
Tang Su seharian tidak bertemu dengan Siyue. Temannya itu sibuk mengerjakan tugas saat Tang Su mengajaknya bertemu di kantin. Hingga jam pulang barulah mereka bisa bertemu.
“Dimana Siyue ? Kenapa dia belum datang juga ?”gumam Tang Su menunggu temannya itu di pintu keluar kampus.
Dari kejauhan terlihat Siyue berlari menuju ke pintu keluar kampus. Setibanya di luar pintu kampus dia pun berhenti.
“haah... haah... Tang Su pasti menunggu ku lama.”ucap Siyue mengatur nafasnya sambil menetap ke sekitar mencari keberadaan temannya.
Tang Su kembali menatap ke sekitar dan dia melihat Siyue masih terengah-engah dan mengawasi sekitar.
“tap... tap... tap...”Tang Su berjalan dan berhenti tepat di depan temannya itu.
“puk...”Tang Su menepuk pelan bahu Siyue sambil tersenyum kecil padanya.
“Kenapa kau harus berlari seperti itu Siyue ?”ucapnya bertanya.
Siyue menetap sosok gadis asing di depannya. Dari suaranya persis sekali dengan suara Tang Su tapi penampilannya benar-benar sangat berbeda.
Dia pun lalu menatap tas, jam tangan dan juga sepatu gadis itu yang mirip dengan milik Tang Su yang biasa dipakainya.
“A-apa kau benar Tang Su ?”ucap Siyue ragu dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Tentu saja aku Tang Su temanmu kenapa kau melihatku seperti itu ?”balasnya menatap Siyue yang masih diam dan bengong menatapnya seperti yang lainnya menatap dirinya.
“Astaga jadi ini benar kau ? Kau cantik sekali sampai aku tak bisa mengenali dirimu.”balas Siyue masih menatap wajah cantik temannya itu.
Tang Su hanya mengangguk dan tersenyum saja menanggapinya.
“Tang Su tapi bagaimana bisa kau cepat langsing dalam waktu sekejap ?”tanya Siyue penasaran.
“Kurasa sudah tahu jawabannya. Aku rutin melakukan program diet dan menambah latihannya.”jawabnya singkat.
Mereka berdua kemudian berjalan bersama meninggalkan kampus.
Di kampus terjadi kehebohan setelah melihat perubahan Tang Su, apalagi teman sekelasnya.
Para lelaki di kelasnya berubah sifat, yang awalnya cuek dan sering memaki sekarang jadi perhatian dan mencari perhatian malahan.
__ADS_1
“Oh apa yang mereka lakukan sebenarnya ? Kenapa mereka jadi aneh ?”batin Tang Su melihat teman sekelasnya berlomba untuk mengambil hatinya. Namun dia malah merasa muak dengan tingkah manis mereka.
Sedangkan para gadis di kelasnya sebagian terlihat iri karena perubahannya, sebagian lagi biasa saja dan cenderung cuek, sisanya beralih mencari perhatian dan ingin berteman dengannya.
“Tang Su nanti sore kau ada acara tidak ? Jika tidak ada aku mau mengajakmu shopping.”ucap seorang gadis menghampirinya dan menawarinya hang out.
“Aah maaf... aku nanti sore ada acara, mungkin lain waktu saja.”balas Tang Su menolak dengan alasan sibuk dan entah kenapa dia tak mau saja pergi bersama teman sekelasnya itu karena sebelumnya temannya itu bersikap kurang baik padanya.
Teman sekelas Tang Su terlihat kecewa namun dia tak mungkin juga untuk memaksanya, dan tersenyum kecut mendengar penolakan gadis itu.
Sore hari, Tang Su merasa bosan terus berada di kamar seorang diri. Dia pun berdiri di depan cermin dan menatap pantulan dirinya.
“Aku ingin mengubah penampilan rambutku.”gumamnya saat melihat style rambutnya yang biasa dan tak sesuai dengan penampilannya saat ini.
Tang Su mengambil tas selempang kemudian keluar dari tempat kost dan berjalan ke jalan raya menunggu taksi mengantarnya ke salon terdekat.
“Taksi... !”teriak Tang Su saat melihat sebuah taksi melintas di depannya sambil mengayunkan tangannya ke depan.
“ckiit...”Taksi berhenti dan gadis itu segera masuk lalu duduk di sana dengan tenang.
“Pak tolong antar ke salon terdekat di sini.”ucap Tang Su pada sopir taksi.
Taksi menuju ke salon terdekat dan beberapa saat kemudian taksi itu berhenti di sebuah salon.
“Terima kasih pak.”ucap Tang Su saat turun dari taksi dan menyerahkan beberapa lembar uang pada sopir taksi.
Tang Su berhenti di sebuah salon besar bernama Salon Xingshing.
“kriek...”Tang Su membuka pintu dan masuk ke salon.
Di dalam salon dia melihat semua kursi di sana penuh dan dia pun akhirnya duduk di kursi tunggu.
Gadis itu duduk sudah satu jam lebih. Dia menunggu dengan membaca beberapa tabloid di sana, juga bermain game di ponsel hingga baterainya mau habis.
“Lama sekali... berapa jam lagi aku harus menunggu ?”batin Tang Su mengeluh sambil melihat ke semua kursi yang masih tampak penuh.
Satu jam kemudian seorang gadis berdiri dari kursi dan berjalan melewatinya.
__ADS_1
“Nona silahkan kesini.”ucap seorang hair stylist memanggilnya. Lelaki itu berpenampilan oke namun terlihat sedikit féminin saat dia bicara.
“Ya, baik.”jawab Tang Su berdiri dan bersemangat lalu segera duduk di kursi yang kosong.
“Nona ingin potong rambut model seperti apa ?”tanya lelaki féminin itu mengambil gunting dan memegang rambut panjang Tang Su.
“Ehm... maaf aku kurang begitu tahu tentang tren model rambut terkini tapi aku ingin rambut ku terlihat berbeda dan memukau daripada sebelumnya.”jawab Tang Su menjelaskan pada sang hair stylist.
“Oke nona cantik.”balas hair stylist itu sambil tersenyum kecil. Ia memegang rambut Tang Su dan menatap wajah gadis itu di cermin. Dia berpikir sejenak untuk menentukan model yang cocok dengan Tang Su.
Hair stylish tadi mulai menggerakkan gunting dan memotong rambut Tang Su membentuknya seindah mungkin.
“Bagaimana apa ada request lagi ? Mungkin kurang pendek atau bagaimana ?”ucap sang hair hair stylist menatap cermin.
Tang Su melihat penampilan barunya di cermin dan dengan sedikit sentuhan dari hair stylist membuatnya terlihat lebih menawan dari sebelumnya.
“Ini sempurna sekali.”jawab Tang Su tersenyum menatap cermin dan puas dengan hasil kerja sang hair stylist.
Gadis itu segera berdiri dari tempat duduknya. Dia keluar dari salon itu setelah melakukan pembayaran.
Hair stylist tadi teringat jika ada seorang yang menitipkan brosur di salonnya beberapa pekan yang lalu.
“Nona tunggu !”teriak hair stylist tadi memanggil Tang Su yang baru berjalan beberapa langkah.
Tang Su berhenti lalu berbalik dan berjalan kembali menuju ke tempat hair stylist.
“Nona bawa ini mungkin saja nona berminat.”ucap hair stylist memberikan sebuah brosur pada Tang Su.
Gadis itu menerima brosur dan membacanya.
“Apa.... kontes kecantikan ?”gumamnya setelah selesai membaca brosur yang dipegangnya.
“Emm... sepertinya aku tidak masuk kriteria untuk mengikuti kontes ini.”balas Tang Su menyerahkan kembali brosur tadi.
“Nona terlihat cantik coba saja siapa tahu beruntung. Jika tidak menang bisa buat pengalaman saja.”jawab hair stylist tadi agar gadis itu membawa brosur nya dan mempertimbangkannya lagi.
“Ahh....ya terima kasih informasinya aku akan memikirkannya terlebih dulu.”jawab Tang Su.
__ADS_1
Ia pun tak jadi mengembalikan brosur tadi dan membawa pulang brosur tadi. Dia pun memikirkannya selama di jalan apakah sebaiknya dia mengikuti kontes kecantikan itu atau tidak.
BERSAMBUNG...