
Satu jam lamanya Tang Su menjahit bajunya dan akhirnya dia menyelesaikannya juga dengan susah payah dengan ujung jarinya yang beberapa kali tertusuk jarum jahit.
“Aku tidak tahan lagi.”gumam Tang Su menggantung cheong sham di pintu dan langsung ambruk ke tempat tidur.
Kondisi ruangan Tang Su saat itu seperti kapal pecah, dapat banyak bekas guntingan kain untuk mempercantik cheong sham tadi juga beberapa tumpuk buku yang berserakan di lantai.
Cheong Sham bikinan Tang Su memang sudah selesai namun jahitan tangannya terlihat tidak rapi sama sekali.
Satu jam setelah gadis itu tidur, tiba-tiba novel Putri Wu Shuang terbuka sendiri. Muncul Seberkas Sinar terang yang keluar dari novel tadi dan bergerak menuju cheong sham yang digantung di pintu.
“cling.... !”cheong sham milik Tang Su berubah menjadi lebih cantik daripada sebelumnya.
“kring.... kring....!”suara bunyi weker memekakkan telinga dan membuat Tang Su bangun.
“Haah.... sudah pagi ?!”ucap Tang Su segera duduk dan turun dari tempat tidurnya.
“Argh.... kenapa kamar ku seperti ini ? Jika aku membereskannya sekarang pasti aku akan terlambat.”gumam Tang Su merasa risih melihat ruangannya yang berantakan.
Karena menurutnya tak ada waktu dan buang-buang waktu saja jika dia membersihkan kamarnya sekarang.
“Baiklah... lebih baik aku bereskan nanti saja.”
Tang Su kemudian segera masuk kamar mandi. Tak lama kemudian dia bercermin dan memakai make-up.
“Aduh... kenapa semuanya aku lakukan sendiri di saat aku butuh bantuan tak ada satupun yang membantuku.”ucap Tang Su mengeluh merasa dirinya seorang diri di dunia ini.
Satu jam berlalu, gadis itu kemudian mengambil cheong sham yang dia gantung di pintu.
“Apa hanya perasaanku saja. Baju ini download lebih bagus daripada sebelumnya ? Dan jahitannya menjadi rapi begini ?”gumam Tang Su saat memegang dan melihat bajunya.
Tak ada waktu berpikir dan gadis itu segera keluar dari rumah menuju ke tempat berlangsungnya kontes kecantikan. Di tengah jalan dia bertemu dengan Siyue.
“Tang Su... tunggu !”ucap Siyue memanggil Tang Su. Dia meminta maaf baru bisa menemaninya.
__ADS_1
“Tak apa... ayo cepat kita berangkat.”ucap Tang Su mengajak temannya itu yang terlihat bengong entah karena apa. Karena Siyue terlihat menatap dirinya dengan aneh juga menetap jalanan dengan tatapan yang aneh pula.
“Aku senang bisa kembali lagi ke dunia ini kupikir aku akan selamanya terjebak di sana.”batin Siyue setelah mereka berdua berada dalam taksi yang meluncur menuju ke lokasi tempat kontes berlangsung.
Tang Su dan Siyue turun dari taksi dan mereka berjalan masuk ke tempat berlangsungnya kontes. Suasana di sana terlihat ramai sekali. Banyak kontestan juga penonton yang memadati gedung itu.
“huft...”Tang Su mengenal nafas setelah berganti baju mengenakan cheong sham buatannya dan berada di balik panggung.
“Tang Su tenanglah, kau jangan takut. Anggap saja ini catwalk seperti latihan yang kau lakukan di rumah.”ucap Siyue yang berada di dekatnya memberi semangat dan dukungan moril pada Tang Su.
Tang Su mengangguk dan tersenyum. Ia memeluk sahabatnya itu sebentar kemudian naik ke panggung setelah namanya dipanggil.
Saat ini di panggung terlihat beberapa kontestan yang terlihat berjalan di atas karpet merah dengan melenggak-lenggok.
“Mereka semua terlihat cantik dan pakaian yang mereka kenakan juga bagus, berbeda dengan baju yang ku kenakan.”batin Tang Su melihat kontestan lain yang berjalan berlawanan arah dengannya.
“Hai Tang Su... ayo... kau pasti bisa !”ucap Xiao Jinyu berteriak dari tengah kursi duduk penonton, memberinya semangat.
“Kapan dia datang kemari ?”batin Tang Su menatap Xiao Jinyu dan entah kenapa tiba-tiba dia yang awalnya pesimis kini menjadi optimis.
Hingga siang hari juri mengumumkan 10 peserta dari 300 kontestan yang lolos dalam babak awal.
“Urutan ke sembilan di raih oleh Lu Anran... urutan ke sepuluh... di raih oleh... Tang Su... !”ucap pembawa acara mengumumkan hasil yang lolos di sesi pertama.
“Apa... ? Aku tak percaya ini ? Siyue, aku lolos babak pertama !”ucap Tang Su tersenyum lebar di balik panggung sambil memeluk temannya itu.
Siang hari kesepuluh kontestan kembali berkumpul di panggung. Kali ini mereka sedang melakukan tes wawasan juga tes kemampuan.
Para peserta kontesan mendapatkan pertanyaan seputar isu global dan lainnya, sebagian dari mereka ada yang terlihat kesulitan menjawab. Namun bagi Tang Su dia sama sekali tak mengalami kesulitan untuk menjawabnya.
“Baik kita lanjutkan pada teks berikutnya dan merupakan tes terakhir. Kalian semua Bisa tunjukkan kelebihan apa saja yang kalian miliki, bermain musik, drama, atau apa saja bisa.”ucap penyelenggara acara kontes kecantikan.
Para kontesan maju sesuai dengan urutan nomor mereka dan menunjukkan keahlian mereka. Ada yang bermain biola, menari, melukis dan lain sebagainya.
__ADS_1
“Apa sebaiknya yang ku tunjukkan ?”gumam Tang Su berpikir. Di bawah panggung dia tak sengaja membawa serta pedang kayu yang pernah ia temukan di jalanan beberapa waktu yang lalu.
“Nomor peserta 8...saudari Tang Su Silakan naik ke panggung.”ucap pembawa acara memanggil.
Tang Su kemudian segera naik ke panggung. Dia memberi salam pada pembawa acara, juri, juga semua penonton yang ada di sana saat itu.
Dia pun membobok kemudian menegakkan kembali badannya dan mulai mengayunkan pedang kayu yang di bawanya.
“srat... !”Tang Su melakukan gerakan menusuk dan menyerang. Dia juga bersalto dan berputar di udara, juga melakukan beberapa jurus yang biasa dilakukan oleh Putri Wu Shuang.
Terdengar suara riuh tepuk tangan dari semua penonton yang hadir saat menyaksikan aksi Tang Su.
Kontes terus berlanjut sampai pada urutan kontestan nomor terakhir. Tiga puluh menit setelah kontestan terakhir menunjukkan bakatnya, tibalah saat pengumuman pemenang diumumkan.
Terlihat para kontestan yang ada di sana terlihat tegang menunggu hasil pengumuman siapa pemenangnya.
“Juara tiga di raih oleh... Liu Shang...juara dua di raih oleh Xie Ran... dan juara pertama diraih oleh Tang Su... !”ucap pembawa acara mengumumkan siapa saja pemenangnya.
Tang Su benar-benar merasa tak percaya dirinya berhasil memenangkan kontes kecantikan kali ini.
“Tang Su kau memang luar biasa !”batin Xiao Jinyu jari tengah kursi penonton menatap gadis itu lekat-lekat.
Tang Su merasa berdebar saat host menyerahkan hadiah dan juga memasangkan mahkota Putri di kepalanya.
“Terima kasih... terimakasih semuanya sudah mendukung ku.”ucap Tang Su tersenyum lebar sambil memegang piala dan mengangkatnya ke atas dengan tersenyum lebar menatap Siyue juga Xiao Jinyu yang selama ini banyak membantu dirinya.
Tang Su turun dari panggung dan Siyue sekarang menyambutnya dengan pelukan hangat.
“Kau menang Tang Su ! Kau hebat !”ucap Siyue dengan semangat.
“Ini semua berkat mu juga Siyue, terimakasih.”balas Tang Su tersenyum lebar.
Mereka berdua kemudian berjalan keluar area kontes kecantikan dan bertemu dengan Xiao Jinyu yang membawakan bunga mawar merah sebagai ucapan selamat atas kemenangannya dan memberikannya pada Tang Su.
__ADS_1
BERSAMBUNG....