
Beberapa hari berlalu. Tang Su dan yang lainnya kembali menjalani kehidupan di kampus mereka.
Setelah menjalani program diet ketat berat badan Tang Su kembali turun meskipun belum mencapai berat ideal.
Di siang hari di jalan setelah pulang dari kampus dia melihat sebuah pedang mainan tergeletak di tanah.
“Punya siapa ini ?”ucapnya sambil melihat sekitar dan mencari pemiliknya. Namun Tang Su tidak menemukan ada anak kecil di sana.
“Sayang sekali pedang kayu ini tak ada pemiliknya.”gumamnya lagi. Ia pun mengambil pedang mainan kayu lalu membawanya pulang.
Sesampainya di rumah, Tang Su menaruh pedang kayu tadi ke meja dan dia berganti baju.
“Meskipun hanya mainan yang terbuat dari kayu benda ini tetaplah pedang dan mempunyai fungsi yang sama.”gumam Tang Su mengambil pedang tadi dan membuka sarungnya.
Iseng gadis itu berdiri dan mengayunkan pedang kayu. Namun tak diduga ternyata dia bisa memainkan jurus pedang yang biasa dimainkan oleh Putri Wu Shuang.
“Oh... ternyata aku bisa menggunakan jurus berpedang Putri Wu Shuang.”pekiknya takjub adalah kemampuan barunya.
Tang Su kemudian mencoba untuk mencoba berbagai jenis jurus pedang yang biasa dimainkan oleh Putri Wu Shuang. Tak hanya itu dia bahkan melompat dan bersalto di udara seperti yang biasa dilakukan oleh sang putri.
“Aku benar-benar beruntung menemukan buku novel itu.”gumamnya karena mendapatkan kemampuan yang dikuasai oleh Putri Wu Shuang dari buku novel yang biasa dibacanya.
Suatu hari di kampus di siang hari tepat di jam istirahat. Para mahasiswa keluar dari kelas, termasuk Tang Su.
Gadis itu perjalanan seorang diri dari kelas menuju ke kantin. Di luar kelas dia kembali bertemu dengan geng icheon yang menghadangnya di luar kelas.
Tiga gadis itu menatap Tang Su dari ujung kaki hingga ke ujung kepala.
“Lihat si gendut Tang Su keluar !”ucap Mingyue pada dua temannya sambil menunjuk Tang Su.
“Eh coba lihat tidakkah menurut kalian gadis itu sekarang lebih kurus daripada sebelumnya ?”ucap Hanasui memperhatikan lekat-lekat.
“Iya dia lebih kurus daripada biasanya dan terlihat lebih manis dari sebelumnya.”balas Xiulan menanggapi.
Mingyue merasa tak terima temannya memuji kecantikan Tang Su.
__ADS_1
“Huh... siapa bilang dia cantik ? bagiku dia tetaplah si gendut buruk rupa dan masih lebih cantik diriku.”balas Mingyue tak mau sampai kalah saingan dengan Tang Su.
Hanasui dan Xiulan tak menanggapi temannya dan hanya diam saja melihat Mingyue yang marah.
“Hey gendut kemari.... !”teriak Mingyue memanggil Tang Su.
Tang Su menoleh ke belakang dan yang memanggilnya ternyata ketua geng icheon.
“Haah... dia lagi...”batin Tang Su malas berurusan dengan gadis itu dan mengacuhkannya. Ia pun terus berjalan dan mempercepat langkahnya karena malas mencari masalah dengan mereka.
Mingyue yang merasa diremehkan merasa kesal dan ingin memberi pelajaran padanya agar tidak melupakan siapa yang berkuasa di kelas ini.
Mingyue membawa beberapa telur busuk. Dia tidak mengejar Tang Su dan tetap di tempatnya berdiri.
“Gendut.... rasakan ini !”ucap Mingyue sambil tersenyum jahil.
“wing.... Wing...”Mingyue melempar tidak hanya satu telur busuk melainkan lima telur busuk ke arah Tang Su.
“Suara apa itu dari belakang ku ?” batin Tang Su yang telinganya menjadi tajam dan merasa mendengar ada sesuatu yang meluncur dengan cepat ke arahnya.
“Gawat.... jika telur ini sampai pecah maka tubuhku akan amis semua. Sialan si Mingyue ini.” ucap Tang Su mengumpat dalam hati.
“hap.... hap....”Tang Su menghindar dengan cepat, melompat ke samping dan beberapa telur jatuh ke lantai.
Mingyue yang melihat Tang Su bisa menghindari lemparan telur busuknya, kembali mengambil beberapa telur busuk dan kembali melempar ke arahnya secara bersamaan.
Dari kejauhan terlihat Xiao Jinyu berjalan menuju ke kelas Tang Su. Ia bermaksud mengajak gadis itu makan bersama di kantin. Langkahnya terhenti saat melihat adegan yang luar biasa tak jauh dari tempatnya berada.
“Hiis.... benar-benar merepotkan sekali dia !”gumam Tang Su melihat beberapa telur busuk kembali mengarah ke dirinya.
“hap... hap... hap... !”Tang Su menangkap empat telur busuk yang dilempar ke arahnya dan menatap Mingyue.
“Selama ini aku diam saja saat mereka menindas ku. Tapi jika aku terus diam seperti ini mungkin mereka akan terus membuatku sebagai bahan lelucon.”batin Tang Su menatap empat telur busuk yang ada di tangannya dan tak tahu harus dia apakan.
“wing... wing...”Tang Su membalas perbuatan Mingyue padanya. Dia pun segera melempar empat telur yang ada di tangannya dengan cepat dan tepat ke arah Mingyue.
“pyar.... !”telur pecah mengenai kepala dan bagian tubuh lainnya dari Mingyue tanpa bisa menghindar.
__ADS_1
Hanasui dan Xiulan tersenyum lebar melihat temannya itu basah kuyup oleh terlalu busuknya sendiri, namun mereka segera berhenti tertawa saat Mingyue menatap ke arahnya dengan marah.
“Tang Su sejak kapan dia bisa melakukan gerakan seperti itu ?”batin Xiao Jinyu Terpukau saat melihat apa yang barusan dilakukan oleh Tang Su.
“Argh....sialan kau gendut. Aku akan memberimu pelajaran !”teriak Mingyue marah tubuhnya basah oleh telur busuk.
Ia pun berlari dan mengejar Tang Su. Tang Su yang tak ingin berurusan dengan gadis itu berlari untuk menghindari kejarannya.
Mingyue berhasil mengejar Tang Su. Untungnya Tang Su melihat sosok Xiao Jinyu berdiri di depannya dan segera menarik tubuhnya lalu bersembunyi di belakangnya untuk menghindari amukan Mingyue.
“Keluar kau jika berani Jangan bersembunyi !”bentak Mingyue semakin marah pada Tang Su dan berniat menarik rambutnya.
“phaak.... !!!”Xiao Jinyu memegang tangan Mingyue.
“Apa kau jika berani main-main dengan dia maka kau akan berurusan denganku !”ucap Xiao Jinyu mengeratkan pegangan tangannya.
“Auwh... lepaskan !!”balas Mingyue yang kesakitan.
“Sudah lepaskan saja dia.”ucap Tang Su yang berada di belakang Xiao Jinyu.
Xiao Jinyu pun melepaskan tangan Mingyue dengan kasar. Ia pun kemudian berjalan bersama Tang Su meninggalkan gadis itu.
“Hari ini aku melihat aksimu lumayan juga.”ucap Xiao Jinyu memuji Tang Su sambil mengusap rambutnya.
“Apa-apaan kau ini ? Kau membuat rambutku berantakan !” ucap Tang Su kesal dan menyingkirkan tangan Xiao Jinyu dari kepalanya.
Sementara itu Mingyue berjalan menuju ke dua temannya yang masih menunggu. Beberapa mahasiswa yang lewat dan melihatnya menertawakan dirinya.
“Lihat... dia biasa mengganggu orang kali ini dia kena batunya sendiri.”ucap seorang mahasiswi bicara pada temannya sambil menatap Mingyue.
Beberapa mahasiswa lain juga tertawa secara terang-terangan saat melihatnya.
“Sialan kau gendut. Lain kali aku akan memberimu pelajaran lagi !”batin Mingyue menatap para mahasiswa yang menatapnya sambil menertawakan dirinya.
Dia pun menahan amarahnya sampai mengepalkan tangan dan berbalik menatap Tang Su yang sudah berada jauh darinya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1