Buku Keberuntungan

Buku Keberuntungan
Eps. 105 Menemui Selir Wan Rou


__ADS_3

Ini adalah kali kedua Tang Su datang ke istana Wanzhou. Dia hanya sedikit mengetahui beberapa tempat di istana.


“tap... tap... tap...”Tang Su mendengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan di sekitarnya. Dia pun segera bersembunyi di belakang sebuah bangunan.


“fiuh... untung saja pelayan itu tak melihat diriku. Sepertinya bahaya jika aku lewat jalur ini.”gumam Tang Su.


Gadis itu melihat ke atas ke sebuah atap bangunan.


“hap... !”Tang Su melompat ke salah satu atap bangunan dan berdiri di sana melihat semua bangunan.


“hap... hap...”ia melompat satu per satu ke atap bangunan untuk mencari di mana ruangan Selir Wan Rou berada.


Tang Su menggeser sedikit genteng pada atap dan mengintip ke dalam ruangan.


“Mungkin ini adalah pembersihan pelayan.”batin nya saat melihat ruangan itu penuh dengan sebagai alat kebersihan dan banyak pelayan berada di sana.


Gadis itu pun beralih melihat bangunan lain dan melakukan hal yang sama dengan sebelumnya. Ada banyak peralatan masak di sana dan berbagai bahan serta bumbu masakan.


“Sepertinya ini dapur kerajaan.”gumam Tang Su kembali melompat atap bangunan lain di seberangnya.


Di sana ada Kaisar Luoying yang sedang berbaring di tempat tidur.


“uhuk... uhuk...”Kaisar bangun dari tempat tidur kemudian mengambil air minum. Tubuhnya terlihat lebih kurus dari beberapa waktu sebelumnya dan wajahnya sangat pucat.


“Bukankah sebelumnya Kaisar Luoying berniat untuk membunuhku, tapi kenapa dia terkena racun ?”batin Tang Su merasa aneh dan jadi mempunyai pikiran jika ada orang lain yang meracuni nya.


Melihat Kaisar yang tampak lemah, rumahnya merasa iba dengan kondisinya saat ini.


“Aku merasa sedih kehilangan Putriku, sekarang selir dan aku terkena racun. Apa mungkin aku akan segera menyusul putriku ?”ucap Kaisar Luoying kembali batuk dan mengeluarkan darah segar.


“Kaisar merasa sedih dengan kematian ku ? Seharusnya dia senang.”batin Tang Su kembali berpikir dan merasa ada yang salah di sini. Gadis itu pun mempunyai pemikiran jika yang coba membunuhnya bukanlah kaisar, ada pihak lain di istana menjadikan Kaisar sebagai kambing hitam atas tindakannya.


“Maaf... aku tak bisa membantumu kali ini yang mulia.”batin Tang Su kemudian berpindah ke atap bangunan lain.


Di bangunan itu tampak Permasuri Shen duduk di kursi bersama Xubei.


“Bagaimana kondisi Selir Wan Rou terbaru ?”ucapnya sambil menatap Bai Yu.

__ADS_1


“Selir Wan Rou semakin hari kesehatannya semakin menurun permaisuri.”jawab Bai Yu singkat.


“Tinggal menunggu waktu saja sebentar lagi wanita itu akan menyusul putrinya di neraka.”balas sang permaisuri sambil tersenyum lebar namun tiba-tiba tertunda saat teringat pada kondisi Kaisar.


“Tapi kondisi Kaisar juga memburuk. Kemana lagi aku mencari tabib untuk mengobati nya ?”ucapnya dengan sedih dan perasaan bersalah yang tak pernah bisa ia tebus.


“Apa Mungkin wanita itu yang meracuni Selir Wan Rou dan Kaisar ? Bisa jadi dia juga yang ingin melenyapkan aku...”batin Tang Su setelah mencuri dengan percakapan mereka.


“kriek...”pintu kamar terbuka dan seorang gadis masuk.


“Ibu... gawat... ! Ayah muntah darah lagi !”ucapnya tap ibu dan pelayanan yang ada di sana.


“Putri Shen Bailian, tenangkan diri anda. Ramuan dari tabib Kang pasti bisa mengatasi hal itu.”jawab Xubei mencoba menenangkan sang putri.


“Gadis itu kan... gadis yang beberapa waktu lalu mengganggu aku makan di sebuah rumah makan ? Jadi dia seorang putri... ”batin Tang Su yang masih mengingat wajahnya dan tak bisa melupakannya.


“whoosh !”Tang Su kembali melompat ke atap bangunan lain. Di sana dia melihat seorang lelaki sedang melepas baju zirahnya lalu duduk dan bermain Iglo dengan salah satu anak buahnya.


“Jenderal Xuan... kondisi Kaisar semakin memburuk. Hal ini tak bisa dibiarkan terus-menerus seperti ini, karena jika berita ini sampai tersebar keluar Mungkin saja dia mau seakan memanfaatkan kesempatan ini.”ucap anak buah sang jenderal sambil mengambil menjalankan bidaknya.


“Tac... !”Tang Su tak sengaja menyenggol genting lain.


“Siapa itu... apa ada penyusup ? Cepat periksa !”ucap Jenderal Xuan seketika langsung berdiri dan menatap ke atas.


“Gawat... aku tak boleh tertangkap di sini.”Tang Su segera pergi dari sana.


Jenderal Xuan keluar dari ruangan dan memeriksa sekitar namun tak menemukan apapun.


Setelah Jenderal Xuan masuk udah memastikan kondisi benar-benar aman, Tang Su kemudian keluar dari persembunyiannya.


“Aku harus lebih hati-hati lagi.”gumamnya lirih.


Gadis itu kemudian kembali melompat ke atas sebuah bangunan. Di sana terlihat Selir Wan Rou sedang berbaring di tempat tidur setelah meminum obat.


“Akhirnya aku menemukannya juga.”Tang Su kemudian masuk lewat atas dan berdiri di depan sang selir.


“Aah... tolong ada penyusup !”teriak Selir Wan Rou dengan ketakutan.

__ADS_1


Tang Su segera membuka cadar nya dan tersenyum menatap sang selir.


“Wu Shuang... kau datang nak.”ucap Selir Wan Rou sambil berdiri dan menghampiri putrinya.


Dari luar seorang pengawal mengetuk pintu setelah mendengar teriakan sang selir.


“tok... tok... Selir Wan Rou, ada apa ?”tanya pengawal yang kebetulan lewat di sana.


“kriek...” pengawal tadi segera membuka pintu dan masuk ke kamar selir karena khawatir ada penyusup yang masuk.


“Oh... tak ada apa-apa, pengawal. Barusan aku hanya bermimpi buruk dan mengigau saja.”balasnya mencari alasan.


Pengawal tadi melihat ke seisi ruangan dan mendapati ruangan itu kosong, maka dia pun segera keluar dari sana dan menutup pintu kembali.


“Putri ku keluarlah...”ucap Selir Wan Rou memanggil setelah keadaan benar-benar aman.


Putri Wu Shuang kemudian keluar dari persembunyiannya dan menghampiri ibunya.


Selir Wan Rou memeluk putrinya kemudian mereka mengobrol sebentar.


“Ibu... sekarang berbaring lah. Aku akan mengobati mu meskipun ini hanya sementara saja sampai aku mendapatkan Lotus emas untuk mu.” ucap Putri Wu Shuang sambil membaringkan tubuh ibunya di tempat tidur.


Putru Wu Shuang memeriksa nadi sang selir dan dia pun mengeluarkan jarum perak miliknya.


“Ibu tahan sebentar.”ucapnya mulai menancapkan beberapa jarum perak ke titik vital bagian jantung.


“Hiiss....ah...!”Selir Wan Rou merasakan dadanya sakit luar biasa dan tiba-tiba dia memuntahkan sedikit darah hitam saat jarum perak tercabut dari tempatnya.


Sang Putri kemudian beralih menancapkan jarum perak ke titik vital bagian lambung dan ginjal.


“Aah...”Selir Wan Rou kembali bercerai karena merasakan sakit yang lebih hebat dari sebelumnya dan kembali memuntahkan sedikit darah berwarna hitam pekat saat jarum perak tercabut dari tempatnya.


Tang Su kemudian kembali menancapkan jarum peraknya di titik vital bagian paru-paru, usus dan organ tubuh lainnya.


Tanpa ia ketahui Jenderal Xuan dan anak buahnya yang berada di luar kembali melakukan penyisiran untuk mencari penyusup setelah kejadian barusan.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2