
*Hey kalian berdua kenapa* tanya robi menghentikan pelukan berputar anet dan ambran.
*Bro, dia minta aku di nikahi dua minggu lagi bro* triak ambran kegitangan.
*yeeeeeeeee* semua beraorak gembira, baby royan yang mulai mengantuk pun tiba tiba ikut berteriak dan meminta turun dari gendongan mama nya.
*Baby, kau mau apa sayang* tanya dea dengam susah payah menupang anaknya yang gelisah di oangkuannya.
*Ma net ca ma ya ta* ucap toyan yang membuat semua orang di sana bingung apa yang ia inginkan.
*Neeet* teriak royan lagi saat tak ada satupun yang mengerti bahasanya.
Mendengat kata net yang keluar dari bibir mungilnya. dea menjadi paham maksud anaknya.
*Baby mau peluk aunty anet* tanya dea pada royan.
*Ya ya ya* royan yang baru berusian 8 bulan itu mengangguk anggukan kepalanya.
*Ooo mau ikut peluk onty rupanya* ucap anet seraya mengambil alih toyan dari dalam gendongan dea.
*Yeeeeeeyyyyy nan ca ti* ucap royan.
__ADS_1
Semua tertawa saja mendengar ucapan royan, walaupun merwka tak memgerti apa yang bayi gembul itu katakan.
Ambran mencium pipi royan berulang kali, dan saat semua sibuk berbincang ambran juga mencuri ciuman di pipi anet.
*Sayang, jangan bikin malu deh* anet menyenggol ambran.
*Biarin, merka juga pernah kasmaran seperti kita*
*Tapi ini ada royan dan bella yang masih di bawah umur, gak baik gitu di depan mereka*
*Baby, kau tidak lihatkan tadi om cium onty mu ini*
Royan mengangguk lalu menggelengkan kepalanya.
*ya yat um*
Ambran menepuk jidat nya, *Alamat, dia lihat rupanya.
Anet tertawa melihat ke konyolan ambran dan royan.
Di tengah perbincangan mereka semua, ayah robi ingin pamit pulang mengingat ini sudha jam 2 dini hari.
__ADS_1
*Pak dodi sebaiknya kami pamit pulang. karena ini sudah snagat larut.*
*Besan dan calon besan dan juga yang lain, sebaiknya kita menginap saja di rumah ini, gak baik masih di luar jam segink, takut ada yang akan berniat jahat saat di jalan nanti* usul paman.
*Maaf tuan, bukan menolak kebaikan anda, tapi kami ramai takut merepotkan tuan rumah* tolak ayah robi dan di angguki juga papa ambran.
*Tidak masalah ayah, papa, kalian menginap lah malam ini di sini, lain besok juga hari libur kan* anet membenarkan ide paman.
*Iya, menginap lah malam ini, rumah ini memiliki bayak kamar kok* sahut bunda.
*Kalau begitu baiklah nyonya, kami akan menginap di sini saja* ayah robi menurut, karena benar kata papi dodi, sangat bahaya jika masih keluar di jam segini.
*Gimana kalau kita para pria tidur di ruangan ini, dan para wanita tidir di kamar* usul Ambran dan d setujui oleh semua nya.
*Kakak ipar, aku boleh kan tidur dengan baby royan* tanya bella pada dea.
*Tentu saja boleh onty* dea menirukan suara anak kecil mewakili royan yang masih dalam gemdongan anet.
Dea tidur di kamar bersama royan dan juga bella, mami dan bunda tidur dalam satu kamar, sementara anet tidur bersama kakak perempuan robi. sementara ibu dan mama ambran juga tidur dalam satu yang sama.
Sebelum para wanita ke kamar masing masing, Anet menunjukan letak kasur lipat dan juga persediaan selimut serta bantal pada Ambran dan robi, untuk di gunakan untukereka tidur di ruang keluarga nanti.
__ADS_1
Bik nah sudah masuk ke kamarnya, karena anet yang meminta agar bik nah istirahat lebih dulu, mengingat usia bik nah yang mulai senja anet takut bik nah sakit karna kurang tidur.
Bersambung.....