Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 5


__ADS_3

*Dikamar Anita/Anet


Tok


tok


tok*


*Sayang, bunda masuk ya,*


*Iya bun, masuk aja, gak di kunci kok,* Anet baru siap mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk.


*Lah kamu udah mandi. tau aja ada yang nyariin di depan.*


*Siapa bun, sepertinya teman Anet gak ada yang bilang kalau mau main kemari, karena mereka pada liburan semua.* Anet penasaran.


* Itu ada orang dari perusahaan Tan katanya, mau jemput kamu.*


*Maksud bunda orang yang akan jemput anet untuk di bawa ke kota ?* anet masih penasaran. namun tangannya masih sibuk menyisir rambut.

__ADS_1


* Iya sayang, sudah buruan keduar dulu, gak enak tamunya nunggu lama.* Bunda pun berlalu dan keluar dari kamar anet.


*Masa iya udah di jemput, katanyakan dijemputnya nanti sore, ini kan masih siang, panas pula.* Anet beranolog sendiri.


Ruang tamu


Saat paman berbincang dengan sekretaris dea, bunda datang membawakan nampan berisi air teh dengin, karena bunda berfikir cuaca yang panas diluar pasti nikmat jika minum teh yang di kasih es. Alias teh es🤭😁


Tak lama Anet keluar dari kamarnya, dan lansung menyapa tamu yang sejak tadi menunggunya bersama paman.


*Maaf kak, anet lama. tadi abis mandi trus sholat dulu.* lalu menyalami satu persatu tamunya itu (Ya anet sejak kecil sudah di ajarkan taat pada agamanya bahkan suaranya pun merdu saat melantunkan ayat suci Allah.)


*Oh iya, saya hampir lupa, ini ada sedikit bingkisan dari nyonya Tan untuk bapka dan ibu. mohon di terima.* Dea menyerahkan sebuah paperbag berukuran besar kepada bunda.


* Ya ampun nyonya itu baik sekali, bahkan tidak kenal saja dengan keluarga kami dia memberikan bingkisan sebanyak ini. terimakasih bu dea, dan sampaikan juga terima kasih kami kepada nyonya tan.* ucap bunda


*Anet, ini bu dea sekretaris perusahaan yang yang memberikan kamu beasiswa itu.* paman mengenalkan dea kepada anet.


Dea dan anet saling tersenyum.

__ADS_1


*Anita biasa di panggil anet, biar sedikit singkat


* Anet berjabat tangan dengan sekretaris dea.


*Dea, saya adalah orang kepercayaan keluarga Tan. pagil aja kak dea. karna saya juga masih muda* dea pun ikut memperkenalkn diri kepada anet. dengan sedikit tertawa karena merasa koyol dengan ucapannya.


* Baik lah, kak dea. semoga nanti kak dea mau membantu anet selama di kota ya, maklum anak desa gak punya kenlan apalagi pengalaman tinggal di kota.* anet berkata jujur.


Dea tersenyum *Iya, kamu tenang saja, semua bisa kita atur* ujar dea..


Semantar dua pengawal itu hanya diam saja tanpa ada bicara sekatapun kecuali saat mengucapkan terima kasih pada saat paman mempersilahkan duduk dan saat bunda meminta mereka meminum teh es.


*Anet, apakah kamu sudah siap untuk berangkat sekarang ? karena kelihatannya semangkin lama kami disni es teh di rumah ini mangkin habis* ujat dea dengan nada bergurau. semua tertawa denagn ucapan sekretaris dea.


*Harus sekarang ya kak, apakah kakak banyak kerjaan di kantor besar itu ?!.*gurau anet seperti susah akrab dengan sekretaris dea.


* Sangat banyak net, ini saja Hp ku sudah bergetar terus, dan pasti tua/nyonya tan yang menelpon.* sekretaris dea memperliahatkan Hpnya yang sedang menyala Karna memang sedang ada yang menelpon.


*Ah benar kata mu kak, baiklah anet ambil tas dulu di kamar, sebentar ya..* Anet berdiri dan menuju ke kamarnya..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2