
Tang Su melihat temannya yang masih tak percaya mendengar penjelasannya.
“Aku sendiri juga tidak tahu entah Kenapa tiba-tiba jadi lolos seleksi kontes kecantikan. Penelepon bilang aturan bisa berubah sewaktu-waktu itu saja poin utamanya.”ucap Tang Su kembali menjelaskan Kenapa dirinya bisa lolos.
“Kau benar-benar beruntung sekali Tang Su, hal seperti itu sungguh sangatlah jarang terjadi.”balas Siyue menanggapi betapa Dewi Fortuna menghampiri temannya itu.
“Selamat kau lolos.”ucap Siyue lagi ikut merasa senang dan tersenyum lebar padanya.
Lantas gadis itu penasaran seharusnya temannya itu senang tapi yang dia lihat Tang Su malah nampak cemas dan bingung.
“Apa ada yang mengganggu pikiranmu ?”tanya Siyue sambil duduk dan melihat temannya itu memegangi kepala yang terasa berat.
“Yah kau tahu sendiri Siyue. Acara kontes kecantikannya besok lusa sedangkan aku sama sekali tak ada persiapan dan kesiapan. Aduuh... bagaimana ini ?”jawab Tang Su mengungkapkan isi hatinya dan kegundahannya.
“puk... puk...”Siyue menepuk-nepuk bahu Tang Su pelan untuk menenangkannya.
“Tenang saja sobat aku akan membantumu.”jawabnya menanggapi Tang Su.
Siyue kemudian diam dan berpikir sejenak. Ia lalu menulis poin-poin penting yang harus dipelajari pada sebuah buku.
“Baik Tang Su Aku tidak pernah mengikuti pentas kecantikan dan aku bukan ahlinya tapi aku akan berusaha membantumu. Kita mulia dari make up.”ucap Siyue memaparkan poin pertama yang harus dikuasai temannya itu.
Siyue pun sebenarnya kurang berpengalaman dalam make up. Maka dia pun mencari tutorial make up dan menontonnya bersama Tang Su.
“Tunggu... tolong ulangi lagi karena aku benar-benar tidak bisa memakai make up dengan benar dan cantik.”ucap Tang Su ingin menghafal dan memahami cara pemakaian make up yang benar dan tepat.
Setelah beberapa kali melihat tayangan ulang maka Siyue menunjukkan poin lainnya harus dikuasai oleh temannya.
“Poin kedua adalah penataan rambut. Tunggu Sebentar aku akan mencarikan tutorial videonya untuk mu.”ucap Siyue.
__ADS_1
Dia pun kembali mengambil ponselnya dan mencari tutorial video menata rambut lalu menunjukkan pada Tang Su.
“Oh... jadi seperti itu caranya menata rambut. Tapi apa aku bisa menguasai hal itu dalam sehari atau dua hari saja ?”balas Tang Su merasa semakin pusing dan banyak yang harus dipelajari dalam waktu singkat.
“Tenang saja kau pasti bisa selama berlatih. Kau pintar jadi menurutku kau akan cepat menguasai.”ucap Siyue memberi semangat dan motivasi pada temannya.
Mereka melanjutkan obrolan mereka hingga tiga jam ke depan.
Siyue menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 19.00. Dia teringat Jika dia mempunyai tugas yang besok harus segera dikumpulkan namun belum dikerjakannya.
“Tang Su maaf aku tak bisa lama-lama menemanimu latihan. Aku harus mengerjakan tugas untuk besok.”ucap Siyue berpamitan.
Tang Su sebenarnya berat memberi izin pada temannya karena dia jadi sendiri lagi.
“Ya Siyue... kerjakan tugasmu. Terima kasih sudah membantuku.”ucap Tang Su sambil mengantar temannya itu sampai ke depan dan baru masuk ke rumah setelah temannya itu tak terlihat olehnya.
Di dalam kamar, Tang Su Mengambil buku catatan yang ditulis oleh Xiao Jinyu dan Siyue. Ia membaca ulang untuk memahaminya dan mengingatnya.
Tang Su penutup buku karena sudah merasa pusing di ambang batas. Ia pun mencoba mempraktekkan kembali apa yang sudah dia pelajari.
Gadis itu mengambil peralatan make up yang dia punya dari laci. Dia mulai menyembuhkan make up pada mata dan pipinya. Ia juga menebali alis dan memaki Eye linier, terakhir dia mengoleskan lipstik ke bibirnya.
“Astaga... terlihat seperti setan ! bahkan lebih baik wajahku tanpa make up daripada setelah make up.” pekik Tang Su terkejut dan takut melihat wajahnya setelah memakai make up.
“Aargh... aku tidak bisa !”teriaknya frustasi dan segera menghapus semua make up yang menempel pada wajahnya.
Selesai mencoba make up dia pun kembali berlatih berjalan. Dia mengambil sebuah buku dan menaruh di atas kepalanya.
Dua jam terlalu dari situ merasa lelah dan dia pun beristirahat sejenak. Tang Su mengambil segelas air minum lalu menaruh kembali gelas kosong ke tempatnya. Ia duduk di meja belajar dan melihat salah satu laci yang terbuka.
__ADS_1
“Oh novel Putri Wu Shuang... sudah lama aku tidak membacanya. Bagaimana kelanjutannya ?”gumam Tang Su mengambil novel dari dalam laci lalu membukanya.
“Tidak-tidak... aku harus menyelesaikan latihan ku dulu. Ia pun menara kembali buku novel tadi ke laci sambil duduk bersandar pada kursi untuk merilekskan otot tubuhnya yang terasa kaku. Namun setelah sepuluh menit gadis itu tertidur.
“sraak...”buku novel yang ada di laci Tang Su terbuka sendiri. Seberkas cahaya terang muncul menyelimutinya dan dalam sekejap gadis itu berpindah sendiri masuk ke dalam buku tanpa membaca kisahnya.
Tang Su membuka mata dan dia terkejut sekali saat melihat dirinya tak berada di kamarnya sendiri melainkan di kamar Putri Wu Shuang.
“Kenapa aku tiba-tiba ada di sini ? Sejak kapan aku berpindah ke sini ? Tapi bagaimana bisa aku pindah ke sini sedangkan aku sama sekali tidak membaca buku novelnya tadi.”gumam Tang Su terlihat bingung kenapa dirinya bisa berpindah secara tiba-tiba tanpa kemauan nya.
“Padahal aku mau ikut audisi kontes kecantikan, tapi aku malah pindah ke sini. Sedangkan aku belum selesai mempelajari semua hal untuk audisi lusa.”ucap Tang Su merasa sedikit kesal namun dirinya tak bisa berbuat apa-apa.
Dia beralih menatap jam dinding untuk melihat waktu saat ini.
“Ternyata masih pukul 03.00 dini hari.”ucapnya setelah melihat jam dinding yang ada di kamar. Ia pun memanfaatkan sedikit kesempatan yang ada dan kembali merebahkan diri di tempat tidur sambil bertanya-tanya Apa sebabnya dia bisa berpindah sendiri tanpa membaca buku novelnya.
Di tempat Siyue, terlihat gadis itu sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Di tengah Tengah mengerjakan tugas dia pun merasa lelah dan tanpa sadar dia pun tertidur di meja.
Lima menit kemudian muncul sebuah tegangan listrik kecil di atas kepala Siyue.
“wzzt...!”dalam tegangan listrik kecil tadi membawa tubuh Siyue menuju ke dimensi lain.
Gadis itu teringat jika dirinya belum selesai mengerjakan tugasnya.
“Ini....”ucap gadis terkejut melihat dirinya berada di sebuah kamar dimana kamar itu merupakan kamar Putri Meilin.
“Ke-kenapa bisa aku kembali ke sini lagi ?”pekik Siyue segera duduk, bahkan di sana dia melihat pelayan Putri Meilin.
Di tempat Xiao Jinyu terjadi hal yang sama. Lelaki itu sedang melihat tayangan cinema kolosal dan tidur di tengah waktu dia menonton.
__ADS_1
Dalam kondisi Alfa, tiba-tiba muncul tegangan listrik ber voltase rendah di ujung jemari kaki Xioa Jinyu. Dalam dua menit tegangan listrik itu menjalar ke seluruh tubuhnya. Saat berada tepat di bagian kepala, tubuhnya hilang dan berpindah ke dimensi lain.
BERSAMBUNG....