
Hari itu juga Jenderal Xuan segera melakukan penyelidikan terkait kejadian perihal kaisar yang keracunan.
Lelaki itu bersama petugas lainnya mendatangi ruang juru masak istana dan mengumpulkan semua pelayan yang bertugas di dapur untuk dimintai keterangan.
“Ada apa ini... kenapa banyak sekali petugas yang datang kemari ?”ucap seorang pelayan wanita bertanya pada pelayan lainnya.
“Gawat mereka pasti ke sini atas perintah yang mulia untuk melakukan penyelidikan pada kita semua.”jawab seorang pelayan menanggapi.
Di lain tempat di ruang cuci, terlihat Fang duduk dan merenung sambil menjemur pakaian.
“Bagaimana ini... kenapa Selir Wan Rou dan Kaisar Luoying bisa keracunan makanan ? Padahal aku tidak melakukan apapun. Atau mungkin semua ini sudah direncanakan ? Apa aku sengaja di jebak oleh May?”gumam wanita itu merunut kejadian dan akhirnya mempunyai pemikiran siapa dalang dibalik semua ini.
Fang lalu berjalan cepat mencari May dan dia menemukan wanita itu ada di ruang pembersihan.
“May... aku tidak tahu kau punya masalah apa denganku. Tapi aku merasa sama sekali tak pernah mencari masalah denganmu. Tapi kenapa kau menjebak ku ?”ucap Fang menghampiri May yang baru selesai membersihkan sebuah ruangan.
“Apa yang kau bicarakan ? Aku tidak tahu maksudmu ?”jawab May dengan mengerutkan alisnya.
“Kau jangan pura-pura bodoh begitu. Sebelumnya kau biasa saja padaku, tapi kemarin kenapa tiba-tiba kau sangat baik padaku dan membatu ku dengan menyiapkan makanan untuk Selir Wan Rou ?”ucap Fang kembali menjelaskan agar pelayan itu jelas.
“K-kau bicara apa... aku hanya membantumu saja sebagai teman.”balas May sedikit cemas namun berusaha untuk tetap tenang.
“May... rupanya kau memang sudah menyusun rencana ini dengan matang sebelumnya. Kau mencampurkan racun pada makanan itu dan memberikannya padaku agar aku yang di salahkan, bukan ?”ucap Fang mencoba menyudutkan May. Namun sayangnya pelayan itu tidak mengakui dan pandai berkelit.
Jenderal Xuan mengumpulkan semua pelayan ke aula. Seorang petugas memeriksa daftar nama semua pelayan yang bekerja di sana dan mendapati dua orang pelayan belum hadir memenuhi panggilannya.
“Cari dua pelayan ini, dan bawa mereka sekarang ke sini juga.”ucap seorang petugas pada petugas lainnya sambil menyerahkan nama mereka berdua.
Seorang petugas segera bergerak menyisir ke lokasi lainnya untuk menemukan Fang dan May.
“Hey kalian berdua ikut aku !”ucap petugas menemukan dua pelayan tadi terlihat sedang berdebat.
“A-ada apa tuan memanggil kami ?”jawab May terlihat grogi dan berkeringat.
“Kalian tidak tahu hari ini ada penyelidikan terkait kasus yang mulia keracunan.”jawab petugas tadi menjelaskan.
__ADS_1
Fang dan May pun akhirnya berjalan mengikuti sang petugas menuju ke aula.
Di sana beberapa petugas mulai menginterogasi semua pelayan yang ada di aula hingga siang hari.
“Kalian semua boleh keluar dan kembali bertugas sekarang. Besok pagi kami akan memanggil kalian untuk melanjutkan penyelidikan kasus ini.”ucap seorang petugas berdiri di atas mimbar memberikan penjelasan kepada semua pelayan yang ada di sana.
Sepuluh menit kemudian aula tampak kosong. May terlihat berjalan sendiri menuju ke ruangan tempatnya beristirahat.
“Ouf... bagaimana ini... apa yang harus kulakukan ? Bagaimana aku bisa menghindari kecurigaan para petugas itu ?”batin pelayan itu berpikir sambil be sandar ke dinding.
Dari luar terlihat Permaisuri Shen Shanyu mendatangi tempat May.
“kriek...”permaisuri membuka pintu ruangan tempat May beristirahat.
“Permaisuri Shen ? Salam permaisuri.”ucap pelayan itu ketika berdiri karena kaget dan langsung memberi hormat padanya.
“May... jangan sampai kau bocoran atu menunjukkan pada mereka jika aku yang menyuruhmu melakukan ini.”ucap permaisuri menatap pelayan tadi sambil menyentuh wajahnya.
“Ba-baik permaisuri... tapi-tapi bagaimana jika aku mendapatkan hukuman berat setelah mengakuinya ?”balas pelayan itu menanggapi.
“Baik permaisuri...”jawabnya dengan memaksakan senyum.
Permaisuri Shen keluar dari ruangan dengan tenang dan tersenyum lebar.
Malam hari di kamar May, wanita itu duduk di sudut ruangan. Dia tak bisa tidur meskipun merasa ngantuk. Pikirannya melayang kemana-mana dan raut mukanya terlihat tegang.
“Petugas pasti akan menemukan dan menangkap basah diri ku, lalu aku harus mengakuinya. Ooh... aku manis seperti apa yang akan ku peroleh ?”gumam pelayan itu memikirkan berbagai jenis hukuman yang akan diterima untuk kasus ini.
Dia teringat pada senyuman putri kecilnya di desa dan membuatnya kembali bangkit dari ketakutan.
“Demi putriku apapun akan kulakukan.”gumamnya singkat.
Di lain tempat di kamar Fang, pelayan wanita itu juga tidak bisa tidur. Ia memikirkan investigasi esok hari yang pasti akan melelahkan baginya.
“Meskipun bukan aku pelakunya tapi yang mengantar makanan saat itu adalah aku. Haah... semoga saja petugas mempercayai kesaksian ku.”ucapnya lirih. Ia pun mencari dan mengumpulkan bukti untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.
__ADS_1
Keesokan paginya para petugas istana kembali memanggil para pelayan bagian dapur ke aula.
Karena banyaknya pelayan yang harus diinterogasi, maka petugas istana segera memulai investigasi mereka.
“tap... tap...”satu per satu pelayan yang selesai dimintai keterangan, keluar dari aula dan di perbolehkan kembali bekerja.
Hingga siang hari tampak seorang petugas sedang menanyai Fang.
“Nona saat kejadian ini berlangsung bukankah nona yang membuat dan mengantar masakan untuk Selir Wan Rou ?”tanya seorang petugas menyelidiki.
“Hari itu aku memang mau memasak untuk Selir Wan Rou tuan, namun belum sempat aku memasak seorang teman pelayan datang menemui ku dan berbaik hati padaku dengan memberikan masakan jadi untuk selir.”jawab Fang memberikan keterangan dengan jujur sementara petugas kerajaan mencatat semua yang diucapkannya.
“Lalu siapa pelayan yang kau maksud itu ?”
“Dia adalah May tuan.”jawabnya sambil menunjuk ke arah pelayan itu.
Petugas istana kemudian memanggil May dan melakukan investigasi padanya.
“Nona May Apa benar kau membuatkan dan memberikan masakan untuk Selir Wan Rou pada nona ini ?”tanya petugas istana.
“Benar, tuan.”jawab May singkat.
“Kenapa kau memberikan makanan untuk Selir Wan Rou tanpa ada yang meminta ?”ucap petugas istana lagi.
Pelayan itu lihat diam agak lama karena berpikir mencari alasan yang tepat.
Petugas istana merasa ada yang mencurigakan dengan pelayan itu. Dia pun terus mengajukan pertanyaan pada May dan membuat wanita itu sampai tersudut.
“Apa ada yang meminta atau menyuruh nona untuk membuatkan masakan Selir Wan Rou ?”tanya petugas istana menyelidiki.
“Tidak... tidak ada tuan.”jawabnya singkatnya sambil menggelengkan kepala dan keringat dingin mulai bercucuran.
“Sepertinya pelayan ini adalah suspek utama dari kasus ini. Aku akan melakukan investigasi lebih lanjut padanya.”batin petugas istana.
Dia pun menahan May dan juga Fang di aula itu meski pun semua pelayan lainnya sudah keluar dari sana dan kembali mengajukan banyak pertanyaan pada dua pelayanan itu.
__ADS_1
BERSAMBUNG....