Bukan Gadis Desa Biasa

Bukan Gadis Desa Biasa
BAB 72


__ADS_3

Jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan bulan pun berganti tahun. dengan beriring waktu yang terus bergulir, Satu persatu rahasia yang di sembunyikan oleh keluarga besar anet akhirnya terkuak dengan sendirinya.


Malam ini Di sebuah rumah besar bercat abu di luar dan biru di dalamnya. rumah yang berdisain model lama namun tetap terlihat menawan setiap mata yang memandangnya. penghuni yang baru saja pindah tiga bulan lalu itu berencana mengadakan syukuran menyambut awal tahun dan sekalian menyantuni anak yatim sebagai tanda syukurnya atas semua nikmat yang sang pencipta berikan padanya.


Anet melangkah ke dapur dan berpapasan dengan bik nah. orang yang selama ini mengurus rumah besar peninggalan almarhum orang tuanya *Semua susah siap bik nah*


*Susah non, sudah di tata di depan sesuai perintah non tadi* jawab bik nah.


*Ya sudah, kalau gitu, bik nah siap siap yah, mungkin sebentar lagi anak anak panti sama yang lain akan datang. anet ke ke kamar dulu*


*Baik non*..

__ADS_1


Tak berapa lama, kediaman Anet di penuhi para sahabat, keluarga dan juga anak panti yang sengaja di undangnya. acara di mulai dari marawis penampilan ,membaca yasin dan berdoa bersama, mendengar tausiah dari ustadz kondang, makan makan dan juga di akhiri anet pemberian buah tangan untuk anak yatim yang sudah hadir dia caranya. sebagai tanda terima kasihnya.


*Aneeet... maaf aku terlambat, tadi kena macet, Aku juga di ajak muter muter sma google map nya* Dinda lansung memeluk anet, dia datang terlambat di acara syukuran anet dengan.


*Tidak apa din, ayo masuk. tu masih banyak teman kampus dan teman kantor kita di dalam. belum pada pulang semua* Mereka beriringan masuk kedalam.


*Waah, ternyata kamu anak orang tajir melintir ya net, rumah kamu juga bagai istana gini* ucap dinda kagum dengan isi rumah anet yang memang sangat elegan dan terkesan mewah baik dari luar maupun di dalamnya.


*Jangan berlebihan ah, ini hanya titipan Allah aja kok.* ucap anet sambil merangkul bahu dinda.


*Alhamdulillah, ibuku sudah jauh lebih baik sekarang, dan dua adik ku tidka bisa ikut karna mereka harus gantian jaga warung.* Anet mengangguk mengerti.

__ADS_1


*Net, terima kasih banyak ya udah bantu aku dan keluarga ku. aku berhutang budi padamu net, aku janji akan mencicil nya nanti padamu* Dinda mengatup tangannya di wajah.


*Dinda, apaan sih. udah ah. itu mulu yang di bilabmng, gak ada cerita ganti ganti. aku iklas kok* anet jadi tak enak hati dengan sikap dinda, di tambah lagi beberapa temannya yang ada di ruangan tetsebut melihat mereka.


flashback


Setelah pulang kampus Anet meminta paman bunda dan juga papi mami berkumpul, di sebuah lestoran tak jauh dari rumah papimami.


Dea tak bisa ikut karena sudah ada janji dengan robi.


Saat semua sudah berkumpul di satu meja, anet menjelaskan tentang apa yang terjadi dan kondisi dinda dan keluarganya saat ini.

__ADS_1


*Anet merasa kesihan sama dinda, di usia nya yang masih muda beban hidupnya begitu berat, jadi maksud anet mengajak para tetua yang kaya raya ini berkumpul disini, untuk meminta uluran tangan para tetua berempat untuk menambah uang tabungan anet, guna membantu biaya operasi ibunya dinda* ucap anet yang lansung cubit bunda dan mami yang ada di kiri kanannya saat mengatakan kata tetua yang kaya raya. sementara paman dan papi hanya menggeleng kepala melihat tingkah mereka.


Bersambung...


__ADS_2