Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 111


__ADS_3

Villa


20 menit dea menunggu kedatangan mami dan dokter, sambil memasangkan anaknya baju rajut yang di pesan oine oleh anet dea sekali kali melirik ke pintu kamar.


Klik..


pintu terbuka, mami datang dengan seorang dokter perempuan seumuran mami.


*Sayang, ini dokter nya* seru mami.


*Selamat pagi nona, apa ada keluhan yang anda rasakan * tanya sang dokter.


*Gak ada keliahan appun dok, saya dan bayi saya baik baik saja. tapi saya ingin minta tolong dengan dokter untuk mengecek anak saya dan saya juga* pinta dea.


*Kalau tidak ada keluahan bagaimna saya ingin mengecek anda dan bayi anda nona* dokter di buat bingung oleh dea.


*Jadi gini dok, saya kesini ingin liburan tapi bayi tampan ini ternuata juga ingin merasakan kenyamanan di sini, sehingga keluar sebelum waktunya.*


*Jadi berhubung saya dan anak saya baik baik saja, saya ingin menghabiskan waktu liburan ini bersama keluarga saya, dengan membawa anak ganteng ini juga keluar*


*Oh, jadi maksud nona, nona ingin menghirup udara di sini dan bersantai di luar menikmati pemandangan* tanya dokter yang mulai menangkap arah pembicaraan dea.

__ADS_1


*Iya dok, boleh gak aku sama baby boy kuluar, kan di sini udarah nya juga bersih, bebas polusi.*


*Boleh kan dok* sambung dea.


Dokter itu melihat jam tangannya menunjukkan pukul 6.30 pagi.


*Sebenarnya boleh saja anda keluar nona, tapi jangan terlalu banyak gerak, karena luka jahitan di jalan lahir belum begitu kering. dan sebaiknya terlalu lama juga di luar, mengingat bayi anda belum berumur 1 hari. tapi untuk berjemur sebentar boleh, karena berjemur di pagi hari baik untuk bayi* jelas dokter panjang lebar.


*Mami kira kamu ada keluahan minta panggilkan dokter, ternyata hanya untuk bertanya boleh keluar gak nya aja,* mami menggerutu, karena tadi sempat kwatir.


-


Di taman samping villa, pemandangan nya sangat indah di tambah cuaca pagi yang begitu sejuk dan menyegarkan.


Anet dan bunda sibuk menyusun makanan dan minuman di atas tikar lipat yang di sediakan pelayan risort.


sementara para lelaki sibuk memasang peralatan pancing, dan ada pula yang sudah mulai memasang umpan.


*Sayang, kok gak ikut mancing* tanya anet pada ambran yang hanya duduk di sudut tikar sambil meneguk teh hangat buatan bunda.


*Aku mancing kamu aja* bisik ambran di telinga anet, namun masih terdwngar oleh yang lainnya.

__ADS_1


*Uuuuuuuuuuu bucin* Robi, paman bunda dan papi menyoraki merwka berdua.


yang di soraki malah cuek saja dan menikmati pemandangan di depan mereka.


baru 15 menit mereka memancing, dea, mami dan seorang perawat datang menghampiri mereka.


*By, kenapa kalian kesini, kan di suru istirahat* trik robi menghampiri anak dan istrinya.


Robi mengambil anaknya dari gemdongan mami, dan suster mendorong kursi roda dea ke bawah pohon mangga.


*Tenang saja, kami berdua sudah di kasih vitamin baut kekebalan tubuh dan baby boy juga harus si jemur, jadi sekalian kami menikmati liburan ini, sama seperti kalian* jawab dea santai. semua hanya mengangguk dan tersenyum melihat baby boy yang merah dan memejamkan mata karena silau dengan cahaya matahari yang masih menampakan sedikit sinarnya.


Bersambung....


***Dea ada ada aja deh, uda lah lahiran tanpa bidan / dokter ahli, sekarang malah minta ikut menikmati liburannya.


hadeeeee.....


Lama lama author nya mumet ngikutin mau pemain 😂😂***.


*Maaf bundsist jika kisah ini tidak nyambung, ataupun salah dalam perkataan maupun cara pikirnya, karena ini hanya kisah dari khayalan author saja..

__ADS_1


terima kasih masih setia dengan kisah* Bukan gadia desa biasa.


Love u semua😘😘😘😘😘😘


__ADS_2