
Tang Su dan Siyue sering bersama di kampus meski mereka beda jurusan. Mereka terlihat sering jalan berdua. Di saat jam istirahat Siyue datang ke kelas Tang Su untuk mencarinya, terkadang juga Tang Su yang datang ke kelas Siyue.
Suatu pagi karena Tang Su beberapa waktu yang lalu sudah mengetahui tempat kost Siyue dan pernah mampir ke sana, kali ini dia berniat untuk ke sana lagi.
Tang Su keluar dari tempat kostnya. Dia berhenti dan melihat teman kost lainnya berangkat bersama menuju ke kampus dengan dia seorang diri.
“Seandainya saja Siyue juga kos di sini pasti aku berangkat pagi bersama dengannya.”batin Tang Su yang merasa iri melihat kebersamaan teman lainnya.
“Oh... aku tetap bisa berangkat bersama Siyue. Kenapa tidak ?”gumamnya sambil tersenyum kecil.
Ia pun mengeluarkan ponsel dari tasnya dan segera menelepon nomor Siyue.
“tuut.... tuut... tuut...!”
“Kenapa tidak tersambung... ?”pekik Tang Su mematikan telepon setelah panggilannya tidak tersambung dan sudah mengulanginya tiga kali.
Namun gadis itu tak menyerah begitu saja. Dia pun berjalan menuju ke tempat kost Siyue meskipun harus berjalan sedikit memutar.
“Oh... akhirnya aku sampai juga.”ucap Tang Su yang saat ini berdiri di depan pintu kamar Siyue mengatur nafasnya yang masih terengah-engah sambil sesekali melirik jam tangan di pergelangan tangan kirinya, takut akan terlambat ke kampus.
“tok... tok... tok...”
Dari dalam kamar Siyue yang sedang duduk di depan cermin dan menyisir kamarnya segera berdiri setelah mendengar pintu kamarnya diketuk.
“Ya sebentar...”jawab gadis itu berdiri dan merapikan kembali tempat duduknya lalu mengambil tasnya di meja dan juga mencabut ponsel yang sedang dia cas.
“Tang Su... ?!”ucap Siyue setelah membuka pintu dan mendapati temannya itu berdiri di sana.
“Aku bosan berangkat sendiri ke kampus makanya aku ke sini, karena aku tak bisa menghubungi nomormu.”ucap Tang Su.
“Ah ya... maaf aku mengecas ponselku tadi.”balasnya tersenyum kecil. Gadis itu merasa senang sekali Tang Su mau berangkat bersama dirinya ke kampus.
“Ayo kita berangkat sekarang...”ajak Siyue karena sebentar lagi kelas akan dimulai.
Tang Su yang memang berbadan tambun, masih bercucuran keringat setelah berjalan agak jauh.
__ADS_1
“Siyue... haah.... haah.... boleh aku minta air sedikit ?”tanyanya dengan nafas yang masih tersengal.
Siyue tersenyum kecil melihat Tang Su yang lelah hanya dengan berjalan ke tempat kostnya segera masuk kembali ke kamarnya dan mengambil satu botol air mineral.
“Ini...”ucapnya sambil memberikan air mineral itu pada Tang Su.
“glek... glek...”Tang Su segera menghabiskan air mineral dari Siyue.
Mereka berdua kemudian berjalan bersama menuju ke kampus.
Banyak mahasiswa yang merupakan teman sekelas Tang Su dan juga Siyue berpapasan dengan mereka berdua di tengah jalan.
“Lihat itu... si tambun mendapatkan teman sekarang.”ucap seorang mahasiswa yang merupakan teman sekelas dari Tang Su berbisik pada gadis di sebelahnya.
“Iya...si tambun berteman dengan si cungkring dari jurusan Biologi, mereka berdua benar-benar serasi.”balasnya berbisik sambil tersenyum kecil melirik ke arah Tang Su dan Siyue.
Dan mayoritas mahasiswa lainnya mengetahui hubungan pertemanan antara Tang Su dan Siyue yang memang terlihat kontras dari fisik mereka berdua.
Tang Su dan Siyue hanya diam dan menatap beberapa mahasiswa lainnya yang juga melihat mereka dengan tatapan aneh kemudian berbisik dan kembali tertawa seolah mengejek mereka.
“Nanti istirahat kita bertemu di perpustakaan ya.”ucap Siyue berhenti di ujung jalan sebelum mereka berdua berpisah.
Mereka pernah kemudian berpisah di tengah jalan dan masuk ke kelas masing-masing.
Di dalam kelas Tang Su segera duduk di kursinya di deretan paling belakang. Saat ini meskipun gadis itu tetap duduk seorang diri namun dia terlihat lebih ceria dan tak pernah bersedih lagi setelah berteman dengan Siyue. Ia pun mengikuti pelajaran dengan lebih ceria dari biasanya.
“teng... teng... teng...” suara bel yang berbunyi tanda istirahat.
Semua mahasiswa keluar dari kelas termasuk Tang Su. Ia berjalan menuju ke perpustakaan karena sudah berjanji sebelumnya pada Siyue untuk bertemu di sana.
Seperti biasa gadis itu melewati lapangan sepak bola dan berhenti sebentar sekedar untuk melihat apakah pangeran impiannya ada di sana.
“Ramai sekali di sana... apa Yuxing saat ini sedang latihan ?”batin Tang Su yang penasaran ke arah lapangan sepak bola.
__ADS_1
Banyak mahasiswa berlatih di tengah lapangan dan dia tidak bisa melihat apakah Yuxing ada di sana atau tidak. Selain itu ada banyak mahasiswi yang berdiri menutupi lapangan yang menghalangi pandangannya.
“Walaupun aku tidak bisa melihatnya sudah dipastikan Yuxing saat ini ada di sini.”gumam Tang Su saat melihat para gadis yang berada di pinggir lapangan bersorak-sorai.
“Oh ya... Siyue menungguku di perpustakaan.”pekiknya tiba-tiba teringat janjinya dengan Siyue.
Tang Su melangkahkan kakinya pergi dari lapangan dan berjalan menuju ke perpustakaan.
Dari tengah lapangan ada Xiao Jinyu yang sempat menoleh dan melihat Tang Su berada di sana sebentar.
“Oh... si chubby Tang Su barusan ada di sini.”batin Xiao Jinyu melihat dari kejauhan gadis itu masuk ke perpustakaan. Ia pun kembali berlatih sepak bola dengan teman satu timnya.
Di dalam perpustakaan Tan Su menatap ke sekeliling untuk mencari Siyue.
“Tang Su kemari...”panggil Siyue sambil melambaikan tangan saat melihat temannya yang masuk dan mencarinya.
Tang Su segera berjalan menuju ke kursi tempat Siyue duduk saat ini, di kursi paling pojok ruangan.
“Kau lama sekali...”ucap Siyue yang sudah sepuluh menit duduk di sana menunggunya.
“Ah... maaf aku berhenti sebentar di lapangan sepak bola tadi.”jawab Tang Su sambil malu-malu dan tersenyum kecil.
Mereka kemudian menuju ke rak buku untuk mencari buku yang akan mereka pinjam.
Tang Su berada di rak buku yang ada di sebelah Siyue. Dia berdiri di tengah rak buku dan menetap deretan buku-buku yang ada di sana sebelum mengambil buku apa yang akan dibaca.
“Untuk akhir pekan besok aku pengen membaca buku santai yang bisa menemani aku bersantai di rumah.”gumam Tang Su.
Gadis itu kemudian memutuskan untuk meminjam sebuah komik saja daripada buku tentang mata kuliah farmasi.
Tang Su memilih-milih buku di deretan komik. Dia pun menemukan sebuah komik lama namun masih bersampul bagus yang bergambar seorang putri membawa panah sambil menunggang kuda.
“Komik apa ini... aku belum pernah melihat komik ini.”gumamnya lalu mengambil komik itu dan membaca sinopsis ceritanya.
“Sepertinya cerita ini menarik karena mengisahkan seorang putri di suatu kerajaan.”batinnya.
__ADS_1
Tang Su membawa komik tadi dan mencari komik lain yang menurutnya menarik kemudian membawanya ke meja.
BERSAMBUNG....