batinya. dan akhirnya dia menerima tawaran anet.
Di perjalanan menuju rumah gadis belia tersebut anet yang lebih banyak. bicara sementara penunpamngnya hanya menjawab saja.
*Siapa namamu* tanya anet.
*Gisella, dan kakak sendiri*
*Anita, tapi lebih sering di panggil anet* jawab anet tersenyum ramah.
*Bisakah kau berutahu dimana alamat rumah mu*
*Ok, berarti di depan belok kanan kan* tanya anet.
*Iya kak.*
*Ha, perumahan plowers no.36E kan rumah nya kak ambran* sentak anet yang baru sadar dengan alamat yang di sebutkan gadis disebelahnya.
*Kakak mengenal manusia jahil itu* tanya si gadia.
__ADS_1
*Ya, dia teman kakak*
*Teman doang*
*Iya, kita berteman baik. kamu adeknya kak ambran ya*
*Mm. dia bilang aku adik angkatnya* jawab gadis itu sedikit merubah raut wajahnya menjadi kesal.
Anet melihat perubahan pada raut wajah gadis kecil itu tak bertanya apapun lagi dia hanya fokus dengan stirnya dan sekali kaki mengikuti alunan lagu yang terdengar.
Saat sampai depan rumah Ambran, Gisella turun dan mengucapkan terima kasih pada anet.
*Kak, makasih ya atas tumpangannya, Ayo mampir, seprtinya kak ambran ada di rumah.* Ajak gisella pada anet.
Anet tetsenyum. *Lain kali ya gis, kakak ada urusan, oh ya mobil mu sudah kakak urus ya,* tolok anet sopan.
*Baiklah. sekali lagi terima kasih ya kak. main kalau gak sibuk* lagi lagi gisella mengajak anet, sepertinya gadis remaja ini mulai menyukai anet.
*Insya allah ya, kakak pergi dulu. assallamualikum.*
*Waalaikum salam*
__ADS_1
Anet melajukan mobilnya dan terpaksa putar arah, karrna ia tak ingin pulang ke rumah melainkan ke rumah bundnya dulu. padahal maju beberapa meter lagi adalah rumah keluarga Tan.
Bersambung...