Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 46 Gagal Diet


__ADS_3

Satu minggu berlalu dan setiap hari Tang Su mengurangi porsi makannya meskipun tidak banyak.


Suatu pagi Tang Su bangun tidur. Dia segera membuka matanya dan menunjukkan timbangan badan yang ada di sudut kamar dengan bersemangat.


“Berapa kilo berat ku yang turun ?”gumam Tang Su sambil tersenyum lebar saat dia sudah naik di atas timbangan digital miliknya.


Gadis itu kemudian melihat angka yang muncul di sana.


“Apa.... hanya turun satu kilo saja ? Padahal aku sudah mengurangi separuh porsi makan ku !”pekik Tang Su yang terkejut melihat angka yang muncul di sana.


Tang Su kemudian segera turun dari timbangan digitalnya dan masuk ke kamar mandi untuk bersiap berangkat ke kampus, dengan langkah gontai.


Selesai mandi Tang Su duduk di depan meja dan bersiap menyantap makanan yang ada di depannya.


“Aah... malas sekali rasanya melihat menu sarapan pagi ini.”ucap Tang Su tak terserah makan setelah obatnya hanya turun sedikit sekali dan sama sekali tidak menyentuh menu sarapan paginya.


Gadis itu lalu berangkat ke kampus dengan kondisi perut kosong.


“tap... tap... tap...”Tang Su berjalan dengan lesu. Setibanya di kampus dia segera berjalan masuk ke kelasnya.


Satu mata kuliah berhasil ia lewati dengan kondisi perut kosong. Empat jam berikutnya dia mulai merasa perutnya sangat perih dan tak bisa menahannya lagi.


“Aduh... kapan jam istirahat tiba ?”gumam Tang Su Memegang perutnya yang kosong sambil beberapa kali menatap jam tangannya.


“teng... teng... teng...”lima menit kemudian bel istirahat berbunyi. Semua murid penutup buku pelajaran mereka dan terlihat bersukacita.


Tang Su segera berdiri. Dia bahkan berlari untuk keluar kelas dan menuju ke kantin.


Di depan pintu kelas dia di hadang oleh geng Ichieon. Sebuah geng yang beranggotakan tiga gadis yang beranggotakan mahasiswi yang ada di kelasnya, Mingyue, Hanasui, dan xiulan.


Ketiga gadis tadi suka membully beberapa mahasiswa, dan mereka sering juga membully Tang Su.


“Hey Tang Su mau ke mana kau pergi dari kelas dengan buru-buru ?”tanya Xiulan sambil merentangkan kedua tangannya ke pintu untuk menghalangi gadis itu keluar.


“Xiulan... tolong jangan menghalangi ku. Aku bener-bener kelaparan karena aku belum sarapan.”ucap Tang Su berusaha menerobos keluar.


Dari belakang Mingyue menarik kerah baju Tang Su dan menarik tubuhnya mundur.

__ADS_1


“Kasihan sekali kau gadis gendut, kelaparan. Baiklah kau boleh pergi setelah memijat bahu ku yang pegal ini.”ucap Hanasui menghampiri Tang Su.


Tang Su mundur dan termasuk menolak perintah dari geng Ichieon, namun Mingyue kembali bermaksud menarik kerah bajunya jika gadis itu menolak.


Tang Su tak bisa menolak dan terpaksa menyetujui perintah dari geng itu agar dia bisa segera keluar dari kelas.


Tang Su kemudian menghampiri Hanasui dan mulai memijat bahunya. selesai memijat dua personil lainnya merapat dan meminta baunya ikut dipijat seperti teman mereka.


“Apa... tangan ku bisa pegal kalau begini.”protes Tang Su menolak.


“Apa kau menolaknya ?”ucap Xiulan menatap Tang Su dengan melotot dan bersiap menarik rambut panjangnya.


“Ya... ya... aku akan memijat bahu kalian.”teriak Tang Su menarik kepalanya agar rambutnya selamat dari jambakan Xiulan.


Tang Su kemudian memijat bahu Xiulan dan Mingyue secara bergantian.


“Sial sekali aku hari ini. Sudah perut ku lapar masih harus memijit mereka”batin Tang Su mengumpat dalam hati lalu menoleh ke belakang menatap teman sekelas lainnya yang cuek saja saat melihatnya ditindas dan malahan sebagian dari mereka berpura-pura tak melihatnya.


“Sudah selesai.”ucap Tang Su mengakhiri sesi pijat bahu.


Geng Ichieon kemudian melepaskan Tang Su dan mencari target lain untuk mereka bully.


“Waah... masih hangat dan pasti nikmat.”gumam Tang Su lalu segera menyantap satu porsi mie ayam dan menghabiskan satu porsi lainnya.


“Aah... kenyang sekali.”ucap Tang Su sambil memegang perutnya yang terasa sudah penuh.


Setelah kenyang, Tang Su keluar dari kantin dan berjalan dengan pelan menuju ke kelasnya sambil menunggu jam istirahat selesai.


Beberapa hari Tang Su melewatkan sarapan pagi namun saat siang dia makan dengan porsi double di kantin.


Tiga hari kemudian dia kembali menimbang berat badannya di pagi hari dalam keadaan perut kosong.


“Apa.... ? Dalam tiga hari berat badanku kembali naik satu kilo ?”ucap Tang Su syok berat dan frustasi mengetahui berat badannya kembali ke berat awalnya.


“Oh tidak... lalu kapan berat badanku akan turun ?”ucap Tang Su turun dari timbangan digital miliknya dan merasa dietnya gagal.


“Seandainya saja aku bisa memiliki tubuh ideal Putri Wu Shuang di kehidupan nyata ini, pasti aku senang sekali.”gumam Tang Su ingin berubah menjadi sang putri di kehidupan nyata.

__ADS_1


Satu jam berlalu dan Tang Su saat ini sudah berada di kampus dan sedang mengikuti mata kuliah hari ini.


Saat jam istirahat dia kembali merasa lapar dan menuju ke kantin. Di sana dia hanya memesan satu porsi mie ayam meskipun dia sebenarnya merasa lapar sekali karena tadi pagi dia tidak sarapan.


Di kantin Xiao Jinyu melihat di sekitar dan mendapati Tang Su duduk sendiri di sana sedangkan kursi lainnya penuh.


“Baiklah aku duduk di sana saja.”batinnya lalu segera duduk di samping Tang Su.


Xiao Jinyu melihat hal yang aneh dan menahan tawanya saat melihat Tang Su ya mau makan sesuap demi sesuap mie ayam sambil menitikkan air mata.


“Gadis ini semakin hari semakin aneh saja. Kenapa mie ayam saja bisa membuatnya menangis seperti itu rasanya benar-benar enak sekali ?”batin Xiao Jinyu lalu tersenyum kecil melihat tingkah konyol Tang Su.


“puk... puk...”Xiao Jinyu menepuk bahu Tang Su tanpa berkata.


Tang Su menoleh ke samping kanan dan terkejut saat melihat Xiao Jinyu duduk di sampingnya.


“Kau lagi... kenapa kau mengikuti ku ?”ucap Tang Su sambil menghapus air matanya.


“Memang kantin ini milikmu ? Lalu aku harus pergi ke mana jika aku lapar ?”balas Xiao Jinyu yang membantahnya karena memang dia tidak mengikutinya.


Tang Su hanya diam dan tak menjawabnya karena memang betul apa yang dikatakan oleh lelaki itu. Ia pun kembali memakan mie ayam yang ada di depannya dengan berat hati karena takut berat badannya akan bertambah lagi, namun dia harus tetap mengisi perutnya yang kosong.


“Hey chubby baru kali ini aku melihat seseorang makan mie ayam sambil menangis. Apa sambalnya pedas sekali ?”tanya Xiao Jinyu.


Tang Su menggelengkan kepalanya dan menaruh sendok yang dipegangnya.


“Lalu kenapa, apa rasanya terlalu enak bagimu ?”


Tang Su kembali menggeleng dan air matanya semakin deras mengalir.


“Aku gagal diet Jinyu. Aku tidak ingin makan ini tapi aku lapar sekali.”jawab Tang Su masih menitipkan air matanya.


“Sudah kau makan saja dan tak perlu memikirkan apapun.”ucapnya memberi saran.


Tang Su kemudian mengikuti perkataan lelaki itu jangan makannya sampai habis. Namun setelah mangkoknya kosong gadis itu kembali menangis sejadi-jadinya.


“Xiao Jinyu aku takut berat badanku bertambah lagi. Lalu bagaimana nanti jika berat ku tidak berkurang dan semakin bertambah ?”ucap Tang Su masih bersedih sambil menghapus air matanya.

__ADS_1


Xiao Jinyu bingung dan tak tahu apa yang harus dia perbuat. Ia pun hanya duduk menemani Tang Su dan berusaha menghiburnya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2