
Malam ini Anet menginap di rumah bunda, dan tentunya sudah meminta izin pada papi dan maminya. malam yang begitu membahagiakan bagi anet, bisa berkumpul bersama paman dan bunda lagi.
Selesai solat magrib berjamaah yang di imami paman. Di halaman belakang mereka mulai menghidupkan bara api untuk melakukan acara baberqiuan. saat Anet sibuk mengganggu paman dan bunda membakar sosis, jagung, udang dan daging. Mama papi serta dea dan juga robi datang.
*Aaah adik, kenapa tidak memberitahu kalau mau datang, kan bisa bikin lebih besar lagi porsi pembakarannya* Bunda lansung berpelukan dengan mami.
*Mbak, kami hanya mampir sebentar, tadi dari rumah sakit cek kondisi dea, jadi dea pas di jalan pulang dea membelikan cake untuk anet, karna anet menginap di sini makanya kami antar ke sini, maaf mengganggu acara baberqiuannya mbak* mami jadi segan.
*Bicara apa sih, ini juga bocil itu yang minta dadakan, untuk ada stok di kulkas, ya udah deh. ayo bergabung. nak robi mau minum kopi atau teh* tawar bunda pada robi yang setia mendorong kutsi roda dea.
*Todak usah repot tante, tapi kalau di paksa jus jeruk aja.* robi cengengesan, dea lansung memukul pelan tangan robi.
*Ya sudah ayo kesana dulu. kita ngobrol* ajak bunda.
Sementara papi dari awal masuk sudah nyeloning duluan menghampiri paman dan mereka malah asik ngobrol di saung yang terbuat dari kayu jati di halamn belangakang itu.
Saat sibuk bakar membakar pak satpam datang dan memberitahu anet bahwa ada yang mencarinya. *Nona, di depan ada yang mencari nona,*
__ADS_1
*Ha, siapa pak,*
*Lelaki tanpan bersama seorang wanita muda nona*
*Siapa ya, ya udah saya akan kedepan* anet menyusul pak satpam dan meninggalakan kegiatannya pada ART yang ikut membantu memanggang makanan.
-
*Kau yakin ini rumahnya,* tanya Ambran pada sang adik.
*Iya, barusan kak robi yang mengirim alamatnya, bawel bangat sih.* Gisel memonyongkan bibir nya.
*Iis, menyebalkan. diam saja bisa kan. * Gisel semangkin kesal dengan kakak nya ini. namun yang di suruh diam malah asik mengganggu si adik.
Tak lama menunggu, Yang di cari keluar *Selamat malam, mau cari siapa ya* tanya anetbpada dua orang yang membelakanginya dan sepertinya sedang berdebat.
Ambran dan gisel berbalik badan.
__ADS_1
*Kak ambran, gisella* ucap anet sedikit terkejut.
*Kakak cantik, ini aku bawain cake, buah, dan yangblainnya buat kakak. sebagai tanda cinta kakak angkat ku ini pada kakak, eh salah, sebagai tand terima kasihku tadi siang karna udah di antar pulang* gisel menyodorkan dua buah paperbag besar pada anet. Ambran hanya menggaruk tungkuk nya yang tak gatal itu, dia bingung harus bilang apa sama anet, karena ulah adek nya ini.
*Ya ampun, kenapa repot repot gisel, kakak iklas kok.* Anet jadi tak enak hati. *Oh iya kenapa berdiri di sini, ayo masuk. kebetulan di halaman belakang lagi rame* ajak anet yang menarik tangan gisel.
Gisel mengedipkan sebelah mata pada ambran, tentu saja ambran lansung mengacak rambut adik kesayangannya itu.
*Oh iya, dari mana kalian tau kalau aku lagi di sini* tanya anet pada gisella.
*Dari kak robi, tadi aku liat story dia ada acara barbeqiuan, ya udah aku tanya dia lagi dimana, karna aku suka sekali dengan acara seperti itu,trus di kasih tau deh alamatnya dan ternyata di rumah kakak, ya udah sekalian aku ajak manusia yang super menyebalkan ini untuk mengatar ku, walaupun setelah ini uang jajanku dari nya akan di potong 50%* Gisel menjawab dengan jujur. dan memanyunkan bibirnya sewot pada sang kakak. Sementara Ambran hanya tersenyum kaku saat anet melihat ke arahnya. Anet pun menggeleng dengan keunyuan mereka.
Sampai di halaman belakang, semua menyambut kedatang dua kakak beradik itu dengan hangat. Ambran lansung ikut bergabung dengan para pria dan gisella bergabung dengan para wanita wanita cantik yang sedang sibuk memanggang jagung, sosis, dan daging. Malam ini menjadi malam panjang bagi mereka semua. tentunya dengan canda tawa bahagia.
***Bersambung.....
Selamat malam bunsist, maaf baru up ya. ini pun cuma bisa satu bab aja. insya allah beaok kalau sempat kita up 2-3 bab ya..
__ADS_1
selamat istirahat. love you semua😘😘***