
Tanpa terasa hari mulai siang, paman yang berada di ruang keluarga bersama bunda sedang menonton tv, mendengar suara ketukan pintu.
*Tok tok tok. Assallamualaikum, selamat siang* terdengar suara seseorang di balik daun pintu.
*Waalaikum salam, sebentar* sahut bunda.
*Siapa ya mas, siang siang terik begini datang bertamu ?* tanya bunda ke paman.
*Laah mana mas tau bun, sudah buka kan saja dulu, dari pada binda menduga duga.* paman masih duduk santai di kursi yang terbuat dari kayu jati itu.
bunda segera ke depan dan membuka pintu...
*Assallamualaikum bu, Apakah benar ini rumah nya Anita ?.* ucap seorang perempuan dengan pakaian rapi. dan di belakang nya berdiri dua oarang pria berbadan tegap memakai baju serba hitam tak lupa memakai kaca mata hitam juga.
__ADS_1
bunda merasa agak takut, ketika melihat kedatanga tiga orang yang tidak di kenal itu, namun dengan sopan bunda menjawab.
* Iya, ini rumah nya Anita, saya ibunya, kalau saya boleh tau ibu dna bapak bapak ini siapa ya ?? apa anak saya memiliki masalah dengan bapak dna ibu ??* cicit bunda yang mulai semangkit takut. dan berpikir yang datang adalah orang jahat yang akan membawa paksa putri mereka.
*Perkenalkan saya Dea dan mereka adalah pengawal khusus keluarga Tan. kami datang kemari di tugaskan untuk menjemput saudari Anita.* jawab dea dengan lembut dan penuh wibawanya.
*Ooh, mau menjemput Anet ya, saya pikir tadi ada apa, mari silahkan masuk dulu, biar saya panggilkan anetnya.* bunda mempersilakan perwakilan keluarga Tan masuk, lebih tepatnya orang suruhan.
paman yang melihat tiga orang itu masuk lansung berdiri dan mempersilahkan mereka duduk. karena bunda sudah berbisik kepada paman bahwa mereka datang untuk menjemput anet.
*Terima kasih pak, maaf mengganggu waktu nya.* ujar dea. ia dan dua pengawal itu pun duduk.
* Mohon maaf sebelumnya, kalau saya boleh tau ibu dan bapak bapak ini dari mana ya, kok bisa mengenal anak saya Anet ?* tanya paman penasaran.
__ADS_1
*Jadi begini pak, kami dari perusahaan yang berjalan dibagian Teknis dan informasi serta promosi, saya ini adalah sekretaris keluarga Tan, ya bisa dikatakan orang kepercayaan keluarga tan.* jelas dea dengan sopan dan ramah..
*Beberapa tahun belakangan ini perusahaan besar keluarga tan selalu memberi beasiswa kepada siswa berprestasi dan maaf kurang mampu, untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, sehingga mereka dapat menjadi seseorang yang sukses dan mampu mengangkat derajat keluarganya. dan tentunya dengan semua kebutuhan siswa/mahasiswa selama menjalankan proses belajar sudah kami tanggung, mulai dari tempat tinggal, makan, biaya perkulihan, dan juga jika mahasiswa ingin bekerja sambil belajar perusahaan Tan akan memberikan peluang bekerja di perusahaan dengan bidang yang sesuai denga jurusan yang di ambil mahasiswa itu sendiri. agar mereka bisa lansung praktikan ilmu yang di dapat dari proses belajarnya. Dan kebetulan sekolah Anita adalah salah satu sekolah yang terpilih untuk mengutus satu orang calon mahasiswa berprestasi di tahun ini untuk kami bimbing menjadi pribadi yang lebih baik tentunya.* Dea sang sekreatris menjelaskan kepada paman dengan rinci.
paman yang mendengar penjelasan sekretaris dea lansung mangut mangut tanda mengerti.
*Alhamdulillah, brarti anak saya Anet adalah siswa yang beruntung, karena mendapatkan kesempatan emas ini. karena dari kecil dia selalu bercita cita menjadi seorang pembisnis.* paman mengatakan dengan wajah berbinar binar.
*Benarkah pak, brarti kami tidak salah memilih kandidtan penerus perusahaan.* Des keceplosan.
*Maksudnya apa ya bu ??.* paman tidak paham dengan ucapan sekretaris dea.
* bukan apa apa pak, maksud saya kami menemukan orang yang tepat untuk kami bimbing agar nanti bisa sukses.* sekretaris dea memberi alasan.
__ADS_1
* Ooh iya, semoga saja anet akan segera sukses.* ujar paman dangan senyum bahagia.
Bersambung....