
*Siapa sebenarnya lelaki selingkuhan mu itu, kenapa dia bisa membuat seluruh pemberitaan ini jadi hilang* ambran beranolong sendiri ruang kerja nya, sambil menatap foto cantik siska di piguran kecil diatas meja.
Sejak pulang dari lestoran ambran mengurung diri di ruang kerjanya sambil mengenang kenangan indah bersama siska dan juga mengingat penghianatan siska padanya.
Lama termenung di kursi kerjanya. ambran berjalan ke jendela kaca yang lansung berhadapan dengan jalanan komplek, tampa sengaja melihat dua orang wanita sedang duduk di trotoar sambil memegang semangkok bakso di tangan masing masing. dua wanita itu seperti sangat bahagia dan menikmati makanannya.
*Sesederhana itu mereka, eh tapi sepertinya aku kenal siapa mereka,* Ambran mencoba mengingat ingat kembali..
*Ah ya ampun, itu dua gadia yang di lestoran tadi siang. tapi siapa ya nama mereka. aduuuhhh pakai lupa lagi* ambran memijat keningnya sendiri.
Saat ambran kembali melihat jalanan salah satu gadia itu melambaikan tangan pada nya, dan mengangkat mangkok basok yang ada di tangannya.* Hey tuan kemarilah jika kau ingin makan bakso, jangan hanya melihat dari jauh saja, ini sangat lezat.* teriak Dea dengan kuat.
Ambaran tak begitu mendengarkan apa yangbdi katakan dea, tapi dia hanya menganggukkan kepalanya dan segera berlari keluar dan membuka pintu besar itu serta membuka pintu pagar samping dengan sendiri. dan sergera menghampiri dua wanita yang tadi dia lihat.
__ADS_1
*Ha, mana mereka, kok tidak ada, apa aku hanya beralisinasi saja* ambran merasa bingung sendiri karena dua wanita itu tidak dia temui, hanya ada abang tukang bakso gerobak saja dan beberapa pembeli lainnya sedang makan.
*kak dea kita ngapain ngumpat gini, anet masih lapar loh, sayang kan baksonya belum habis* protes anet pada dea saat merwk mengumoat di balik pohon besar yang terletak di samping gerobak bakso.
*Huus janga brisik net, nnati aku belikan bakso sak gerobak nya, abang nya jangan ya, kesian kek nya dia udah punya anak 6,* lantur dea.
Anet mendengar ucapan dea lansung tertawa terbahak bahak. sehingga suara tawanya terdengar oleh ambran. ambran mulai berjalan pelan ke arah pohon itu, dan benar saja dua wanita itu sedang main peta umpat.
*Aneeett, diam. nanti kita ketahuan sama babang di jendela tadi.* bisik dea. anet menutup mulutnya agar suara tawanya itu tak keluar.
*Ini semua salah mu net, pakai ketawa segala sih, malah kuat lagi suaranya* Dea memonyongkan bibirnya. semntara anet masih tertawa dengan sangat gemas menurut ambran yang melihatnya.
*Sudah keluar dari persembunyian klian, pohon ini ada penunggunya loh,* Mendengar itu Dea berdiri dan menarik tangan anet, dia merasa seram sendiri mendengar penuturan Ambran. berbwda dengan anet dia hanya bisa tertawa dengan tingkah dea.
__ADS_1
Mereka pun duduk di meja Anet dan dea semula. dan memesan bakso yang baru pada abang tukang baksonya *Bang, bakso nya 3 ya, sama es tehnya jangan lupa* Ambran bersuara.
*Eh kita udah pesan tadi, udah makan juga,* tolak dea.
*Kak aku baru makan dua suap loh,* Protes anet. *Hadeeeehhh....* jawab dea malas.
Ambran hanya tersenyum melihat tingkah dua wanita itu. tak lama pesanan mereka datang.
**Bersambung...
Bahas bakso jadi lapar gak sih bundsist ??
ðŸ¤ðŸ˜œðŸ˜‚😂😂😂
__ADS_1
Hari ini dua bab aja dulu ya, author lagi ada sedikit kerjaan di kantor. selamat siang bundsist ku semua. selamat menikmati makan siangnya. jangan lupa bobik siangnya.😜**