
*Woy, senyam senyum sendiri, kesambek loh ya* anet menepuk bahu dinda, saking asiknya dinda tak sadar ketika melewati anet yang berdiri di dekat tangga.
*Aauw, mana ada, kau aja yang suka suuzon*
*Siapa tu cowok, cakep benar* Anet mengedipkan matanya menggoda dinda.
*Ingat laki woy, jangan jurhaka*
*Orang aku cuma bilang cakep kok, bukan nya mau durjaka sam suami*
*Astaga, irang bilang jurhaka dia malah durjaka, konslet kek nya ni bumil atu* dinda dan anet tertawa bersama.
*
*
sekarang semua sedang berbahagia di rumah besar anet, mereka tak henti hentinya tertawa karena tingkah royan yang sedang gemas naya dan baru lancar bicara. semua yang dia jumpai selalu di tanyainya.
Anet selalu memberikan makanan apa yang dia dan keluarganya makan pada orang orang yang bekerja di rumahnya. termasuk dua orang satpam yang selalu siap siaga di pos samping pagar.
Sementara di sebuah ruangan sempit, pemandangannya sungguh menyedihkan sekali. berbanding terbalik dengan di rumah anet.
*Tolong, aku mau priksa ke dokter, perutku sakit sekali, tolong* Pekik dena menahan sakit di bagian perutnya.
__ADS_1
Setelah seminggu di dalam sel bersama 4 wanita bertato, akhirnya sekarang denada di pindahkan ke sel lain, karena dia memohon pada pihak kepolisian, dengan alasan terlalu sesak jika hatus berlima di dalam sel.
Puas berteriak sambil menahan sakit, datanglah seorang penjaga lapas dengan seorang pria tanpan.
*Hey, berisik sekali kau ini* bentak polisi wanita itu. samjel hanya bisa memasang rauy wajah datar menatap denada.
*Samuel, sam. tolong keluarkan aku dari sini sam, aku mohon* pinta denada.
*Maaf dena, aku tidak bisa berbuat apa apa untuk membantu mu.*
*Sam, tolonglah sam, aku tersiksa disini*
*Jika kau tak mau disini harusnya kau pikir sebelum berbuat dena* samuel berjongkok di hadapan denada yang berpeganggan di besi yang tersusun rapi itu.
*Samuel, kenapa kau tega melihat aku tersiksa begini, bukankah kau mencintai ku sam*
*Why sam*
*Karena aku tak sudih mencintai wanita yang sudah membuat wanita yang merawat dan membesarkan ku hamoir kehilangan nyawanya* ucap samuel geram.
*Maksud mu* denada bingung dengan ucapan samuel barusan.
*Ibu panti itu adalah ibu ku, wanita yang merawat dan mencintaiku dengan penuh kasih sayang yang tulus. dan kau mencoba melenyapkannya hanya demi dendam pada orang yang tak pernah bersalah padamu*
__ADS_1
*Jadi, kamu itu hanya anak seorang wanita penjaga panti asuhan*
*Bukan, aku hanya seorang anak yang di buang dan hidup di panti yang menjadi rumah ku, sebagai tempat berlindungku*
*Tapi sam, aku tidka tahu kalau dia ibu asuh mu*
*Aku tak peduli kau tahu atau tidaknya, yang jelas, kau sudah mencoba membunuh wanita pelindungku, dan kau juga sudah membuat adik adikku trauma, jadi kau pantas membusuk di sini*
Setelah mengatakan itu, samuel pergi meninggalkan denada yang berteriak memanggil namanya.
*Samuel, keluarkan aku sam, aku akan minta maaf pada wanita tua yang miskin itu*
Triak denada, membuat langkah samuel terhenti dan berbalik badan.
*Apa kau bilang, wanita tua yang miskin*
Denada hanya mengangguk mendengar pertanyaan samuel.
*Kau ingat dena, dia memang miskin harta, tapi dia kaya hati. dia mampu menghidupi puluhan anak tanpa menyusahkan hidup orang lain, tidak sepertimu, hidup bergelimangan harta tapi miskin hati*
Samuel kembali berdiri dan sebelum benar benar meninggalkan tempat itu.
dia melemparkan sebuah majala ke pada denada.
__ADS_1
*Nikmati saja hidupmu dan segeralah bertaubat dena*
Bersambung.......