Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 104 Menyelinap


__ADS_3

Beberapa hari berlalu para tabib sudah berdatangan ke istana untuk memberikan pengobatan pada Kaisar Luoying dan Selir Wan Rou, namun ternyata tubuh mereka semakin melemah dan hanya beberapa apa saja yang bisa masuk ke tubuh mereka.


Di lain tempat di maison air biru, Selir Wan Rou berbaring di tempat tidur.


“Wu Shuang... Wu Shuang... datanglah...”ucap sang selir mengigau dalam tidurnya.


Bai Yu kebetulan masuk ke kamar sang selir untuk memeriksa kondisinya.


“Selir Wan Rou, dia selalu mengigau memanggil Putri Wu Shuang setiap hari. Apa aku sebaiknya memberitahu putri ?”batin pelayan itu ingin memberitahukan kondisi Selir Wan Rou.


Siang hari setelah mengantar makanan untuk Selir Wan Rou, Bai Yu segera keluar dari kamar mencari kusir di luar istana, dengan menyelinap.


“tap... tap... tap...” pelayan itu berjalan agak jauh dan akhirnya menemukan sebuah kereta kuda beserta kusir nya.


“Tuan tolong antar aku ke kota Xinghua.”ucap Bai Yu pada sang kusir.


“Masuklah nona.”jawab sang kusir lalu segera duduk di depan.


Bai Yu segera masuk dan duduk. Kereta pun berangkat dan meluncur menuju ke kota Xinghua.


“Tuan berhenti di sini.”ucapnya.


Kereta berhenti di depan sebuah tempat praktek pengobatan. Bai Yu segera turun dan berpesan pada sang kusir untuk menunggunya sebentar.


Bai Yu masuk ke tempat pengobatan dan melewati banyaknya pasien yang saat itu datang.


“Bai Yu... ?!”ucap Tang Su saat melihat pelayan yang biasanya datang bersama ibunya mengunjunginya.


Ia pun minta izin sebentar pada pasiennya untuk bicara dengan Bai Yu.


“Ayo kita bicara di dalam.”ucap Tang Su mengajak pelayan itu masuk ke ruangan lain yang terpisah dengan tempat praktek pengobatan.


“Tuan putri... aku hanya sebentar saja di sini karena aku tak bisa keluar lama.”balas Bai Yu sambil berjalan mengikuti Tang Su masuk ke ruangan sebelah. Dan mereka kemudian duduk di kursi.


“Ada apa kau atang kemari dan sepertinya kau sangat buru-buru sekali. Oh ya di mana ibu ?”ucap Tang Su tak melihat Selir Wan Rou datang bersamanya.

__ADS_1


“Aku ke sini karena hal itu tuan putri. Aku ingin memberitahu mu jika Selir Wan Rou dan Kaisar Luoying saat ini terkena racun naga api... bla-bla...”Bai Yu menceritakan kondisi mereka berdua terkini serta bagaimana hal itu bisa terjadi, juga satu-satunya obat yang bisa menyembuhkannya.


“Jadi siapa pelaku sebenarnya yang melakukan hal itu ?”ucap Tang Su karena merasa curiga ada pihak lain di istana yang berada di balik semua itu.


“Tidak ada yang tahu tuan putri. Satu-satunya terpidana sudah mendapatkan hukuman mati dan tak bisa ditanyai lagi.”jawab Bai Yu menjelaskan.


Beberapa saat kemudian pelayan itu segera berpamitan setelah merasa cukup menceritakan apa yang harus ia sampaikan pada sang putri.


“Bai Yu hati-hati di jalan. Tolong bilang pada ibu agar tidak cemas karena aku akan mencarikan penawar untuknya.”ucap Tang Su saat mengantarkan pelayan itu sampai ke depan rumah.


“clop... clop... clop...”kereta kuda membawa Bai Yu keluar dari kota Xiuhang kembali ke istana Wanzhou.


Tang Su kemarin ke tempat praktek pengobatannya dan menangani pasien yang masih menunggunya.


Tak lama kemudian kereta yang membawa Bai Yu tiba di istana. Dia segera turun dan memberikan beberapa koin pada sang kusir.


“Untung tak ada yang melihatku.”gumam Bai Yu merasa lega saat melihat di sekitarnya sepi dan dia mempercepat langkahnya.


Xubei keluar dari ruang pembersihan dan berhenti sebentar.


Ia pun kembali melihat ke sekitar dan melihat sebuah kereta kuda di luar maison air biru.


“Tunggu.... !”Teriak Xubei memanggil kereta kuda yang akan berjalan sambil berlari.


Kereta kuda berhenti mendengar seseorang memanggilnya.


“Ada apa nona memanggil ku ?”ucap kusir kuda turun dari kereta.


“Tuan siapa yang barusan naik kereta kuda mu ?”ucap Xubei.


Kusir kuda tadi kemudian menjelaskan ciri-ciri wanita yang barusan menaiki kereta kudanya.


“Oh jadi benar Bai Yu yang naik kereta kuda ini.”gumam Xubei setelah mendengar ciri-ciri yang disebut tadi mirip sekali dengan Bai Yu.


“Lalu ke mana nona tadi pergi ?” ucap Xubei kembali bertanya.

__ADS_1


Kusir tadi kemudian menjelaskan jika penumpangnya tadi memintanya mengantar ke kota Xinghua ke sebuah klinik pengobatan.


“Terima kasih tuan.”ucap Xubei kemudian memberikan beberapa koin pada poster tadi sebagai rasa terima kasihnya.


Pelayan itu kemudian kembali masuk ke istana dan berjalan menuju ke maison bulan sabit.


“Aku akan memberitahukan kabar ini pada Permaisuri Shen.”ucap Xubei.


Tak lama kemudian pelayan itu tiba maison sang permaisuri dan langsung menghadap menemuinya.


“Permaisuri Shen barusan aku melihat pelayan Selir Wan Rou keluar seorang diri menuju ke kota Xinghua dan berhenti di sebuah klinik pengobatan.”ucap Xubei menceritakan apa yang dia lihat barusan.


“Kota Xinghua dan klinik pengobatan ? Kenapa pelayan itu ke sana ?”jawab Permaisuri Shen merasa aneh dan dia teringat jika sebelumnya dia juga pernah menemui Selir Wan Rou pergi ke tempat itu juga.


“Apa tempat pengobatan yang di kunjungi Bai Yu adalah tempat yang sama dulu pernah dikunjungi Selir Wan Rou ?”batin sang permaisuri mencoba menghubungkan. Wanita itu semakin penasaran saja apa sebenarnya dan siapa yang ditemui oleh Bai Yu di sana.


Di maison air biru, Bai Yu segera menemui Selir Wan Rou.


“Selir Wan Rou... tuan putri menitipkan pesannya padaku agar anda tidak usah khawatir karena Putri Wu Shuang akan mencarikan lotus emas.”


“Benarkah ? Jadi apa kau barusan menemui Putri Wu Shuang ?” balas Selir Wan Rou duduk dan tersenyum lebar mendengar kabar yang barusan disampaikan oleh pelayannya.


Satu minggu kemudian Tang Su memutuskan untuk pergi ke istana Wanzhou karena dia selalu memikirkan ibunya setiap malam dan semakin khawatir.


Di pagi hari gadis itu berjalan cepat keluar dari rumah dan masuk ke sebuah kereta kuda ya sudah menantinya.


“Ayo jalan tuan, tolong antar aku ke istana Wanzhou.”ucap Tang Su.


Tak lama kemudian kereta kuda berhenti tak jauh dari istana Wan Zhou. Tang Su sengaja turun agak jauh dari istana agar tak mengundang perhatian. Ia pun kemudian berjalan melewati istana Wanzhou dan dan berhenti di bagian samping istana dimana di sana tak ada yang menjaga.


“haap... !”Tang Su segera melompat melewati dinding samping istana.


Dia pun kemudian menyelinap masuk ke istana dan mencari tempat ibunya berada saat ini.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2