
*Hari berlalu begitu cepat, setelah seharian berkumpul, menghabiskan banyak waktu, melakukan berbagai macam kegiatan yang membuat hati dan pikiran bahagia.
Kini rumah besar anet terasa sangat sunyi. hanya tersisa pak man tukang kebun, bik nah, satpam dan tentu saja ambran dan anet. tamu mereka sudah pulang sejak dua jam yang lalu.
*Haa, rasanya sunyi sekali rumah ini setelah semua nya pulang* Anet duduk di sofa yang terletak di ruang tamu.
*Kan ada aku disini, buat nemani kamu sampai akhir hayat* Ambran pun ikut duduk di samping sang istri.
Anet tersnyum dan mengangguk pada suaminya yang sudah segar dan wangi.
Jam menunjukan pukul 7 malam. bik nah sudah dan pak man sudah beristirahat, karena mereka bekerja hanya sampai jam 6 sore saja, mengingat mereka sudah sedikit berumur.
*Sayang, kau tidak lapar ya* tanya ambran.
*Lapar sih kek nya nggak, tadikan makan banyak, tapi kalau ngemil mau juga*
*Mmm baik lah, kalau gitu aku makan dulu ya, lapar. tadi sore kan cuma ngeteh gak ikut mkana sate* Ambran berdiri dan memegang perutnya.
__ADS_1
*oke sayang, nanti bawain ciki yang di keranjang snek samping kulkas ya*
*Siap buk bos* Ambran pun berjalan meninggalkan anet yang masih bersantai di sofa.
*Astaga, aku kan sudah nikah, dan tugas istri adalah melayani suami nya, kenapa malah santai disini sih, pakai nyuru bawain snek pulak tadi, Ya tuhan maafkan hamba mu Batin anet.
Dengan setengah berlari anet menghampiri ambran dan meraih tangan sang suami.
*Kenapa yank,* tanya ambran bingung, dan mengerutkan dahinya.
*Gak apa apa, aku hanya lupa kalau sekarang tugas ku sebagai istri adalah melayani suami. dan maaf aku tadi malah menyuru kamu buat bawain snek dan biarin kamu makan sendiri*
Memang ambran tak mempersalahkan itu, sudah bisa menjadi suami anet saja dia sudah bahagia, dan tak pernah terpikir untuk selalu menyusahkan sang istri.
Sesampai di meja makan, hanya ada telur dadar dan juga nasi putih di dalam magicom. melihat itu anet berinisiatif untuk memasak yang lain untuk ambran.
*Ya, hanya tersisah ini, gimana kalau kita masak mi goreng aja* usul anet.
__ADS_1
*No sayang, aku makan ini aja, gak apa kok. ini juga enak, apa lagi di tambah saos, bawang goreng dan kerupuk.* Ambran memang tak pernah banyak pilih soal makanan.
*Mmm kalau nasi goreng mau gak* tawar anet yang masih belum rela melihat ambran makan seadanya.
*Udah yank, ini aja.* tolak ambran.
*Baik lah. sini aku ambilkan* Anet mengambil piring dan memasukkan nasi, telur dadar, kerupuk dan bawang goreng ke piring ambran.
*Saos nya kamu ambil sendiri ya yank, gak tau sebanyak mana* Anet memberikan piring ke pada suaminya.
*Iya istriku sayang, makasih*
*kamu gak ikut makan yank* tanya ambran.
*Gak, aku nemani aja* Tapi tangan anet mengambil kerupuk di toples dan mencocol nya ke saos di piring ambran.
Melihat hal itu ambran tersenyum dan makan dengan semangat.
__ADS_1
Setelah makan selesai mereka memilih untuk ke kamar. sebelum ke kamar aney sudah membereskan sisa makanan dan juga sudah mencuci bersih piring yang kotor.
Bersambung....