
Tang Su melanjutkan membaca novel Putri Wu Shuang dan membalik halaman berikutnya. Namun masih tak terjadi apapun pada dirinya.
“Aneh sekali... kenapa aku tidak berpindah ke dimensi buku ?”pekik Tang Su penasaran dan dia membalik halaman berikutnya, namun tetap saja dia berada di kamarnya.
Beberapa saat setelahnya tiba-tiba muncul sinar terang yang keluar dari novel yang dibaca Tang Su. Sinar itu menuju ke Tang Su dan dan beberapa saat setelahnya dari situ melihat kekerasan gambaran cerita dalam novel Putri Wu Shuang.
Terlihat perang kembali terjadi di antara Wanzhou dan Pingxuo. Kali ini Kaisar Luoying memenangkan pertarungan.
Kekalahan Pingxuo membuat Kaisar Feng Lin merasa tak terima dengan kekalahan pasukannya. Dia berniat membalas kekalahannya, namun hal itu diketahui oleh Putri Meilin.
Putri Meilin melarang keras ayahnya melakukan serangan balik ke istana Wanzhou.
Putri Wu Shuang akhirnya menemukan siapa dalang dibalik percobaan pembunuhan dirinya. Dia pun melaporkan hal itu pada Kaisar dengan membawa bukti.
Permaisuri Shen mendapatkan hukuman dan di asingkan di Kuil Manato selama 200 purnama untuk menebus dan menghapus dosanya.
Putri Shen Bailian tak bisa berbuat apa-apa setelah permaisuri diasingkan.
Setelah masalah di kerajaan beres Putri Wu Shuang akhirnya kembali ke istana.
Semenjak Permaisuri Shen di asingkan dan dicabut gelarnya sebagai permaisuri, Selir Wan Rou menggantikan posisinya sebagai permaisuri.
Kaisar Luoying kembali melanjutkan perjodohan Pangeran Shen Qiu dengan Putri Shen Bailian. Namun pangeran menolaknya setelah datang ke istana dan bertemu dengan tabib Tang yang ternyata adalah Putri Wu Shuang.
Awalnya tak ada rasa cinta di antara mereka berdua, namun seiring berjalannya waktu dan karena seringnya bertemu tumbuhlah benih cinta di antara keduanya.
Beberapa waktu kemudian terdengar kabar jika Kaisar Feng Lin akan kembali menyerang istana Wanzhou. Putri Wu Shuang yang menjadi pemicu awal timbulnya peperangan yang tak ada akhir itu pergi ke istana Pingxuo untuk menjelaskannya.
__ADS_1
Putri Wu Shuang menjelaskan kesalahpahaman ini Berawal Dari Dirinya yang membawa pakaian yang dipakainya secara sembarangan di depan istana Pingxuo sehingga menyebabkan salah tangkap Putri Meilin.
Dia meminta maaf dan berharap Kaisar Feng Lin tak meneruskan peperangan yang tiada akhir dan tak ada untungnya bagi kedua belah pihak.
Kaisar Feng Lin menolak dan tetap akan menyerang, namun tiba-tiba Putri Meilin datang dan melihat gadis yang pernah menyelamatkannya dulu ternyata adalah Putri dari istana Wanzhou. Dia pun menjelaskan pada Kaisar jika Putri itu pernah menyelamatkan hidupnya dan meminta ayahnya tidak meneruskan peperangan itu.
Perang di antara Wanzhou dan Pingxuo akhirnya benar-benar berhenti,bahkan Putri Meilin dan Putri Wu Shuang akhirnya mereka bersahabat.
Putri Meilin yang sebelumnya murung dan pendiam menjadi gadis yang ceria dan periang sejak berteman dengan Putri Wu Shuang. Bahkan gadis itu menemukan jodohnya, seorang pangeran yang merupakan kerabat dari Kaisar Luoying, pangeran Mo Lan yang merupakan putra dari adik kaisar Luoying.
“paff....”cerita berakhir dan Tang Su bertemu dengan sosok Putri Wu Shuang yang tersenyum menatapnya.
“Terimakasih sudah membantuku mengembangkan cerita. Tanpa mu aku tak akan menjalani happy ending seperti ini karena kisah aslinya aku sudah meninggal di awal cerita. Ini semua keajaiban dan berkat dirimu.”ucap Putri Wu Shuang panjang lebar dan tersenyum lebar menatapnya.
“Apa...”Tang Su terkejut dan tak bisa berkata-kata melihat sosok sang putri juga pada apa yang diceritakannya barusan.
“Putri Wu Shuang, sebenarnya sejak aku masuk ke buku ini aku banyak mendapatkan kebaikan juga kelebihan yang sebelumnya tak pernah ada dan tak pernah kumiliki. Dengan memerankan sosokmu secara tidak langsung merubah sesuatu yang kurang pada diriku.Terimaksih.”jawab Tang Su menjelaskan panjang lebar perubahan dirinya setelah memerankan sosoknya.
“Jalani kehidupanmu dan Ikuti kata hatimu. Sepertinya takdir telah mengaitkan benang pada kita berdua dan hal itu secara tidak langsung juga akan terjadi padamu. Aku sudah menemukan pasangan ku di dunia ku, dan kau akan menemukan pasanganmu di duniamu segera setelah ini.”ucap Putri Wu Shuang panjang lebar dan kembali menjelaskan keterkaitan dirinya dengan Tang Su yang saling berhubungan.
“plof... !”sinar terang tadi kemudian meredup dan semakin meredup. Sosok Putri Wu Shuang kemudian hilang dari hadapan Tang Su dan kembali ke dalam buku.
“paff.... !”novel tadi menutup sendiri setelah Sinar terang tadi benar-benar hilang dari ruangan Tang Su dan dalam sekejap mata Novel tadi hilang dari meja Tang Su tanpa jejak.
“Kemana novelnya ? Kenapa tiba-tiba hilang ?”gumam Tang Su tak melihat buku itu ada di mejanya.
Tang Su yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya mencoba mencari novel tadi ke seluruh ruangan.
__ADS_1
“Tidak mungkin novel itu lenyap begitu saja.”gumam Tang Su. Ia pun mencari di bawah meja, namun tak menemukannya. Dia mencoba mencari di meja belajarnya, tak ada di sana. Namun gadis itu tak menyerah begitu saja dan dia terus mencari sampai ke sudut ruangan.
“Novel itu... novel itu benar-benar hilang !”pekik Tang Su setelah dua jam mencari kemana-mana dan tak menemukannya juga.
Tang Su kemudian menyerah karena merasa lelah dan duduk sambil meminum segelas air mineral.
Dia terlihat sedih kehilangan buku yang sangat berarti baginya.
“Aku tidak tahu kenapa aku bisa menemukan buku itu... dan setelah aku terbiasa dengan buku itu sekarang buku itu hilang begitu saja dariku.”ucap Tang Su sambil menunduk dengan sedih.
Karena sudah malam dia pun memutuskan untuk beristirahat. Keesokan paginya gadis itu bangun seperti biasa.
Dia masih teringat dan tak bisa melupakan novel Putri Wu Shuang.
“Aku akan mencoba mencari di seluruh toko buku yang ada. Tidak mungkin buku itu tidak ada.”gumam Tang Su masih penasaran dengan keberadaan buku itu dan ingin mencarinya.
Siang hari seusai pelajaran dia mendatangi toko buku yang ada di belakang kampus dan menanyakan novel Putri Wu Shuang.
“Maaf nona tapi novel itu tak pernah ada.”ucap pemilik toko menjelaskan pada Tang Su.
Tang Su memberitahukan nama penerbitnya dan judulnya lalu meminta pemilik toko itu mencarinya sekali lagi dan tetap saja novel itu tak ada dalam list di komputernya.
Tang Su kemudian mencarinya di beberapa toko buku yang ada di sana dan ternyata hasilnya sama. Dia juga tidak menemukan buku itu di manapun. Para pemilik toko itu mengucapkan hal yang sama dan tak pernah melihat buku itu sebelumnya.
“Kenapa terjadi keanehan seperti ini ?”gumam Tang Su keluar dari sebuah toko buku.
Gadis itu berjalan pelan menyusuri jalan dan menatap ke angkasa dengan tersenyum kecil.
__ADS_1
BERSAMBUNG...