
Berita tentang kemenangan Tang Su dalam mengikuti kontes kecantikan tersebar dengan cepat di kampus.
Banyak dari mereka yang berubah sikapnya setelah melihat kemenangan Tang Su dan dalam waktu singkat dia pun menjadi tenar di kampus dan banyak yang mengenalnya. Hingga memancing rasa penasaran Yuxing.
“Seperti apa cantiknya gadis itu ?”ucap Yuxing yang mendengar cerita dari salah satu temannya saat duduk di depan kelas.
“Ya... kau bisa lihat sendiri nanti jika bertemu dengannya.”balas teman Yuxing sambil berdiri dan memegang pundak lelaki itu.
Tak sengaja Tang Su lewat di depan kelas Yuxing setelah keluar dari perpustakaan bersama Siyue.
“Tang Su... itu ada Yuxing di depan sana.”ucap Siyue berbisik lirih di telinga temannya itu.
“Ya Siyue... biarkan saja dia.”jawab Tang Su singkat dan tak mau berharap setelah beberapa kali merasa dikecewakan oleh lelaki itu.
Tang Su bersikap biasa saat melewati Yuxing, bahkan sama sekali tidak menatapnya.
“Hey gadis.... tunggu kau... berhenti !”ucap Yuxing memanggil sambil berdiri.
Namun Tang Su tidak merasa dipanggil dan dia terus berlalu.
“Hey kau sudah kau bilang untuk berhenti tapi tetap berjalan ?”ucap Yuxing lagi.
Tang Su dan Siyue kemudian berhenti lalu berbalik menatap Yuxing.
“Kau memanggil kami ?”ucap Siyue menatap Yuxing.
Yuxing menggeleng dan menunjuk Tang Su.
“Aku... ?!”ucap Tang Su singkat.
“Ya tentu saja aku memanggil mu.”balas Yuxing singkat dengan sikapnya yang cool.
Tang Su merasa heran kenapa tiba-tiba lelaki itu memanggilnya, padahal sebelumnya dia tak pernah menaruh perhatian padanya sama sekali.
“Apa kau mau makan siang bersamaku nanti seusai kuliah ?”ucap Yuxing menghampiri Tang Su dengan gaya cool nya.
“Ooh.. emm... aku... aku...”jawab Tang Su gugup.
Siyue berbisik lirih di telinganya setelah melihat kesempatan yang datang.
__ADS_1
“Tang Su kau setuju saja. Kau sudah lama menantikannya.”ucap Siyue sambil mengikut pinggang Tang Su karena dia masih belum menjawabnya.
“Ahh... ya... tentu saja iya.”jawab Tang Su akhirnya.
“Baiklah can... emm... oh ya aku memanggil mu siapa ?”tanya Yuxing sedikit kaku dan canggung.
Tang Su lagi lagi merasa kecewa karena ternyata lelaki itu tidak mengingat namanya sama sekali dan itu artinya dia tidak tahu siapa dirinya selama ini.
“Tang Su... apa kau sudah melupakan namaku ?”balas Tang Su dengan tersenyum kecut.
“Maaf.... bukannya aku lupa namamu. Tapi sedikit kabur dengan nama lainnya yang hampir mirip.”balas Yuxing dengan percaya diri dan sama sekali tak merasa bersalah.
Siang harinya seusai pelajaran di kelas, Tang Su berjalan menuju ke kantin. Bukan karena dia ingin bertemu dengan Yuxing, tapi ingin beli minuman karena merasa kehabisan.
“Hey Tang Su... ! Ayo duduk sini !”panggil Yuxing yang ternyata ada di kantin dan duduk di sisi timur.
Tang Su pun kemudian duduk di depan Yuxing sambil menunggu minuman yang dipesannya datang. Mereka berdua kemudian terlibat sebuah pembicaraan.
Terlihat Yuxing yang awalnya sama sekali tak tertarik pada Tang Su, kini terlihat antusias bicara dengannya.
“Ternyata sifat asli Yuxing seperti ini.”batin Tang Su menyimpulkan setelah bicara beberapa saat dengannya.
“Ternyata dia bersama Yuxing sekarang.”gumamnya lirih.
Xioa Jinyu yang awalnya berniat untuk masuk ke kantin akhirnya membatalkan niatnya dan berbalik, berlalu menuju ke tempat lain.
“Bukankah itu tadi Xiao Jinyu, kenapa dia pergi ?”batin Tang Su menetapkan arah luar kantin namun ternyata dia terus berjalan dan tidak masuk ke kantin yang kamu aja kecewa.
Beberapa hari berlalu dan hampir setiap hari Yuxing mengajak Tang Su bertemu di luar. Siang hari seusai pelajaran Yuxing menunggu Tang Su di depan kelasnya.
“Ayo kita pulang bersama.”ucap Yuxing pada Tang Su.
Tang Su hanya mengangguk saja dan mengikuti lelaki itu berjalan keluar menuju ke tempat parkir. Yuxing mengambil motor sportnya dan meminta Tang Su naik.
“Kenapa kita berhenti di sini ?”ucap Tang Su turun dari motor.
“Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu.”balas Yuxing kemudian menarik tangannya dan masuk ke sebuah taman yang ada di dekatnya.
Di dalam taman, mereka berdua kemudian duduk bersama.
__ADS_1
Yuxing terlihat gugup dan beberapa kali menaik nafas dalam dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.
“Tang Su setelah mengenalmu... kurasa aku ingin lebih dekat lagi dengan mu. Aku suka pada mu. Maukah kau jalan denganku ?”ucap Yuxing mengungkapkan perasaannya.
Tang Su diam dan bengong mendengar apa yang diucapkan oleh Yuxing. Dia sama sekali tak percaya apa yang selama ini diimpikan akhirnya terwujud juga.
“Bagaimana ? Aku tunggu jawabanmu sekarang juga.”ucap Yuxing melihat Tang Su yang sedari tadi diam tak meresponnya.
“Yu-Yuxing.... aku... tak percaya kau mengucapkan itu padaku. Tapi ya... aku mau menerimamu sebagai kekasihku.”balas Tang Su dengan tersenyum lebar.
Berapa hari setelah mereka berdua jadian. Terlihat dua orang itu sering jalan bersamaan.
“Aku senang akhirnya Tang Su bahagia, dia mendapatkan apa yang dia impikan selama ini. Tapi aku sedih sejak dia jadian dengan Yuxing, kita jadi jarang bersama.”gumam Siyue yang duduk seorang diri di perpustakaan teringat pada momen kebersamaannya bersama Tang Su.
Kabar mengenai hubungan Tang Su dan Yuxing terdengar sampai ke telinga Xiao Jinyu.
Suatu ketika lelaki itu berniat akan mengajak keluar Tang Su. Xiao Jinyu pergi ke tempat kost Tang Su. Dia berhenti 10 meter di depan tempat kost Tang Su dimana dia melihat motor sport milik Yuxing terparkir di depannya.
Tak lama kemudian keluarlah Tang Su dan Yuxing yang bergandengan tangan kemudian naik ke motor.
“Tang Su.... sepertinya dia bahagia bersama Yuxing.”batin Xiao Jinyu menatap dua pasangan itu dengan sedih. Entah kenapa hatinya terasa hancur saat melihat kedekatan mereka berdua. Dia merasakan perih yang teramat sangat tanpa sebab yang jelas.
Xiao Jinyu kemudian berjalan Kembali ke tempat kostnya dan mengalihkan pikirannya supaya tidak terus-menerus sedih.
Dua minggu berlalu. Semenjak Tang Su jalan dengan Yuxing, awalnya dia merasa senang menjadi hubungan dengannya namun tidak untuk saat ini.
Beberapa kali sosok Xiao Jinyu terlintas dalam pikirannya.
“Apa yang dilakukan Xiao Jinyu kali ini....”batin Tang Su saat sedang bersama dengan Yuxing.
Entah kenapa seiring berjalannya waktu dia merasakan hubungannya dengan Yuxing terasa hambar dan kosong. Dia ingat hari-hari bersama Xiao Jinyu yang sebenarnya menyebalkan tapi dia merindukan saat-saat kebersamaan mereka.
“Tang Su... apa ada yang kau pikirkan ?”tanya Yuxing padanya saat mereka berada di sebuah cafe melihat gadis itu melamun.
“Ahhh... Yuxing... tidak ada. Aku hanya teringat keluargaku di rumah saja.”jawab Tang Su bohong di depan Yuxing.
Tang Su meminum jus di depan mejanya dengan tatapan sedih dan masih terbayang hari-harinya bersama Xiao Jinyu.
BERSAMBUNG....
__ADS_1