
Suatu hari karena sudah sering melihat kakek Jiu melakukan pengobatan, dia pun mencobanya dan mempraktekkannya pada dirinya sendiri.
Di suatu pagi yang cerah saat belum ada pasien yang datang ke rumah sang kakek. Terlihat Tang Su duduk di luar rumah setelah memunguti dan menata kayu bakar untuk memasak.
Gadis itu duduk sambil mengingat apa saja yang sudah diajarkan oleh kakek Jiu padanya selama beberapa hari meskipun belum sempat mempraktekkannya sendiri secara langsung.
Tang Su tak terasa sudah duduk di luar selama enam puluh menit lamanya dan duduk ntar cowok selama itu membuat kakinya sedikit kram.
“Aduh... kaki ku jadi kram.”gumam Tang Su lalu duduk di tanah sambil meluruskan kakinya.
Gadis itu berpikir Seandainya saja Dia bisa menyembuhkan rasa sakitnya sendiri pasti luar biasa sekali.
“Benar juga... bagaimana jika aku mencobanya pada diriku dulu.”batin Tang Su sambil tersenyum tipis setelah terlintas sebuah ide dalam pikirannya.
Saat Tang Su akan beranjak dari duduknya Kakek Jiu keluar dari dalam rumah. Dia berhenti saat melihat Tang Su duduk di bawah.
“Nona apa yang kau lakukan di sini ?”ucap Kakek Jiu sambil membawa kotak berisi jarum perak.
“Kebetulan sekali kakek membawa jarumnya di saat aku ingin meminjamnya.”batin Tang Su menatap kotak yang dipegang oleh kakek.
Lelaki itu sebenarnya akan menuju ke kolam dan membersihkan jarum peraknya setelah dipakai beberapa kali untuk pengobatan.
“Aku hanya menghirup udara sebentar kakek. Oh ya kakek bolehkah aku meminjam jarum perak mu ?”tanya Tang Su tidak sungkan lagi.
Kakek Jiu berhenti dan membuka kotaknya.
“Nona apa yang mau kau lakukan dengan jarum perak ku ?”balas Kakek Jiu penasaran.
Tang Su Kemudian menceritakan pada sang kakek jika dirinya saat ini sedang kesemutan setelah duduk beberapa lama di sana dan dia bermaksud ingin mencoba menggunakan jarum perak itu.
“Nona... jika sampai salah. Tidak akan menyembuhkan malah akan berakibat fatal.”ucap Kakek Jiu berusaha menolak permintaan Tang Su namun gadis itu terus memaksanya.
“Ada kakek di sini jadi aku tidak perlu khawatir jika aku salah.”balas Tang Su bersi keras dan ingin mencobanya sendiri.
Kakek duduk di samping Tang Su dan memberikan jarum peraknya.
__ADS_1
“Kakek tolong beritahu aku di mana titik vital untuk mengobati kesemutan.”ucap Tang Su merajut.
Kakek pun memberitahukan di mana letak titik vital yang ada di pergelangan kaki. Dan Tang Su segera masuk di bagian titik yang ditunjukkan oleh kakek.
“Auwh...”ucap Tang Su merasakan sakit saat jarum perak menembus kulitnya.
“Cara mu menusuk salah nona jika benar kau tak akan merasakan kesakitan seperti itu.”ucap Kakek Jiu tersenyum kecil melihat tingkah Tang Su.
Ia pun mencabut jarum perak dari kaki Tang Su dan mengajarinya cara menancapkan jarum yang benar.
“Sudah coba cabut sekarang.”ucap Kakek Jiu setelah tiga menit.
Tang Su mencabut jarum perak tadi dan mengembalikannya pada kakek Jiu. Gadis itu tersenyum lebar karena kini kakinya tidak merasa kesemutan lagi.
“Baiklah kakek pergi dulu.”
Kakek Jiu membawa kembali jarum perak bersamanya menuju ke kolam untuk membersihkannya.
“Sungguh aja sekali jarum perak minum kakek. Jika aku bisa menguasai ilmu yang lebih mirip dengan akupuntur ini pasti selain bisa membantu diriku aku juga bisa membantu yang lain.” batin Tang Su berandai-andai menjadi ahli pengobatan yang hebat seperti kakek.
Selama beberapa hari berikutnya Tang Su selalu melihat dan menemani kakek saat mengobati pasien. Ia selalu membawa buku bersamanya dan mencatat semua hal yang diucapkan ataupun diajarkan oleh kakek Jiu.
Malam harinya di saat semua sedang tertidur gadis itu tidak langsung tidur. Gadis yang memang doyan membaca itu kembali membuka buku catatannya dan mulai membaca ulang semua yang telah ditulisnya.
Tang Su membaca berulang kali hingga dirinya benar-benar paham dengan apa yang dia tulis.
Dua jam kemudian terlihat dari situ menyandarkan tubuhnya ke dinding dan menatap kosong ke depan.
“Bagaimana keadaan di tempatku saat ini ?”batin Tang Su teringat pada kamar di tempat kost nya setelah beberapa hari tunggal di rumah kakek Jiu dan merasa rindu dengan kasur dan juga bantal yang biasa dipakai untuk tidur.
Gadis itu lalu memikirkan bagaimana caranya dia bisa kembali ke dunia nyata seperti sebelumnya.
“Apa begini... ?”Tang Su mencoba memejamkan mata dan membayangkan tempat tidurnya di dunia nyata.
__ADS_1
Dia pun membuka mata dan menatap ke sekitar, mendapati dirinya tidak berpindah tempat.
“Aduh... bagaimana lagi ya caranya ?”gumam Tang Su berpikir dan mencari cara lain.
Tang Su sudah mencoba berbagai macam cara namun ternyata dirinya masih tetap berada di rumah Kakek Jiu.
“Bagaimana ini... kenapa tidak ada yang berhasil ? Aku ada tugas fisika yang belum ku selesaikan.”gumam Tang Su lagi setelah teringat jika dirinya mempunyai tugas kuliah yang sama sekali belum dia sentuh.
Tang Su pun akhirnya menyerah setelah berulang kali mencoba berbagai cara dan gagal. Karena tak ada yang bisa dia lakukan dia pun kembali menyadarkan tubuhnya ke dinding.
“tic... tac...” suara jam dinding yang terdengar keras dan membuatnya tak bisa tidur.
“Sial ! sudah tak bisa kembali sekarang aku tak bisa tidur. Bagus lengkap sudah penderitaan ku.”umpat Tang Su yang insomnia dan kembali kesal.
Jika di dunia nyata dia biasa minum segala susu hangat, namun di sini apa yang bisa dia minum.
“Oh benar mungkin jarum perak Kakek bisa mengobati permasalahan ku.”ucap Tang Su setelah teringat jika kakek mempunyai jarum ajaib.
Gadis itu pun kemudian berdiri dan keluar kamar mengambil jarum perak kakek Jiu dari lemari.
“Maaf kakek aku meminjam jarum ini dan tidak memberitahu mu. Aku tak ingin mengganggu tidurmu.”gumam Tang Su Berhenti sejenak di depan kakek Jiu yang tidur pulas bersama Lin Fan sambil membawa kotak kayu berisikan jarum perak.
Tang Su kembali ke kamar dan duduk di tempat tidur. Sebenarnya dia tidak tahu titik vital mana yang harus ia tusuk agar merasa ngantuk.
Gadis itu hanya asal saja menusuk pangkal leher tiga menit. Lalu dia beralih menusukkan jarum perak ke dahi kiri dan kanannya secara bergantian.
“Kenapa belum ada reaksi juga ?”gumam Tang Su mencabut jarum perak dan menancapkan nya ke tengkuk leher.
Tiba-tiba saja dia mulai merasa pusing berkunang-kunang dan pandangannya menjadi kabur. Dalam hitungan detik Tang Su pun ambruk ke tempat tidur karena salah titik.
Dalam keadaan tidak sadar tiba-tiba sebuah sinar kemasan terang menyelimuti tubuhnya dan menghisapnya masuk.
“Aaargh.... tolong aku... !”teriak Tang Su saat datang sebuah angin kencang yang menghisap tubuhnya masuk.
BERSAMBUNG....
__ADS_1