Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 45 Alasan Hilang


__ADS_3

Siyue dan Tang Su tiba di sebuah taman. Mereka berdua kemudian mencari tempat duduk yang kosong dan menemukan sebuah kursi yang pas untuk mereka berdua duduk.


Taman di sore itu ramai sekali. Banyak pengunjung yang bertentangan dari segala usia, bahkan ada anak kecil yang bermain skater di sana.


Tang Su duduk dan menatap orang yang lalu lalang di sekitarnya.


“Siyue lalu apa yang akan kita lakukan di sini ?”tanya Tang Su mulai merasa bosan setelah lima belas menit duduk di sana.


“Ya begini saja cukup duduk dan melihat pemandangan yang ada di sini maka pikiran sudah fresh kembali.”jawab Siyue sambil tersenyum dan menikmati pemandangan hijau yang ada di sekitarnya.


Tang Su hanya melongo saja. Bagaimana bisa temannya itu merasa sangat fresh hanya dengan melihat semua yang berwarna hijau di taman itu, berbeda dengan dirinya yang sudah terbiasa melihat pemandangan hijau di tempat tinggalnya dan baginya biasa saja.


“Ta-tapi Siyue... tanpa adanya cemilan di sini rasanya hambar.”keluh Tang Su yang mulai merasakan perutnya terasa kosong.


“Kau harus membiasakannya mulai dari sekarang kalau begitu. Kau harus menekan rasa lapar mu dan tidak sembarangan makan.”jawab Siyue. Ia pun kemudian mengeluarkan sebotol air mineral untuk mengatasi rasa lapar Tang Su dan memberikan kepada temannya itu.


“Apa ini... kenapa kau memberi ku sebotol air mineral ?”ucap Tang Su menerima air pemberian Siyue karena dirinya tidak merasa haus sama sekali.


“Minumlah dan habiskan. Jika perutmu sudah penuh oleh air maka kau tak akan merasa lapar.”jawab Siyue menjelaskan.


Tang Su mengangguk lalu mengikuti perkataan temannya. Ia pun segera meminum air mineral itu sampai habis.


“Oh... perutku terasa penuh sekarang.”ucap Tang Su saat membuang botol kosong ke tempat sampah.


“Betul kan kataku ?”ucap Siyue sambil tersenyum lebar karena selama ini dia selalu mempraktekkannya di akhir bulan saat uang kiriman dari orang tuanya sudah habis dan dia tak berani meminta lagi.


Mereka berdua kemudian mengobrol dengan berbagai topik. Dua jam kemudian mereka beranjak dari taman dan berjalan menuju ke tempat kost mereka.


“Tang Su aku pulang dulu.”ucap Siyue telah tiba di depan tempat kost Tang Su dan berhenti sebentar untuk berpamitan.


“Kau tidak menginap di tempatku saja ?”ucap Tang Su menawarkan.


“Tidak Tang Su mungkin lain waktu saja.”jawab Siyue menolak secara halus sambil melambaikan tangan. Siyue melanjutkan perjalanan kaki menuju ke tempat kostnya sedangkan Tang Su masuk ke kamar.

__ADS_1


Di dalam kamar Tang Su segera menuju ke kulkas dan membukanya karena merasa sangat sangat lapar sekali.


Ada banyak roti, buah, susu dan berbagai makanan lain yang menggiurkan bagi perutnya. Tang Su mengambil sebuah roti dan susu cair segar lalu membawanya ke meja.


Dia pun duduk dan mulai memakan roti dan susu. Setelah habis tiga lembar roti ia pun baru tersadar.


“Astaga aku kan sedang program diet...”ucapnya menaruh kembali roti yang barusan diambilnya sekaligus dia jika sudah merasa sedikit kenyang.


Tang Su berdiri lagi dan mengembalikan roti dalam kulkas namun dia meminum susunya terlebih dulu.


Ia kembali duduk dan melihat buku novel yang dia baca masih ada di sana.


“Aku sudah terlambat lima hari. Apa sebaiknya tak usah kau kembalikan saja ? Karena aku tidak menemukan novel Pedang Salju Putri Wu Shuang ini.”gumam Tang Su yang pernah mencari novel itu di berbagai gramedia namun tidak menemukannya.


Tang Su menyentuh novel itu dan akan membacanya, namun karena sudah malam dan dia merasa mengantuk, dia pun menutup novel itu lalu beranjak dari sana dan berpindah ke tempat tidur.


Tang Su tidur pulas dibalik selimut tebalnya.


Pagi hari gadis itu bangun dan bersiap sebelum berangkat ke kampus.


Lima menit kemudian dia selesai bersiap dan kembali ke meja untuk menyantap mienya yang sudah matang.


“Oo... oo...aku kan sedang diet ?”ucap Tang Su yang baru teringat jika dirinya sedang program menurunkan berat badan saat mangkoknya telah kosong.


Ia melihat segelas susu yang ada di meja dan akan meminumnya. Namun kali ini dia benar-benar menahannya dan mengembalikan sesuatu ke dalam kulkas lalu meminum segelas air mineral.


“tap... tap... tap...”Tang Su keluar dari kamar dan menguncinya. Ia berjalan menuju ke kampus dan mengikuti mata kuliah hari ini.


Siang harinya di saat jam istirahat dia janjian dengan Siyue dan bertemu di perpustakaan.


“Hai Siyue... sudah lama menunggu ku ?”ucap Tang Su tiba di perpustakaan dan melihat temannya itu menunggu di luar.


“Tidak aku baru datang sekitar dua menitan. Ayo kita masuk.”jawab Siyue lalu mengajak temannya untuk masuk.

__ADS_1


Mereka berdua masuk ke perpustakaan dan Tang Su berhenti di depan pustakawan.


“Pak... saya mengembalikan buku.”ucapnya seraya menyerahkan satu buku yang dipinjamnya.


Petugas perpustakaan itu memeriksa kartu dan mencocokkan dengan buku yang dipinjam.


“Nona maaf kau kena denda karena sudah terlambat.”


“Berapa dendanya pak ?”Tanya Tang Su.


Pustakawan itu kemudian menyebutkan total dendanya dan Tang Su segera membayarnya.


“Oh ya buku yang kau pinjam masih kurang satu.”ucap pustakawan menambahkan.


“Emm.... maaf... sebenarnya buku satunya hilang.”jawab Tang Su berbohong karena dia tak ingin mengembalikannya dan masih penasaran dengan ceritanya.


“Jika begitu kau harus mengganti buku yang hilang itu dengan 100 tael.”


“Apa... ??? mahal sekali dendanya !”batin Tang Su hanya untuk buku novel lama seperti itu.


Mau tak mau dia pun akhirnya membayar dendanya meskipun dia merasa berat hati karena emang segitu biasa dipakai untuk membeli makan selama satu minggu.


Tang Su kemudian duduk di samping Siyue yang sedang membaca.


“Kau lama sekali, apa ada masalah ?”tanya Siyue melihat wajah Tang Su yang tampak lesu.


“Sebenarnya aku barusan membayar denda double.” balas Tang Su mengingat kembali uang jatah makannya yang melayang.


“Bagaimana bisa ?”tanya Siyue terkejut.


Tang Su kemudian menjelaskan pada temannya itu jika dia terlambat mengembalikan dan selain itu dia juga menghilangkan satu buku.


Empat puluh menit kemudian Tang Su dan Siyue keluar dari perpustakaan. Terlihat Siyue kembali meminjam buku sedangkan Tang Su tidak membawa buku karena dia khawatir tidak akan bisa menyelesaikannya dengan tepat waktu dan akan terkena denda lagi.

__ADS_1


Sementara Siyue merasa aneh saja melihat temannya yang tidak meminjam buku karena sebelumnya sama seperti dirinya Tang Su suka membaca buku dan tidak pernah absen meminjam buku dari perpustakaan.


BERSAMBUNG...


__ADS_2