
Beberapa saat kemudian Tang Su mencabut semua jarum peraknya dari tubuh Selir Wan Rou.
Tang Su menaruh mangkok kecil berisi darah hitam milik sang selir dan menaruhnya ke meja.
“Ibu nanti minta pada Bai Yu untuk segera membersihkan darah kotor ini.”ucap Tang Su berdiri sambil memasukkan kembali jarum peraknya ke tempatnya semula.
“kriek...”suara seseorang membuka pintu.
Tang Su bergerak cepat dalam hitungan detik melompat ke atas dan berada di langit-langit seperti laba-laba yang menempel terbalik.
“Oh Bai Yu kau mengagetkan aku saja.”ucap Selir Wan Rou saat melihat yang masuk ternyata pelayannya.
“Kenapa anda kaget sekali saat melihatku Selir ?”ucap Bai Yu melihat sang solar yang menarik nafas lega sambil menepuk dadanya.
“Tidak... ku kira kau pengawal yang tadi bertugas.”jawab Selir Wan Rou menjelaskan dengan singkat.
Karena merasa keadaan saat ini sudah aman sang selir meminta putrinya untuk turun kembali.
“hap... !”
Tang Su turun dan menapakkan kakinya ke lantai yang membuat Bai Yu kaget menatapnya.
“Nona-no-Putri Wu Shuang Sejak kapan putri berada di sini ?”tanya Bai Yu terperanjat.
Tang Su hanya tersenyum saja dan menghampiri pelayan itu. Ia pun kembali menoleh ke arah ibunya.
“Ibu... bolehkah aku memberikan tugas pada Bai Yu ?”
“Tentu saja boleh putriku.”jawab Selir Wan Rou.
Tang Su pun merasa tak perlu sungkan lagi dan dia menyampaikan pesannya pada pelayanan kepercayaan ibunya itu dengan berbisik.
“Baik tuan putri. Aku akan menjalankan perintah dari tuan putri.”jawab Bai Yu dengan wajah serius.
Tang Su kemudian kembali mengobrol dengan ibunya sebelum dia berpamitan untuk pergi karena tak aman baginya berlama-lama berada di sana.
Tanpa suara tiba-tiba ada seseorang yang berhenti di depan pintu kamar sama selir.
“tok... tok...tok...” kemarin terdengar suara ketukan pintu di luar.
Ketiga orang yang ada di sana saling berpandangan karena tidak tahu siapa lagi yang akan masuk ke kamar.
__ADS_1
“Celaka aku memang harus segera pergi dari sini sebelum tertangkap. Siapapun itu yang datang, tak ada yang boleh melihat kedatanganku ke sini.”batin Tang Su waspada.
“Ibu aku pergi dulu.”ucap Tang Su lirih dan tanpa meminta persetujuan dan menunggu jawaban dari ibunya, gadis itu segera keluar dari sana.
“klak....”tepat di saat pintu terbuka, seorang pengawal masuk bersamaan dengan keluarnya Tang Su.
“Pengawal Chun...”ucap Bai Yu menyapa lelaki yang masuk ke ruangan.
“Bai Yu apa ada penyusup yang masuk ke kamar ini ?” ucap pengawal itu bertanya.
Bai Yu terlihat gugup dan wajahnya sedikit pucat. Dia pun mencoba menenangkan diri agar tidak terlihat mencurigakan.
“Penyusup.... ? Apa mungkin ada penyusup yang bisa masuk ke sini dengan pengawalan yang diperketat ?”balas Bai Yu merespon.
“Ada tanda-tanda keberadaan seseorang yang mengintai di istana ini dengan adanya beberapa posisi atap genting yang sedikit bergeser dari tempatnya. Mungkin saja penyusup itu ada di ruangan ini.”jawab pengawal tadi menjelaskan panjang lebar.
Karena perintah dari Jenderal Xuan yang meminta untuk menyisir setiap lokasi tanpa melewatkannya satupun, pohon itu menyisir seluruh ruangan.
“tap... tap... tap...” pengawal tadi berjalan ke arah jendela yang terbuka lalu melihat ke arah luar jendela yang ternyata kosong tak ada siapapun di sana.
“Kenapa jendela ruangan ini di buka, padahal Selir Wan Rou sedang sakit keras.”ucap pengawal tadi sambil menutup jendela.
“Pengawal Chun aku yang meminta Bai Yu untuk membuka jendela karena aku merasa udara di sini pengap.”jawab Selir Wan Rou agar pengawal tadi tidak curiga.
“Apa ini?”ucap pengawal itu menunjukkan jarum perak yang ditemukannya.
Bai Yu terkejut melihat benda milik tuan putri di temukan Oleh pengawal.
“Terima kasih tuan, kau menemukan benda milikku itu. Aku sudah lama sekali mencarinya.”ucap Bai Yu beralasan.
Tanpa rasa curiga sedikitpun pengawal tadi kemudian menyerahkan kembali jarum perak itu pada Bai Yu dan segera keluar dari ruangan meskipun dia sendiri merasa ada yang aneh.
Di luar maison air biru, Tang Su Berhenti sebentar saat melihat ada beberapa pengawal yang kembali lewat. Dia bersembunyi di balik sebuah bangunan sambil memantau kondisi di sana.
“Untung saja tadi aku bisa keluar tepat waktu dari kamar ibu. Tapi meskipun begitu aku masih belum aman.”batin Tang Su sambil mengatur nafasnya.
Beberapa saat kemudian Tang Su keluar dari persembunyiannya saat dia merasa keadaan sudah aman.
“Sekaranglah saatnya dan aku harus cepat.”batin Tang Su saat melihat pengawal tadi sudah pergi dari sana.
Gadis itu pun segera berjalan kembali melewati belakang bangunan agar tak terdeteksi keberadaannya.
__ADS_1
“tap... tap... tap...”Tang Su bergerak secepat kilat hingga sampai di dekat pintu keluar gerbang istana Wanzhou.
“Siapa itu !!”teriak seorang pengawal yang melihat sekelebat sosok yang bergerak dengan cepat melompati pagar.
“Gawat... ada yang melihatku !”pekik Tang Su panik.
Pengawal tadi segera berlari menuju ke tempat di mana dia melihat sosok bayangan tadi bersama pengawal lainnya.
“Kejar dia jangan sampai lepas !”teriak seorang pengawal.
Tang Su memejamkan matanya sejenak untuk memanjatkan doa agar dia bisa lolos dari kepungan para pengawal yang mengejarnya.
Pengawal berada tepat di belakang tubuh Tang Su dan berusaha menangkapnya.
“clang... !”pengawal menarik pedang dari sarungnya dan menebaskan pada Tang Su.
“clang.... !”Tang Su berhasil menangkis serangan dari para pengawal yang mengepungnya.
Ia pun melompat ke udara saat keadaan terdesak dan kembali bergerak secepat kilat kabur dari mereka.
“huff... untung saja aku berhasil kabur.”gumam Tang Su menoleh ke belakang dan terus berlari dengan cepat secepat mungkin.
Dia pun segera masuk ke kereta yang menunggunya.
“Kusir cepat jalan jangan sampai ada yang mengikuti kita !”ucap Tang Su saat sudah duduk dalam kereta.
“Sial... hampir saja kita menangkapnya, tapi dia bisa lolos dari tangan kita !”ucap seorang pengawal yang merasa geram karena gagal menangkap penyusup.
Seorang pengawal lain membawa kain robekan dari baju yang dikenakan oleh Tang Su.
“Meskipun kita tidak berhasil menangkap penyusup itu tapi kita mempunyai ini sebagai buktinya.”ucapnya menunjukkan kain berwarna putih yang ada di tangannya.
Pengawal itu kemudian masuk ke istana dan menemui Jenderal Xuan lalu menyerahkan bukti itu padanya.
“clop... clop...” kereta kuda yang membawa Tang Su meluncur dengan cepat menuju ke kota Xinghua.
Di tengah jalan dia baru teringat jika ujung lengan bajunya robek, meski dia tidak terluka sedikitpun.
“Aku harus berganti baju, karena mungkin saja pengawal tadi membawa bagian robekan bajuku dan gawat jika sampai aku terlacak.”
Tang Su kemudian menanggalkan baju putihnya dan mengenakan baju warna hijau. Gadis itu pun meminta konser menghentikan kuda sudah selesai berganti baju.
__ADS_1
Tang Su turun lalu membuang baju putihnya begitu saja di tempat sampah yang ada di dekat Istana Pingxuo. Dia pun kembali naik kereta kuda dan kereta kembali meluncur melewati kota Ling.
BERSAMBUNG...