Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 131


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 2 dini hari, anet terbangun karena merasa lapar.


*Kok lapar sih, kan tadi udah makan mi goreng sebelum tidur* gumamnya sambil memegan perut yang terus berbunyi.


Sesampai di dapur, anet meliht di bawah tudung saji hanya ada ayam goreng sisa ambran dan bik nah makan malam.


Lalu anet melangkah ke lemari es, dan melihat ada bakso aci. tanpa pikir panajang lagi, ia lansung saja membuat menu simple tapi mengguga selerah itu.


*Di tambaik tomat kek nya enak ni, sama timun juga* ujarnya seorang diri.


Namun saat melihat buah timun tiba tiba ia merasa jijik sendiri.


*Iiiii, kok menjijikkan sekali timun itu, sudah ah tomat aja. gak usah pakai timun* sambungnya.


Setelah memanaskan boci nya anet duduk dan makan dengan lahap.


Ambran yang terbangun tapi tidak mendapati istrinya. lansung mencari ke kaar mandi, namun tidak ada. *Kemana kamu sayang,* gumam nya. dan saat dia melangkah ke lantai bawah melihat lampu dapur menyala.


*Sayang kau disini rupanya*


*Mm, iya aku lapar maka nya makn dulu dari pada gak tidur nantif* sahut anet tanpa menoleh ke suamai nya.


Ambran mengambil sebotol air dingin dari dalam kulkas, dan juga sebuah timun. lalu duduk di kursi samping istrinya.


*Sayang, jauh ka buah itu dari penglihatan ku* ujar anet saat ambran ingin memasukkn timun ke mulutnya.

__ADS_1


*Kenapa yank, kan ini udah di bersihkan bik nah sebelum di kulkas,*


*Aku jijik liat nya yank, kan jadi gak selerah lagi makannya* anet menghentika makan nya dan menguk air di botol yang ambran ambil tadi.


*Bisanya kalau makan nasgor juga pakai lalap timun, apa lagi makan pecal lele, kenapa sekarang tiba tiba jijik gini* protes ambran.


*Ntah lah, aku juga gak tau kenapa. yang jelas sekarang aku merasa jijik sama timun* Anet berdiri dan meninggalkan ambran yang masih heran dengan sikap istrinya.


-


Di sebuah clab malam, dena sedang menikmati hidup bebasnya dengan meminum alkohol.


*Nona, kau sudah cukup banyak minum* tegur seorang pemuda yang dari tadi duduk di samping nya.


*Terserah pada mu nona, aku duluan* pria itu pergi meninggalkan clab tersebut.


Namun baru sampai di ambang pintu, pria itu melihat ke arah denada, dan melihay denada tergolek di bawah, dengan berlari menerobos manysi yang menari mengikuti alunan musik dj lria itu menghampiri denada.


*Nona, hey bangun, nona, nona* peia itu menepuk pelan pipi dan menggocang tubuh denada.


Karena denada tidak juga kunjung membuka mata, peia tersebut berinisiatif membawa denada keluar dari tempat itu, dengan memapah tubuh seksi yang hanya di balut kain minim bahan tersebut.


Sesampai di mobil


*Sial, aku harus bawa kemana perempuan ini, aku tak tau alamat nya, apa lagi kerabatnya*

__ADS_1


*tas, ya pasti di dalam tas nya ada kartu identitas*


Setelah mendapatka kartu identitas denada, pria tetsebut tercengang, karana denada belum mengubah kartu indentitasnya menjadi warga RI, melainkan masih warga LA.


Dengan prustasi pria tersebut membawa denada ke apertemennya,


*Gak mungkin aku biarkan dia di hotel sendiri, kalau dia kenpa napa bagaimana nanti* gumam nya sambil menyetir, sekali kali melihat tubuh denada yang sangat menggairakan itu.


Bersambung.....


👩Gantung gak sih thor, ??


👧Iya, sengaja di gantung, biar ada bahan di bab selnjutnya🤭


👩Anet kenapa ya thor ?


👧Ane juga belum tau bundsist sanyang.


👩yang bantuin dena baik apa jahat thor, ??


👧Lagi lagi ane belum tahu siapa tu pria bundsist.


👧Yang anet tahu sekarang, ane cinta bangat sama bundsist semua karna masih setia sama ane, 😘


si author koplak, kalau ngarang suka kagak nyambung😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2