Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 139


__ADS_3

7 bulan berlalu terasa begitu cepat. Perut anet juga sangat buncit, namun hal itu tak sedikitpun mengganggu aktivitas ibu hamil yang satu ini. bahkan ia membuka cabang baru di berbagai tempat untuk mengebangkan bisnisnya. baik itu di tekstil, cafe dan resto, bahkan butieqnya pun sudah tersebar di berbagai kota besar.


Hal itu membuat denada semangkin membenci nya. dan semangkin bertekat untuk membuat hidup anet menderita. namun hal itu selalu di halangi oleh samuel yang tak ingin denada mendapat masalah. karena rasa cinta samuel pada nya begitu besar, walaupun denada selalu saja menolka nua berulang kali.


*Dena, sampai kapan kau ingin membuat ambran dan anita hancur, ini sudah hampir 1 tahun dena, sudah lah. biarkan mereka hidup bahagia. kau memang harus bahagia, namun bukan di atas penderitaan orang lain dena* Samuel selalu memberi nasehat dan saran pada denada.


*Sam, aku tak lagi menginginkan ambran, tapi aku tak akan membiarkan perempuan kampung itu hidup enak, karena dia sudah berani mempermalukan ku* Denada masoh sangat ingat saat kejadian di resto beberapa waktu lalu.


*Semoga lambat laun kau segera sadar kalau aku sangat menyayangi mu dena, dan aku tak ingin kau terkena masalah apapun* Setelah mengatakan hal itu samuel pergi meninggalkan denada.


******


Di rumah sakit Bunda sehat. Anet sedang melakukan USG di temani bunda dan mami, karena ambran ada rapat di luar kota.


*Dok, kok itu ada dua ya kepalanya, apa cucu saya kembar* tanya bunda saat melihat layar monitor.


*Iya bu, sepertinya memang begitu, dan ini sangat mengejutkan, karena saat cek beberapa waktu lalu hanya ada satu janin saja* jelas sang dokter berhijab itu.


*Waah, kau sangat hebat nak, bisa hamil bayi lembar* mami sangat senang.


Anet tersenyum *Alhamdulillah, terimakasih ya allah, atas anugrah mu ini* ucapnya.

__ADS_1


Saat asik melihat pergerakan dua bagi di layar monitor hasil USG itu, ambran melakukan vidio call ke hp bunda.


*Halo assallamulaikum nak,*


*Waalaikum salam bun, bagaimana istri dan anak ku baik baik saja kan bun*


*Alhamdulillah mereka baik baik saja. ini kita sedang liat pergerakan kecebong mu di monitor*


*Aku mau lihat juga bun*


Bunda mengarahkan kamera ke layar monitor.


*Bun. itu kok ada dua janin nya, apa istri cantik ku hamil anak kembar bun*


*Jenis kelaminnya apa bun*


*Dok, apa jenis kelamin cucu kembar ku.* tanya bunda pada dokter.


*Bayi nya kembar sepasang bu, dan alhamdulillah mereka sangat aktif dan sehat. organ tubuh nya juga alhamdulillah lengkap semua*


*Alhamdulillah* ucap mereka bersamaan. Anet sampai menangis terharu mendengar penuturan dokter.

__ADS_1


*Istriku sayang, kenapa kau menangis, apa kau tak bahagia akan memiliki baby kembar* tanya ambran di seberang sana saat melihat istrinya menagis dari kejauhan.


Bunda memberikan hp itu pada anet.


*Aku menangis karena sangat bahagia suamiku, ini adalah anugra yang sangat indah*


*Sudah, jangan menagis kesihan baby twint nya nanti ikut sedih, sere ini juga aku akan pulang*


*Bukannya kau akan Tiga hari di sana sayang, kenapa pulang*


*iya seharusnya memang tiga hari, tapi aku tak sabar ingin segera memui mu dan baby twint*


*Sudahlah, selesaikan pekerjaan mu dulu, baru pulang. aku sama ank anak mu kan baik baik saja disini*


*Mmm, baiklah ibu ratu* sahut ambran murung.


*Sudah dulu ya, biar dokternya selesaikan dulu pemeriksaannya, kau mengganggu kami saja* ucap mami yang tiba tiba muncul di balik layar, menutupi wajah anet.


*Mami* ucap anet dan ambran bersamaan.


Bukannya merasa bersalah, mami malah menekan layar berwarna merah di hp bunda sehingga sambungan vidio itu terputus.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2