Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 129 Air Mata


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah Tang Su putus dengan Yuxing gadis itu sering terlihat menyendiri.


Suatu siang di jam istirahat, Tang Su berjalan seorang diri ke toko buku yang ada di belakang kampus karena semenjak dia jalan dengan Yuxing, Siyue dan Xiao Jinyu jarang menemuinya. Mungkin itu karena itu selalu menempel padanya.


Namun hingga detik ini tak ada seorangpun yang mengetahui kabar tentang putusnya dia dengan Yuxing.


“tap... tap...”Tang Su menuju ke sebuah rak buku. Dia melihat dan mencari buku yang menurutnya menarik untuk dia baca di rumah sebagai penghibur rasa sedihnya.


“Disini tidak ada buku yang menarik.”gumamnya setelah memeriksa semua buku pada sebuah rak buku.


Karena tak ada yang menarik dia pun berpindah ke rak buku berikutnya dan mulai mencari lagi.


“Sebaiknya aku cari bacaan yang ringan saja.”batin Tang Su dan berpindah ke rak buku berikutnya.


Di rak buku itu dia menemukan buku bacaan yang menarik, sebuah novel yang mengisahkan tentang roman harem.


“Oh ya... sudah lama aku tidak melanjutkan membaca novel Putri Wu Shuang di rumah.”batin Tang Su teringat jika Dirinya belum menyelesaikan membaca satu novel itu. Dan entah sejak saat itu gadis itu menyukai membaca novel bergenre harem


“Ini saja.”Tang Su mengambil tiga novel dan membawanya ke kasir lalu membayarnya.


Tang Su keluar dari toko buku dan membawa novel yang dibelinya berjalan masuk ke kampus melewati perpustakaan.


Dia nanti sebentar menatap dalam perpustakaan kemudian melanjutkan berjalan dan di tengah jalan tiba-tiba dia berhenti karena mendengar suara percakapan seseorang yang tidak asing baginya.


“Bukankah itu Siyue dan Xiao Jinyu, apa yang mereka lakukan di sini ?”pekik Tang Su terkejut. Dia pun memutuskan untuk berhenti dan menyembunyikan dirinya di balik tembok dekat dua orang itu.


Tang Su mencoba mendengarkan apa yang mereka obrolkan.


“Xiao Jinyu... ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu.”ucap Siyue semakin mendekat pada Xiao Jinyu yang berdiri di depannya di sebuah lorong.


“Ya Siyue... apa yang ingin kau sampaikan pada ku katakan saja.”balas Xiao Jinyu datar tanpa penasaran sedikitpun.

__ADS_1


Siyue terlihat gugup dan mencoba mengumpulkan kekuatan.


“Xiao... Xiao Jinyu... aku sudah lama ingin menyampaikannya padamu. Aku-aku... sebenarnya menyukai mu.”ucap Siyue dengan susah payah dan menahan rasa malunya sebagai seorang gadis yang menyatakan perasaannya terlebih dahulu.


Tang Su dari balik tembok terlihat terkejut mendengar pernyataan cinta yang barusan diungkapkan oleh temannya itu.


“Siyue... dia mengungkapkan perasaannya pada Xiao Jinyu. Tak mungkin aku bersaing dengan sahabatku sendiri.”batin Tang Su sambil melirik ke arah mereka berdua tanpa sepengetahuan Siyue dan Xiao Jinyu.


Dia melihat Xiao Jinyu diam namun setelahnya tersenyum menatap Siyue dengan lembut.


“Jadi Xiao Jinyu... dia menyukai Siyue ? Mungkin setelah ini dia akan mengungkapkannya. Tidak... aku tak mau mendengarnya.”gumam Tang Su yang merasa tak kuat melihatnya dan itu sangat menyayat hatinya.


Tang Su kemudian berbalik dan mencari jalan lain untuk kembali ke kelasnya.


Sementara Xiao Jinyu masih tersenyum kecil memegang kedua bahu Siyue.


“Siyue aku senang sekali mendengar itu dari bibirmu, aku juga tahu kau mengumpulkan segenap keberanian mu untuk mengungkapkannya padaku. Namun sayang aku tak bisa menerima cinta darimu. Ada seseorang yang ku sukai.”jawab Xiao Jinyu panjang lebar menjelaskan dengan hati-hati agar tidak menyakiti perasaan gadis itu.


Siyue mengangguk dan tersenyum tipis mendengar jawaban penolakan untuknya, sebisa mungkin dia menahan rasa sedih dan air matanya yang hampir pecah di depan lelaki itu.


“Siyue... kau mengenal orang itu. Dia dekat dengan mu... dan dia adalah Tang Su.”jawab Xiao Jinyu menjelaskan sambil menarik tangannya dari bahu Siyue.


Siyue terkejut sekali mendengar apa yang barusan diucapkan oleh Xiao Jinyu.


“Kurasa sebaiknya aku menyerah saja. Karena yang dia sukai adalah sahabatku sendiri. Jika saja yang dia sukai bukanlah Tang Su, bisa dipastikan aku akan terus mengejar mu.”batin Siyue menatap Xiao Jinyu dengan gemetar.


“Xiao Jinyu... tapi kau tahu saat ini Tang Su sudah menjalin hubungan dengan Yuxing.”ucap Siyue lagi yang hanya ingin tahu reaksinya saja.


“Aku tahu itu... tapi aku akan menunggunya.”jawab Xiao Jinyu dengan tegas tanpa keraguan sedikitpun.


Karena Anda lagi yang perlu mereka ucapkan, Siyue pun sudah pergi meninggalkan Xiao Jinyu dan berjalan dengan cepat.

__ADS_1


Gadis itu ternyata tidak masuk ke kelas, namun dia masuk ke toilet dan mengunci pintunya.


“Semoga kau bisa bersama dengan Tang Su, Xiao Jinyu...”gumam Siyue. Air matanya yang sudah menggumpal di pelupuk matanya tak bisa dia tahan lagi dan tumpah seketika.


Siyue menangis sejadinya untuk melepaskan rasa sakit, rasa kecewa yang bercampur menjadi satu dan membuat dadanya terasa sangat sesak.


Xiao Jinyu terbalik dan menetap ke belakang, dia sudah tak melihat ada di sana.


“Maafkan aku Siyue. Tapi aku tak bisa membohongi hatiku dan lagi aku juga tak ingin membuatmu sakit. Lebih baik sakit di awal daripada di belakang, agar kamu menyerah. Dan aku yakin kau akan menemukan lelaki yang tepat untukmu nanti.”gumam Xiao Jinyu tersenyum tipis dan merasa bersalah berkata seperti itu pada Siyue.


Lelaki itu kembali berbalik dan terus berjalan.


Di lain tempat terlihat Tang Su yang sudah berada di kamarnya. Dia izin tidak mengikuti mata kuliah kali ini dengan alasan tidak enak badan.


Tang Su kemudian melempar tasnya sembarangan ke lantai begitu masuk ke kamar.


“dug...”gadis itu membanting tubuhnya dan duduk di lantai dengan memeluk kedua kakinya dan membenamkan kepalanya di sana.


“Kenapa di saat aku baru menyadarinya dan sekarang aku harus menutup rasa itu dengan paksa dan menguburnya dalam-dalam....”gumam Tang Su merasa kembali sedih di saat dia harus dihadapkan pada persoalan cinta dan persahabatan.


Tang Su mengingat semua kebaikan dan ketulusan hati Siyue pada dirinya dan dia benar-benar tak sanggup melukai temannya itu meskipun berarti dia sendiri yang terluka.


“tes... tes... tes...”tak terasa aliran bening air mata jatuh dari pelupuk mata Tang Su.


Hingga malam hari nggak di situ masih meringkuk dan menguras air matanya untuk meredakan kesedihannya.


Di saat dia merasa sedih tiba-tiba angin berhembus masuk ke jendela kamar yang belum ditutup.


“braak... !”angin menjatuhkan buku yang ada di meja tepat di samping kakinya.


Tang Su mengambil dan ternyata itu novel tentang Putri Wu Shuang. Dia pun segera menghapus sisa air matanya yang sudah mengering di pipi dan mulai membaca halaman yang terakhir kali dia baca.

__ADS_1


Tang Su tidak merasakan keanehan sekali setelah membaca dua halaman dan dirinya masih ada di kamarnya tidak berteleportasi ke dunia buku.


BERSAMBUNG...


__ADS_2