
Tak butuh waktu lama Anet keluar dari kamarnya dengan menyeret sebuah koper kecil dan memakai pakaian yang lebih rapi, ia melangkah dengan perasaan bercampur aduk. bagaimana tidak, di satu sisi Anet bahagia mendapat kesempatan untuk mencapai cita cita nya, namun di sisi lain juga anet merasa sedih akan berpisah dengan orang tua yang sudah merawat dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang, bagaikan anak kandung mereka sendiri.
*Anet sayang, apakah kamu sudah siap nak ??* bunda mengahampiri anet.
*sudah bun, tapi rasanya anet ragu untuk berangkat bun, !* anet mulai menundukkan kepalanya, menahan air mata yang akan tumpah.
*Bunda tau kamu ragu karna tidka tega ninggalin bunda dan paman diaini, tapi kamu harus mencapai cita cita kamu nak, bunda dan paman pasti baik baik saja disini. dan jika paman ada libur panjang kami akan mengunjungimu di kota.* bunda mulai memeluk anet.
Dan akhirnya air mata anet tak terbendung lagi.ia menangis di pundak bundanya, begitu juga dengan bunda yang sudah sesugukan.
Paman berdiri dan menghampiri dua awanita itu, ia pun memeluk mereka dengan sayang.
*Sudah ah, kok malah sedih sedih gini sih kita, harusnya kan kita bahagia karna putri kecil ku ini sudah mulai dewasa dan akan merai semua impiannya.* ucap paman yang melerai pelukan mereka.
Melihat kehangat keluarga ini, sekretaris dea pun ikut terharu, dan merasa sangat iri dengan ke harmonisan mereka.
* Ya ampun, aku jadi ikut mewek gara meliahat adegan ini.* sekreatris dea pun menghapus jejak air mata nya dan menghampiri anet, paman dan juga bunda.
__ADS_1
*Anet, apakah bisa kita berangkat sekarang, mungkin sebentar lagi Hp ku ini sudah mau meledak karna selalu di teror tuan dan nyonya tan.* des berucap dengan sedikit memalas.
semua yang ada disana tertawa kecil mendengar ucapan sekretaris dea, tak terkecuali para pengawal.
* Baiklah, aku sekarang sudah lebih tenang dan kita bisa berangkat sekarang, biar tidak kemalaman juga nanti sampai kotanya.* ucap anet yang mulai semangat lagi.
Salah satu pengawal lansung mengambil koper kecil milik anet. sebelum berangkat anet mencium tangan paman dan bunda serta memeluk mereka secara bergantian.
* Paman, bunda. anet pergi ya, doakan anet terus ya, biar cepat sukses dan anet bisa buat klian bangga kepada anet.*
paman dan bunda mengangguk bersamaan dan memeluk anet juga secara bersamaan.
*Iya paman, Assallamualaikum..* ucap anet dan mulai memasuki mobil yang akan membawa mereka ke kota.
Anet dan sekretaris dea melambaikan tangan ke pada paman dan bunda yang masih berdiri di teras rumah.
*Sekarang kita tinggal bedua ya mas, bakalan sunyi ni rumah karna biang rusuh udah jauh dari kita.*
__ADS_1
*Iya bun, semiag dia baik baik diana nantinya.* ucap paman
*Aamiin ya allah.*
*Ya sudah ayo masuk bun.*
Bersambung....
**Jangan lupa kasih semangatnya kakak sayang, biar novel ini bisa aku tulis dengan sempurna.
Dan jika ada salah dalam penulisan mohon di maklumi ya, ngetiknya pakai Hpš¤š
Dan jika da saran silahkan di koment aja.
Semoga terhibur kakak senua š¤š¤**
visual Anita/ Anet persi aku
__ADS_1