Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 107 Salah Tangkap


__ADS_3

Beberapa hari setelah Tang Su lolos dari kejaran para pengawal istana, gadis itu terlihat kembali membuka tempat prakteknya di kota Xinghua.


“Kemarin tidak buka prakteknya kenapa, tabib Tang ?”ucap seorang pasien bertanya saat masuk ke tempat praktek pengobatan.


“Maaf... kemarin ada urusan di luar kota.”jawab Tang Su singkat dan melanjutkan memeriksa pasien lainnya.


Sementara di istana Wanzhou terlihat beberapa pengawal mulai bergerak setelah mendapatkan perintah dari Jenderal Xuan untuk mencari penyusup yang berhasil lolos dari istana.


“Kalian semua menyebar ke setiap kota dan area di sekitar istana sekarang !”ucap Jenderal Xuan memberi perintah.


“Siap Jenderal !” jawab para pengawal yang berkumpul di depan istana dengan serempak. Mereka kemudian segera bergerak dan berpencar sesuai dengan perintah dari sang jenderal.


Terlihat pengawal menyebar ke berbagai tempat, juga berada di setiap jalanan yang ada di sana.


“Ada apa ini... kenapa banyak pengawal istana datang kemari ?”ucap Seorang warga yang beraktivitas di luar rumah melihat rombongan pengawal mendatangi tempat mereka.


“Ayo kita periksa di sini.”ucap seorang pengawal pada rekannya.


“Kami dari istana Wanzhou akan melakukan pemeriksaan di sini.”ucap pengawalan menjelaskan pada pemilik rumah sebelum mereka masuk ke dalam.


Para pengawal segera menyisir rumah yang mereka datangi. Mereka memeriksa setiap inci dan setiap jengkal apa saja yang ada di dalam dan luar rumah.


“Di sini tidak ada. Ayo kita periksa ke rumah warga lainnya.”ucap pengawas masalah memeriksa di dalam rumah.


“Sebenarnya apa yang dicari oleh para pengawal istana ?”batin Seorang warga saat mendapati lemari pakaian bajunya berantakan.


Para pengawal itu kemudian beralih memeriksa rumah warga lainnya dan juga pertokoan atau kios yang ada di sana.


Beberapa saat kemudian para pengawal yang sudah selesai melakukan pemeriksaan kembali menghadap Jenderal Xuan.


“Lapor Jenderal ! kami tidak menemukan baju yang sama dengan baju yang di kenakan si penyusup.”ucap pengawal menjelaskan setelah selesai memeriksa semua tempat.


“Jika seperti itu kondisinya maka cari hingga ke luar kota atau keluar wilayah. Jangan kembali Jika kalian belum menemukan penyusup nya !”jawab Sang Jenderal kembali memberi perintah baru.


Para pengawalnya belum sempat beristirahat pun segera kembali melaksanakan tugas mereka dan menyebar hingga keluar daerah.

__ADS_1


Beberapa dari mereka mencari hingga ke wilayah istana lain. beberapa pengawal mencari hingga ke kota Ling dan memasuki area di sekitar istana Pingxuo.


Para warga yang tinggal di kota itu terlihat terkejut melihat pengawal dari istana lain memasuki daerah mereka.


“Apa ya mau mereka lakukan di sini ?”ucap Seorang warga yang berada di depan rumah menatap ke jalanan yang penuh oleh pengawal.


“Aku juga tidak tahu, semoga saja tidak ada pencuri atau sejenisnya yang lari ke tempat ini.”jawab warga lain menanggapi.


“Maaf kami dari istana Wanzhou dan mendapatkan mandat dari yang mulia untuk melakukan pemeriksaan di sini. Ada penyusup yang kabur dan belum ditemukan.”ucap seorang pengawal menjelaskan pada warga yang terlihat kebingungan dan ketakutan.


Pengawal mulai masuk ke setiap rumah yang ada di sana dan melakukan pemeriksaan. beberapa pengawal lainnya memeriksa di luar rumah, di jalanan.


Seorang pengawal memeriksa beberapa tempat sampah yang ada di pinggir jalan.


“Ini kan...”ucap seorang pengawal yang menemukan sebuah baju dari tempat sampah yang berwarna putih dan bahannya sama dengan robekan kain putih yang dipakai oleh penyusup di depan istana Pingxuo.


“Aku menemukan ini.”ucap pengawal tadi menunjukkan pada rekannya.


“Baiklah kita cari saja penyusup nya, mungkin ada di sekitar sini.”ucap pengawal tadi segera melakukan penyisiran di area itu.


Pelayan itu menatap keluar istana dimana di sana ada beberapa orang yang membawa pakaian putih.


“Hey tunggu.... ! Kalian mengambil pakaian milik Putri Meilin !”ucap pelayan wanita tadi berteriak.


Karena tak mengabaikan teriakannya, pelayan itu pun keluar istana menghampiri para lelaki tadi dengan membawa keranjang berisikan pakaian putih milik sang putri.


“Cepat kembalikan pakaian milik Putri Meilin pada ku.”ucap pelayan wanita itu mengambil pakaian putih ada di tangan pengawal begitu saja.


“Kau bilang pakaian itu milik nona mu ?”ucap seorang pengawal menatap banyak bagian putih dalam keranjang.


“Astaga... kau membuat pakaian ini kotor dan ah... kalian merusak ujungnya.”pekik pelayan tadi setelah melihat kondisi pakaian dari tangan pengawal tadi.


Pelayan wanita itu mengamati pakaian yang ada di tangannya.


Dia menatapnya lama sambil mengerutkan alisnya.

__ADS_1


“Maaf tuan... aku kembalikan lagi pakaian ini padamu. Aku salah mengira jika pakaian Ini milik Putri Meilin.” ucap pelayan tadi terlihat malu kemudian segera mengembalikan baju tadi.


Pengawal menerima kembali baju yang ditemukannya. Ia pun ganti melihat pakaian yang di bawa pelayan dalam keranjang.


“Tunggu.... biar aku lihat sebentar pakaian yang kau bawa itu.”ucap pengawal meminta izin.


Pelayan tadi berhenti berjalan dan berbalik menghadap pengawal yang sekarang berjalan menghampirinya.


Dia pun mencoba mengambil satu pakaian bersih dari keranjang yang dibawa oleh pelayan, lalu mencoba membandingkannya dengan pakaian milik penyusup yang di bawanya.


“Warna dan bahannya persis sama.”batin pengawal tadi setelah membandingkan dua pakaian putih barusan.


“Nona tolong sampaikan pada Putri Meilin jika kami ingin bertemu dengannya.”ucap pengawal tadi setelah memberitahukan identitasnya sebagai pengawal dari istana Wanzhou.


“Baiklah tunggu di sini. Jika nona ku setuju menemui kalian maka aku akan kembali bersamanya.”balas pelayan wanita tadi kemudian segera berlalu dan masuk ke istana untuk mencari sang putri.


Di sebuah kebun yang ada di bagian tengah istana pelayan tadi menemukan putri Meilin sedang duduk menatap burung-burung kecil di angkasa.


“Putri ada beberapa orang pengawal di luar. Mereka bilang ingin bertemu dengan anda.” ucapan yang tadi menyampaikan pesan dari pengawal pada sang putri.


Singkat cerita beberapa saat kemudian Putri Meilin keluar dari istana dan menemui pengawal yang mencari dirinya.


“Ada apa kalian mencari ku ?”ucap Putri Meilin setelah berada di depan para pengawal yang mencarinya.


“Maaf tuan putri kami tidak ada maksud apa-apa dan hanya menjalankan tugas dari jenderal kami.”jawab pengawal tadi dengan sopan.


Ia menunjukkan pakaian putih milik penyusup pada Sang Putri.


“Maaf nona... apa pakaian ini benar milikmu ?”ucap pengawas sambil menunjukkan pakaian putih di tangannya.


“Bukan... ini bukan punyaku. Bahannya sama dan warnanya pun juga sama. Namun pakaian lusuh Ini bukan punyaku.”jawab sang putri.


“Maaf tuan putri... bukan masuk kami untuk menyakiti anda kami hanya menjalankan perintah saja.


“Argh... tidak, apa yang kalian lakukan ?”ucap Putri Meilin berusaha melepaskan diri karena pengawal tadi tiba-tiba menangkapnya dengan paksa.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2