
Tak lama masuk la seorang perempuan muda dan cantik, seluru mata mahasiawa tertuju pada wanita tersebut, tak terkecuali Anet. namun menakai masker warna senada dengan pakaiannya
*Hay semua, Selamat pagi, salam sejah terah buat kita semua* ucap wanita itu saat sampai di samping pak yoki. semua mahasiswa membalas *Hallo* dengan kompak.
*Teman teman semua, ini adalah Dosen sekaligus waka di kampus ini, beliau sangat tidak suka dengan yang namanya mahasiswa pembangkang. * jelas pak yoki dan di angguki oleh perempuan bermasker tersebut. Semua mahasiswa mulai berbisik bisik bertanya siperti apa wajah perempuan tersebut.
Sementara pak yoki dan wanita tersebut sedang berdiskusi, ntah apa yang mereka bahas.
Tak lama pak yoki pun undur diri dari kelas tersebut, dan saat pak yoki sudah tak terlihat, wanita tersebut meminta semua mahasiswa untuk tenang, semua patuh dan kelas sunyi..
Perlahan wanita itu membuka maskernya dan alangkah terkejut nya Anet melihat siapa wanita tersebut. *Kak Dea* ucapnya tak percaya.
*Dea memperkenalkan dirinya dan memulai materi pertama yang akan di bahas selama jam pelajarannya habis, selama itu pula anet merasa terkagum kagum dan semangkin penasaran siapa dea sebenarnya. *Kau begitu gitu mesterius kak. dari menjadi sekretaris kluarga tan, di anggap anak, dan sekarang jadi dosen di kampus ini* Batin Anet.
-------------------------------------------------
Di ruangan CEO ambran merasa gelisah tak menentu, bagaimana tidak, sejak pagi pesannya belum dinrespon oleh anet. bahkan di bacapun tidak. *Apakah dia sesibuk itu sampai tak tau kalau aku sangat menunggu balasan pesan darinya ?* bicara seorang diri.
*Ah aku ini kenapa, emang aku siapa buat dia, teman tidak, pacar tidak, suami apa lagi* lanjutnya..
__ADS_1
Tak lama terdengar ketukan pintu dari luar * Masuk* jawab ambran.
*Bos. di luar ada seorang wanita ingin bertemu dengan anda.* ucap sang sekretarisnya saat sudah berdiribdi hadapan ambran.
*Baiklah, suru dia masuk saja* ucap ambran tegas.
Setalah sang sekretaris keluar, masuklah seorang wanita berhijab kedalam ruangannya.
*Kau* ambran kaget. *Ya, ini aku* ucap wanita tersebut saramah.
Ambran mempersilahkan wanita itu duduk dengan memberikan isarat saja. setelah wanita itu duduk di hadapannya ambran melihat wanita tersebut lekat dan dalam. Ada perasaan tak percaya di dirinya melihat apa yang terjadi pada wanita di hadapannya. Merasa di perhatikan begitu wanita itu membuka suara. *Ambran, aku kemari untuk meminta maaf pada mu* ucapnya.
*Kau mau pergi kemana* tanya ambran, bagaimana pun wanita tersebut pernah mengisi hati nya selama 2 tahun.
*Australi* jawab wanita itu.
*Sendirian, kau jangan bercanda siska, semua perusahaan di bidang permodelan sudah memblokir nama mu, baik di sini maupun di lura negri sana* ucap ambran yang mulai berdiri. dan membelakangi siska
*Tidak, aku tidak sendiri, aku bersama kekasihku.* jawab siska. ambran berbalik badan mendengar kata kekasih yang keluar dari mulut siska. Baru saja ambran akan berkata, masuklah seorang pria *Dia akan pergi bersama ku brather* ucap pria tersebut.
__ADS_1
*Yuda, kau ?* lagi lagi ucapan ambran menggantung, *Ya dia kekasihku sejak 7 tahun lalu, dan aku mengetahui hunungan mu dengannya selama ini, karena dia melakukan nya untuk ku* jawab yuda yang sudah duduk di samping siska, tanpa di suru oleh sang pemilik ruangan. Ambran mengusap wajahnya kasar dan duduk di kursi kebesarannya. siska hanya menundukkan kepala saja.
*Sebenarnya apa yang kalian rencanakan, dan apa maksud mu dengan memintanya untuknmempermainkan ku selama ini *tanya ambran.
Yuda tersenyum sinis. *Tentu saja aku ingin kau hancur brather, tapi sayang nya kau terlalu pintar, sehingga seluruh informasi dari siska tentangmu dan rencana ku selalu gagal karena sahabat mu itu* Jawab yuda santai.
*Bukan kah kita tidak pernah ada masalah apapun selama ini, lalu mengapa kau mau menghancurkan ku* tanya yuda lagi.
*Memamang, tapi aku iri dengan karir mu yang selalu naik dan hidup mu selalu terlihat bahagia* lagi lagi jawaban yuda membuat ambran tak menyangka.
*Sudahlah. semua sudah terjadi, sekarang lebih baik kita pergi* ucap siska, ia berdiri dan menarik tangan yuda. Saat di depan pintu siska melihat ke belakang, *Ambran, semoga kau hidup bahagia* lalu siska tersenyum dan keluar dari ruangan ambaran bersama dengan yuda yang selalu menggandeng nya mesrah.
Ambran hanya tersenyum sinis mendengar ucapan siska barusan dan prlikirannya teringat akan perkataan roby sahabat baikya.
**Bersambung....
Bantu like dan koment nya bundsist. biar novel perdana author ini bisa dapat izin kontrak, sehingga author bisa lebih semangat lagi menemani bundsist semuanya...
love you Bundsist ku semua😘😘😘**
__ADS_1